Habiskan 22 Jam Main Game, Bocah Ini Terserang Stroke

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 14 Juli 2020 07:33
Habiskan 22 Jam Main Game, Bocah Ini Terserang Stroke
Ternyata lengan Xiaobin lumpuh karena terlalu lama main video game.

Dream - Selama berbulan-bulan, nyaris seluruh orang di dunia berusaha mencari kesibukan saat pemerintah mulai memberlakukan lockdown, demi menghindari penularan Covid-19.

Ada masanya kegiatan rumahan seperti menonton film atau bermain game menjadi opsi kebiasaan baru.

Namun apabila melakukan kegiatan itu menjadi berlebihan dapat berdampak buruk bagi tubuh, seperti contohnya kasus yang terjadi pada bocah 15 tahun asal China.

1 dari 3 halaman

Bocah bernama Xiaobin yang berusia 15 tahun dari Nanning, China dilarikan ke rumah sakit setelah tiba-tiba pingsan di rumahnya.

Dilansir dari World of Buzz, setelah ditangani dokter, bocah itu baru menyadari lengannya lumpuh.

Setelah ditelusuri, ternyata lengan Xiaobin dapat lumpuh karena dirinya terlalu lama bermain video game.

Sejak lockdown diberlakukan di China, Xiaobin setiap harinya bermain video game selama 22 jam selama satu bulan penuh.

2 dari 3 halaman

 Xiaobin © Dream

Menurut Nanning Television, Xiaobin harus tetap berada di rumah sejak seluruh sekolah di China ditutup demi memutus rantai penularan Covid-19.

Tidak diketahui sejak kapan bocah ini mulai kecanduan bermain game, namun menurut kesaksian kedua orang tuanya, Xiaobin selalu mengurung diri didalam kamarnya dan berkata bahwa ia sedang mengikuti kelas daring.

" Dia selalu menutup jendela dan mengunci pintu. Kami tidak tahu apa yang dia lakukan di dalam kamar," jelas orang tua Xiaobin.

" Saya melihat percakapan online-nya dengan teman-teman. Dia mengatakan dia tidak cukup istirahat dan tidur paling banyak dua jam sehari," tambah mereka.

Xiaobin saat ini menjalani perawatan di rumah sakit tetapi masih belum jelas apakah ia akan sepenuhnya pulih.

3 dari 3 halaman

Dr Li, seorang spesialis otak di rumah sakit, mendiagnosis Xioabin dengan stroke otak. Dia menambahkan bahwa kondisinya diakibatkan bermain video game secara berlebihan dan kurang tidur.

Stroke datang dari kurangnya nutrisi dan istirahat, sehingga menyebabkan berkurangnya jumlah darah dan oksigen yang mencapai otaknya.

Selain efek fisik jangka panjang pada tubuh seperti yang terjadi pada Xiaobin, stroke otak juga dapat memengaruhi tubuh secara psikologis.

Menurut Unity Point, kecanduan video game dapat menyebabkan lekas marah, cemas atau depresi sehingga memengaruhi kinerja seseorang di sekolah atau di tempat kerja.


(Sumber: World of Buzz)

Beri Komentar