Cara Memilih Teman di Era Medsos

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 14 Mei 2019 09:40
Cara Memilih Teman di Era Medsos
Jangan pilih teman yang suka menyebar hoaks.

Dream - Pertemanan di era media sosial kerap dibumbui dengan beraneka rupa. Tanpa adanya kehati-hatian, kamu akan tergoda untuk berteman dengan pemilik akun tertentu yang sebetulnya tak sebaik isi unggahannya.

Wakil Ketua Lembaga Dakwah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Muhammad Nur Hayid memiliki saran bagaimana berteman di media sosial.

Sebelum menjelaskan bentuk dan karakter pertemanan, Gus Hayid, sapaannya, mengutip kitab Bidayatul Hidayah karangan Imam Ghozali, membagi tiga kategori karakter manusia menjadi tiga.

 Bagaimana Menjaga Kualitas Sholat Kita?

" Pertama, manusia itu seperti makanan, kita tidak mungkin bisa melepaskan diri dari makanan selama kita masih bernyawa," kata Gus Hayid, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 13 April 2019.

Pendapat itu artinya, sebagai mahluk sosial, seorang tidak akan bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Dengan berakhlak baik, manusia dapat mendapat asupan makanan yang baik.

 

1 dari 2 halaman

Jangan Pilih yang Merusak Diri

Kedua, manusia itu ada yang seperti obat fungsinya. Kadang kita butuh saat kita sakit dan kadang kita harus menjauhi obat agar tidak overdosis.

" Dalam konteks ini, pastikan jangan salah memilih teman sebagaimana jangan salah diagnosa penyakit dan akhirnya salah minum obat," ucap dia.

Ketiga, manusia yang memiliki karakter seperti penyakit. Gus Hayid menyarankan, jangan cari manusia model ini sebagai kawan atau teman.

" Sebab selain pasti akan merusak diri kita juga pasti akan menularkan keburukannya kepada orang lain," ucap dia.

 

2 dari 2 halaman

Jadi Pilih yang Bagaimana?

Tiga model pertemanan ini, kata Gus Hayid, sangat terbuka di era media sosial saat ini.

" Pilihan tinggal kita sendiri, mau milih sahabat dan teman yang kita butuh setiap saat karena mampu membawa kekuatan dan energi yang baik, atau mau memilih penyakit yang akan menggerogoti diri kita hingga tumbang tanpa manfaat hidup di atas muka bumi ini," kata dia.

Tentu orang yang waras akan memilih yang pertama dibanding yang ketiga. Golongan orang-orang yang pertama itu merupakan golongan orang-orang yang soleh, alim, tawadhu' dan penuh rahmah dan cinta yang jauh dari sikap sombong.

" Bukan model orang-orang yang suka mencaci maki dan menebar hoax, suka menghina dan merendahakan orang lain karena kesombongannya," ujar dia. (ism)

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara