Tamu Hotel Dengar Suara Aneh di Kamar Sebelah, Setelah Dicek..

Reporter : Eko Huda S
Senin, 18 Juli 2016 11:42
Tamu Hotel Dengar Suara Aneh di Kamar Sebelah, Setelah Dicek..
Suara aneh selalu terdengar saban pria ini menginap di hotel. Banyak tamu hotel komplain. Saat dicek ternyata....

Dream - Rahul Dravis. Dialah tamu hotel yang memiliki kebiasaan unik. Saban ada pemain kriket ini, pasti ada tamu yang mengeluh karena mendengar suara aneh dari kamarnya.

Suara aneh itu selalu terdengar saban Dravis menginap bersama timnya, menjelang pertandingan kriket di India. Jadi, tamu-tamu yang menginap di sebelah kamarnya selalu terganggu dengan suara itu.

Sehingga tak sedikit tamu yang mengeluh ke manajemen hotel karena merasa terganggu. Mereka mengaku mendengar suara aneh di malam hari, sehingga tak bisa beristirahat dengan tenang.

Kejadian ini tak hanya terjadi satu atau dua kali. Saban akan ada pertandingan, dan Rahul menginap di hotel bersama tim, maka selalu terdengar suara berisik tersebut.

Pada suatu saat, ada tamu di sebelah kamarnya yang mengajukan komplain karena mendengar suara aneh yang datang dari kamar Rahul.

Saat dicek, ternyata.....

1 dari 4 halaman

Setelah Dicek Ternyata...

Saat dicek ternyata suara berisik itu memang benar-benar berasal dari kamar Rahul. Pada malam hari, dia selalu berlatih pukulan untuk persiapan pertandingan keesokan harinya.

Kebiasaan itu terus dia lakukan selama menjadi atlet kriket di India. Alasannya untuk mendapatkan feel yang cocok, sehingga bisa menjalani pertandingan dengan mudah.

Dalam wawancara, sebagaimana dikutip laman India Times, Senin 18 Juli 2016, Rahul mengungkapkan semua pengalaman itu. Termasuk berbagai komplain tamu-tamu yang menjadi tetangga kamarnya.

Menurut dia, meski semula terlihat marah, para tamu yang mengajukan komplain dengan latihannya itu akhirnya merasa maklum. Mereka bahkan meminta maaf karena tak mau timnya kalah dalam pertandingan.

Rahul Dravis© India Times

Tak hanya di hotel. Kebiasaan itu juga dilakukan di rumah. Menurut dia, sebelum mengayunkan pemukul kriket, maka tidak akan bisa tidur.

Itulah upaya keras Dravis --yang sekarang sudah pensiun-- untuk mengasah kemampuan sebelum pertandingan. Sehingga tak heran dia menjadi atlet kriket andal di bumi Hindustan.

2 dari 4 halaman

Misteri Kode Rahasia Staf Hotel Terkuak

Dream - Kamu mungkin pernah mendengar percakapan aneh di antara staf hotel. Terutama hotel-hotel di luar negeri.

Mereka bicara di belakangmu, berbisik-bisik. Terkadang memancing rasa curiga karena bicara pelan, bisa jadi kamu menjadi bahan omongan dalam gosip mereka. Hehehe...

Tapi, meskipun kamu mendengar dengan kencang, belum tentu mengerti bahasa mereka. Sebab, mirip kode. Hanya mereka yang tahu bahasa dalam percakapan itu.

Tapi jangan khawatir, ada sedikit bocoran tentang istilah-istilah yang digunakan oleh para staf hotel itu. Sehingga kamu tahu apa yang menjadi bahan omongan mereka –kalau mendengar.

Berikut beberapa istilah yang biasa dipakai oleh para staf hotel itu, sebagaimana dikutip Dream dari News.com.au:

Skipper: Seseorang yang membuat reservasi tapi tidak pernah benar-benar muncul ke hotel.

UG: Seorang tamu yang puas.

DG: Seorang tamu yang bawel, menuntut.

Pig in the pen: Seorang tamu yang terjebak di parkiran.

Peach: Tamu yang terbukti sangat sulit ditangani atau dilayani.

Ghost: Tamu yang datang mendadak dan ngotot telah booking kamar, tapi nyatanya tak pernah membuat reservasi.

Hoo ha: Pergi sesegera mungkin.

Lobby lizard: Ketika seorang anggota staf pergi ke lobi pada jam sibuk untuk menyambut dan membantu tamu.

20/10 rule: Dalam satu hotel mewah, ini berarti untuk mengenali tamu ketika mereka berada 20 langkah dari hotel, dengan menggunakan anggukan atau memandang. Ketika mereka 10 langkah lagi, kontak mata atau interaksi pribadi digunakan.

A classic: Tamu yang sangat kolot.

Cubs: Karyawan baru.

3 dari 4 halaman

Fakta Mengerikan Laundry Hotel

Dream - Sebuah laporan investigasi The Beijing News menguak praktik berbahaya pada laundry atau penatu hotel di Ibukota China. Ternyata, penatu-penatu hotel itu menggunakan bahan kimia berbahaya.

Laporan itu menyebut hotel-hotel di Beijing itu menggunakan berkilo-kilogram soda api untuk mencuci seprai dan juga handuk untuk tamu.

Tak hanya satu hotel. Praktik yang dinilai berbahaya itu dilakukan hampir di semua hotel di Beijing. Mulai hotel kecil hingga berbintang.

Bahan dengan nama kimia Natrium Hidroksida disebut-sebut sangat korosif. Selain itu, bisa berdampak buruk pada kulit jika terus-menerus terkena dalam jangka waktu yang lama.

Inilah yang mengundang kemarahan pengguna medis sosial di China. Mereka khawatir praktik ini akan berbahaya dan merugikan para tamu hotel.

Kepada reporter The Beijing News yang menyamar, pekerja laundry hotel di wilayah Distrik Fengtai, mengatakan, penggunaan soda api dengan jumlah banyak akan mempermudah proses pencucian.

“ Kita tidak butuh waktu terlalu lama untuk mencuci seprai, soda api bisa membersihkan bagian yang paling kotor sekalipun,” tutur pekerja itu.

Alkali Natrium Hiroksida sering digunakan sebagai bahan pembersih industri yang kuat karena dapat melarutkan lemak, minyak dan kotoran dari protein. Tetapi disarankan tidak digunakan untuk mencuci bahan seperti tempat tidur yang bersentuhan dengan kulit, karena dapat memicu masalah dermatologis.

Dalam laporan investigasi itu, reporter The Beijing News mendaftar nama-nama hotel yang melakukan praktik berbahaya pada laundry ini. Hasil tes air bekas cucian laundry pada salah satu hotel menunjukkan tingkat keasamannya mencapai 10. Padahal ukuran normal dan aman adalah 6,5 hingga 7.

Menurut Xiang Yikui, dokter kulit dari Rumah Sakit Union, sebuah rumah sakit terkemuka Beijing, alkali yang terpapar pada handuk bisa menyebabkan kulit gatal dan pada jangka pangang akan menimbulkan masalah serius pada kulit. (Sumber: CCTV News)

4 dari 4 halaman

`Hotel Istana Hantu` di Bali Gegerkan Dunia

Dream - Sejumlah media luar negeri tengah ramai memberitakan sebuah bangunan di tengah belantara Pulau Bali. Media-media asing itu menyebut bangunan ini sebagai “ Hotel Istana Hantu”.

Laman Mirror.co.uk misalnya, menulis artikel tentang gedung ini dengan judul “ Abandoned 'Ghost Palace Hotel' is 'haunted by the souls of labourers who died during its construction”.

Dari foto-foto yang dimuat berbagai media asing itu terlihat kompleks bangunan yang tak terawat. Sebagian gedung, bertingkat. Genting sudah kusam. Rumput dan ilalang terlihat sudah tumbuh di sana-sini. Bahkan sebagian memakan tembok bangunan.

Adalah Jacob Laukaitis, seorang wisatawan, yang mengklaim “ menemukan” tempat ini. Kompleks bangunan ini berada di tengah hutan di Pulau Bali. Diduga, bangunan ini dibangun pada tahun 1990-an. Namun belum pernah dibuka untuk umum dan ditinggalkan selama bertahun-tahun.

Jacob melewatkan waktu berjam-jam untuk berkeliling kompleks itu. Dia memutuskan untuk mengabadikan tempat itu dalam sebuah video. Setelah mengabadikan tempat itu, Jacob mengunggahnya ke internet.

Diunggal ke laman Youtube pada 1 Desember 2015, Jacob menuliskan sebuah kalimat berbunyi: “ Saya menemukan hotel besar yang ditinggalkan di Bali dan berkeliling selama berjam-jam”. Tapi dia tak menyebut lokasi pasti bangunan ini.

Melalui gambar video yang diunggah Jacob itulah tempat ini membetot perhatian banyak media luar negeri. Dalam rekaman itu tampak kondisi di dalam kamar-kamar hotel ini, yang berantakan. Sebuah sandal jepit terlihat di tempat itu.

Di luar, teras sudah ditumbuhi rumput liar dan tanaman merambat, sementara patung besar yang dibangun di lokasi itu telah runtuh. Semua benar-benar tak terurus.

Beberapa orang mengatakan pemilik hotel itu bangkrut sebelum kompleks ini dioperasikan. Laman Mirror, juga menulis banyak orang percaya pengelola hotel ini bangkrut akibat terkena “ kutukan” karena mengoperasikan hotel dengan harga jauh di bawah harga pesaing mereka.

Bahkan, sebagian lagi ada yang percaya tempat ini telah menjadi “ istana hantu”. Dipenuhi dengan arwah para pekerja yang meninggal selama pengerjaan bangunan ini. Benar atau tidak cerita-cerita itu, yang jelas sangat sayang jika bangunan ini tak terawat dan difungsikan dengan semestinya.

Bangunan yang ramai dibincangkan itu kemungkinan adalah gedung terlantar di kawasan Bedugul. Tempat itu dulu dibangun untuk hotel mewah. Namun, saat persiapan akhir, hotel tersebut tak jadi dibuka. Malah tutup setelah ada tragedi bom Bali 2002. Sudahkah Anda ke sana?

 

Beri Komentar