Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Jakarta Dimulai, Waktu Belajar Cuma 3-4 Jam

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 7 April 2021 11:00
Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Jakarta Dimulai, Waktu Belajar Cuma 3-4 Jam
Sebanyak 85 sekolah dari seluruh jenjang pendidikan masuk dalam daftar uji coba.

Dream - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menggelar uji coba belajar tatap muka mulai hari ini, Rabu, 7 April 2021 hingga 29 April 2021. Sebanyak 85 sekolah dari seluruh jenjang pendidikan masuk dalam daftar uji coba.

Ke-85 sekolah tersebut tersebar di enam kabupaten/kota dengan rincian satu sekolah di Kepulauan Seribu, 25 sekolah di Jakarta Selatan, 25 sekolah di Jakarta Timur, 10 sekolah di Jakarta Pusat, 18 sekolah di Jakarta Barat, dan enam sekolah di Jakarta Utara.

Humas Disdik DKI Jakarta Taga Radja mengatakan, awalnya ada 100 sekolah yang akan ikut uji coba pembelajaran tatap muka. Namun, berdasarkan kriteria dan penilaian pihaknya yang lolos hanya 85 sekolah.

" Dari 100 itu sisanya 85 sekolah, piloting SD, SMP, SMA, SMK," kata Taga dikutip dari Liputan6.com, Rabu 7 April 2021.

1 dari 3 halaman

Durasi Belajar dan Materi Pembelajaran

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana memberikan gambaran belajar tatap muka di Jakarta akan berlangsung seminggu sekali untuk satu jenjang kelas tertentu.

" Durasi belajar terbatas antara 3-4 jam dalam satu hari," kata Nahdiana dikutip dari merdeka.com, Rabu 7 April 2021.

Jumlah peserta didik yang ikut dalam belajar tatap muka maksimal 50 persen dari daya tampung per kelas dan pengaturan jarak 1,5 meter antar peserta didik. Sedangkan untuk materi pembelajaran juga dibatasi.

" Yaitu hanya materi-materi esensial yang disampaikan pada pembelajaran tatap muka," ucapnya.

2 dari 3 halaman

Dapat Banyak Rekomendasi

Lebih lanjut Nahdiana menyatakan, pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menyiapkan rencana pembelajaran tersebut. Berbagai rekomendasi pun telah diterima demi menjamin kesehatan dan keselamatan peserta didik.

" Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam mengambil kebijakan terkait pelaksanaan satuan pendidikan di semester genap tahun pelajaran 2020/2021. Prioritas kita semua adalah kesehatan dan keamanan peserta didik. Tentunya seluruh persiapan akan didiskusikan terlebih dahulu dan dimatangkan sebelum dilaksanakan,” katanya.

3 dari 3 halaman

Tak Paksa Orang Tua

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku terdapat sejumlah orang tua murid yang masih ragu dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

" Jadi kita kembalikan kepada orang tua mana yang bersedia mana yang tidak. Kita tidak memaksakan," kata Riza di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa 6 April 2021.

Riza menyatakan hal tersebut merupakan hal yang lumrah dan bentuk kekhawatiran orang tua terkait penyebaran Covid-19.

" Tentu hak orang tua mengizinkan atau tidak. Untuk itu semua keputusan kami juga mendengarkan dari para orang tua," jelas dia.

(sah)

Beri Komentar