Terombang-ambing di Laut, Pengungsi Rohingya Terdampar di Aceh

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 21 April 2018 16:35
Terombang-ambing di Laut, Pengungsi Rohingya Terdampar di Aceh
Mereka ditemukan dalam keadaan lemas karena sudah lama tidak makan.

Dream - Pengungsi Rohingya berjumlah puluhan orang terdampar dari Pantai Kuala Raja, Bireuen, Aceh pada Jumat siang, 20 April 2018. Mereka menumpang kapal kayu besar dan kumuh agar bisa terbebas dari kekerasan di negaranya, Myanmar.

Para pengungsi tersebut tampak kelelahan dan lemas. Berpekan-pekan mereka tidak menemukan daratan, juga tidak makan akibat tidak ada pasokan.

Sebelum terdampar, kapal perahu berisi pengungsi Rohingya itu terlihat terombang-ambing di lautan. Warga pesisir yang melihat kapal itu bergegas membantu dengan mendorong hingga merapat di dermaga.

Ada 76 orang pengungsi Rohingya berada di atas kapal itu. Sebagian besar dari mereka adalah laki-laki, sisanya perempuan dan anak-anak.

" Dari pendataan sementara yang kami lakukan, ada 43 orang laki-laki, 25 perempuan dewasa, dan 8 anak-anak. Seluruhnya mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan akibat terkatung-katung di laut," ujar Humas ACT Aceh, Rahmat Aulia, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Sabtu, 21 April 2018.

Koordinator Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bireuen, Hidayat, mengatakan timnya bergerak memberikan pertolongan medis segera. Ini mengingat banyaknya pengungsi yang dalam keadaan lemas.

" Kondisi saat ini, ada 5 orang Rohingya yang sakit, yakni 3 orang lelaki dan 2 orang perempuan. MRI Bireuen melakukan pendampingan selama proses perawatan. Tim medis darurat sudah hadir di lokasi," kata Hidayat.

Hidayat mengatakan belum ada informasi yang pasti terkait kronologi para pengungsi bisa terombang-ambing di lautan. Informasi sementara yang dia dapat, mereka berlayar langsung dari Myanmar dan terdampar di Aceh.

" Belum ada informasi kapan mereka berangkat dari Myanmar dan mengapa mereka melarikan diri dari sana," kata Hidayat.

Saat ini, para pengungsi sudah ditangani Pemkab Bireuen. Mereka didata dan bagi yang sakit telah mendapatkan perawatan medis.

" Penampungan sementara mereka diberikan ruangan di aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) milik Pemkab Bireuen," ucap Hidayat.

Beri Komentar