Viral Jam Tangan 'KW' Meledak Saat Digunakan, Waspada!

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 16 September 2019 11:11
Viral Jam Tangan 'KW' Meledak Saat Digunakan, Waspada!
Jam tangan ini sedang digandrungi anak-anak. Beredar edisi tiruannya. Diduga, barang tiruan ini yang meledak dan menimbulkan korban.

Dream - Menggunakan barang tiruan alias KW sebaiknya dihindari. Apalagi untuk produk elektronik yang memiliki baterai.

Alih-alih bisa bergaya, hal tidak inginkan dapat dialami oleh pengguna. 

Seperti yang sedang viral berikut. Beredar tambar tangan seorang bocah yang mengalami luka melepuh.

Dalam unggahan itu disebutkan, tangan si bocah terluka akibat jam tangan yang meledak.

"Korban jam KW," tulis akun Instagram @makassar_iinfo seperti dikutip Dream.

Dalam unggahan itu terlihat tangan si anak mengalami beberapa luka bakar. Selain itu, bagian baterai jam tangan juga telihat rusak setelah meledak.

Menanggapi unggahan itu, sejumlah warganet turut memberikan komentar.

" Lebih baik gak usah punya dari pada pake yang KW dan akhirnya membahaya kan," komentar @dilahutari.

"Orangnya lah yang salah, kenapa mau beli KW. Sudah tau KW gak aman, gak tahan air, hmmm," kata @lia1196.

1 dari 4 halaman

Ingatkan Suami Jangan Simpan Handphone di Saku Celana, Bahaya!

Dream - Kesuburan bukan hanya masalah yang terjadi pada wanita. Seorang pria pun bisa mengalaminya jika kuantitas maupun kualitas sperma tak sesuai standar yang dibutuhkan untuk proses pembuahan.

Sayangnya masih banyak kebiasaan yang dapat mengurangi kejantanan masih saja dilakukan masyarakat. Salah satu yang sering dilakukan adalah menyimpan telepon genggam di saku celana.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Beeleoni menjelaskan, radiasi merupakan musuh besar bagi sperma. Handphone menjadi salah satu penyumbang radiasi tertinggi di kehidupan sehari-hari.

Kebiasaan menyimpan handphone di kantong celana dapat memperburuk kondisi sperma.

" Handphone punya radiasi yang dapat mengganggu spermatogenesis (pembentukan sel sperma) di buah zakar jika diletakkan di kantong celana," tuturnya di Jakarta, Selasa 18 Desember 2018.

Beeleoni menyebutkan, tempat sperma yang menyimpan kelenjar testis memiliki suhu 3 derajat celcius lebih rendah dibandingkan perut. Lokasi ini sangat strategis sebagai tempat pembentukan sperma.

Jika  buah zakar terpapar radiasi, testis barrier yang berfungsi sebagai pelindung akan rusak. Hal ini dapat mempengaruhi jumlah dan kualitas sperma.

" Normalnya, sperma akan beregenerasi selama tiga bulan sekali. Jika terpapar radiasi dalam waktu yang lama, jumlah dan kualitasnya akan menurun," ujar Beeleoni.

Selain handphone, gadget lain seperti laptop juga dapat memancarkan radiasi. Untuk itu, hindari kebiasaan menaruh laptop di atas perut. Para pria juga dianjurkan untuk tidak memakai pakaian dalam terlalu ketat guna menjaga suhu buah zakar.

Faktor internal seperti rokok, konsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu juga menjadi dalang infertilitas. Biasakan gaya hidup sehat dan segera lakukan konsultasi jika ingin melakukan program hamil.(Sah)

[crosslink_1]

2 dari 4 halaman

Mengejutkan, Begini Rasanya Hidup Tanpa Handphone

Dream - Telepon pintar bak candu. Hampir semua orang yang sudah memakainya merasa ketagihan. Ketergantungan. Tak bisa melepas alat telekomunikasi dengan beragam fasilitas itu.

Mungkin Anda salah satu orang yang sudah kecanduan telepon pintar itu. Meski sedang tak butuh menelepon, rasa ingin memegang telepon selular tetap ada. Meski sekadar dipakai bermain game.

Dan inilah rasanya jika orang yang sudah kecanduan dipaksa melepaskan telepon selular. Sebuah tantangan dilakukan di Chongqing Sanxia College, Chongqing, China. Tujuannya, mengukur bagaimana manusia tak tahan hidup tanpa telepon pintar mereka.

Tantangan ini cukup unik. Seorang dosen memperbolehkan para mahasiswa bermain Ponsel saat jam pelajaran. Sang dosen ingin melihat apakah para mahasiswa itu tahan tidak memainkan ponsel saat jam pelajaran --setelah diperbolehkan bermain.

Tantangan ini dilakukan selama sebulan. Namun hasilnya, banyak siswa yang tak tahan ingin bermain ponsel saat jam pelajaran. Banyak siswa yang mengalami nomophobia, ketakutan saat tidak bisa mengakses kontak yang terdapat di telepon seluler.

Dari 400 mahasiswa yang ikut tantangan, 300 di antaranya gagal di hari-hari awal. Bertahan tiga hari pun tak sanggup. Karena sudah diizinkan, mereka bermain ponsel saat jam pelajaran. Menyerah dan harus mengenakan gelang sebagai pertanda gagal.

Dosen yang menggagas tantangan itu, Li Jiandong, mengatakan, banyak di antara mahasiswa itu yang tak tahan ingin mengakses telepon selular, mengakses media sosial, semacam WeChat maupun Weibo yang populer di China.

Liu Yujing, mahasiswa jurusan ekonomi yang gagal dalam tantangan tersebut, mengatakan, tak sanggup hidup tanpa ponsel. “ Aku menderita pada hari pertama,” kata dia, sebagaimana dilansir CCTV News, Jumat 22 April 2016.

“ Keinginan untuk mengecek telepon terus menghantuiku selama di kelas, dan aku tak bisa melawan tantangan pada hari ke tiga,” tambah dia.

Meski demikian, percobaan ini membuat dara ini berpikir betapa tergantungnya dia pada gadget. Liu berkata, dia akan mencoba tidak tertipu oleh ponsel. “ Aku ingin fokus pada pelajaran,” ujar dia.

Siswa lainnya, Qian Guoding, lulus dalam tantangan itu. Namun dia mengaku ikut tantangan itu dengan alasan ingin tahu saja, bukan untuk bertahan dan menganggap tantangan itu sebagai tugas yang wajib dilakukan.

Qian mengaku biasa mengakses ponsel selama pelajaran di kelas agar tetap update di sosial media. Tapi ikut serta kampanye ini membantunya untuk menghilangkan kebiasaan tersebut.

Apakah Anda bisa tenang tanpa ponsel? Tak panik saat ponsel tertinggal di rumah? Hehehe....

3 dari 4 halaman

Sering Lihat Handphone Setiap Malam, Mata Lelaki Itu...

Dream - Seorang pria didiagnosis menderita kanker mata hanya karena terlalu sering menatap layar Telepon Seluler (Ponsel).

Jika Anda memiliki kebiasaan menatap layar ponsel berlama-lama, sudah saatnya untuk menguranginya.

Selama ini Anda pasti tidak mengetahui efek berbahaya dari menggunakan Ponsel untuk jangka waktu yang lama.

Tapi, setelah mengetahui kisah pria berikut, kebiasaan menatap layar ponsel dalam waktu lama mungkin akan berkurang.

Seorang pria berusia 40 tahun pergi ke dokter untuk memeriksakan matanya yang merah dan pandangannya semakin lama semakin kabur.

Dokter pun bertanya kepada pria itu tentang apa saja yang dia lakukan selama ini sehingga kondisinya menjadi demikian.

Pria itu menjawab bahwa dia punya kebiasaan menggunakan Ponsel sebelum berangkat tidur malam.

Dokter kemudian melakukan pemeriksaan dan hasilnya sungguh mengejutkan. Kondisi mata pria itu tak sekadar mengalami masalah mata merah. Dia menderita kondisi yang lebih parah.

Pria tersebut menderita kanker mata, dan dokter tidak bisa berbuat apa-apa dalam menanganinya.

Masalahnya, sampai sekarang pengobatan modern belum menemukan prosedur yang tepat untuk menggantikan retina rusak.

Menurut beberapa penelitian, cahaya yang dipancarkan layar Ponsel dapat merusak retina sehingga bisa mengakibatkan masalah buruk pada penglihatan manusia.

Kondisi tersebut semakin buruk jika sering atau punya kebiasaan bermain Ponsel di ruang dengan cahaya kurang atau gelap.

Cahaya yang memancar dari ponsel dalam kondisi kurang cahaya bisa membuat mata kering. Selain itu juga dapat menyebabkan kanker mata atau bahkan kadang-kadang buta permanen.

Dan inilah yang sedang dialami oleh pria tersebut.

(Sumber: Wittyfeed.com)

[crosslink_1]

4 dari 4 halaman

`Bila Beli Ponsel China, Saya Akan Tertimpa Musibah`

Dream - Dalam beberapa hal kita kadang mengucapkan sumpah. Bahkan kita bersumpah menggunakan nama Allah. Padahal sesuatu yang menyebabkan kita bersumpah itu termasuk sepele.

Namun, namanya sumpah, jika sudah terucap pasti akan memunculkan konsekuensi hukum, menurut agama. Apalagi sumpah itu dengan menggunakan nama Allah.

Seperti yang dilakukan oleh seorang penanya pada Redaksi Bahtsul Masail NU Online. Penanya itu mengaku pernah bersumpah: " Bila membeli telepon genggam made in Cina, saya akan tertimpa musibah atau penyakit yang berbahaya dan mematikan."

Sang penanya meminta pertimbangan. Bertanya apakah boleh melanggar sumpah tersebut. Dan apabila melanggarnya, apakah ada konsekuensi atau tertimpa musibah sebagaimana isi sumpah tersebut.

Menurut Bahtsul Masail NU Online, sumpah disebut " yamin" . Ulama mendefinisikan sumpah sebagai pernyataan tekad untuk mewujudkan sesuatu yang mungkin bisa dilanggar.

Sumpah biasanya diperlukan pada saat-saat tertentu demi sebuah kepentingan. Sumpah dianggap mengikat kalau menyebut nama Allah atau sifat-sifat-Nya dan harus dilakukan dengan niat untuk sumpah, bukan maksud main-main.

Dalam keadaan terikat ini, pelanggaran sumpah memiliki konsekuensi. Pelanggar sumpah akan dikenakan kafarah, tebusan atas pelanggaran sumpahnya sendiri.

Bagaimana pendapat para ulama tentang masalah ini? Baca ulasan selengkapnya di tautan berikut ini. (Ism)

Beri Komentar
Mengharukan, Reaksi Gempi Dengar Gading dan Gisel Tidur Bareng Lagi