(Sumber: Mirror.co.uk)
Dream - Beberapa waktu lalu dunia dihebohkan dengan sebuah gaun bergaris-garis dengan warna 'tidak menentu'. Sebagian menyebut gaun tersebut berwarna putih dengan garis-garis keemasan, dan sebagian lagi menyebut berwarna biru bergaris hitam. Sampai saat ini masih terjadi perdebatan mengenai warna gaun mini tersebut.
Tertarik dengan perdebatan soal warna semu itu, seorang ilmuwan bernama Michael Abrash mengungkapkan teorinya.
Kepala ilmuwan di perusahaan virtual reality Oculus, yang sekarang jadi milik Facebook, itu mengatakan bahwa dunia ini sebenarnya adalah sebuah kenyataan semu atau virtual reality.
Hal itu diungkapkan Abrash pada saat konferensi Facebook F8 yang bertempat di San Francisco pada Maret lalu.
Abrash mengatakan berkat film The Matrix ia kini percaya adanya virtual reality.
" Meskipun dibuat dengan teknologi yang mungkin tidak ada dalam beberapa dekade, The Matrix mengajarkan tentang bagaimana virtual reality itu nantinya," katanya.
Menjadikan penglihatan sebagai contoh, Abrash menjelaskan manusia tidak bisa melihat sinar inframerah atau ultraviolet karena hanya memiliki tiga sensor warna. Selain itu, manusia juga memiliki titik buta di setiap mata. Ini menunjukkan bahwa data visual yang kita terima sangat sedikit.
Mengacu pada heboh gaun biru-hitam/putih-emas, Abrash menjelaskan bahwa sistem visual kita mencoba menebak warna terbaik dan mengkomunikasikannya ke pikiran kita.
" Cara otak mengkompensasi data terbatas yang diterimanya adalah dengan mempertahankan model dunia nyata yang terus-menerus ter-update saat ada data baru datang dan model itulah, bukan dunia nyata, yang Anda alami dan percayai secara implisit."
Contoh ilusi lainnya adalah pil di tangan yang tampak berwarna merah dan biru. Abrash mengatakan warna kedua pil itu sebenarnya sama abu-abu.
Warna merah dan biru yang dilihat mata hanyalah rekaan otak berdasarkan sisa informasi di sekitarnya. Dan meski ketika seseorang tahu kedua pil itu berwarna abu-abu, mereka masih melihatnya sebagai pil warna merah atau biru.
Jadi, warna biru dan merah yang nampak sebetulnya adalah cara otak kita memproses informasi yang diterima.
(Sumber: Mirror.co.uk)