Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Peneliti Menyarankan Untuk Bermain Sosmed Hanya 30 Menit Sehari. (Foto Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Sudah banyak penelitian mengungkapkan bahaya terlalu lama bermain telepon genggam. Tak hanya para gamers, kamu yang selalu berselancar di sosial media juga diimbau waspada.
Pengguna ponsel yang sering bermain Sosmed ternyata memiliki kecenderungan terserang risiko penyakit mental, seperti depresi dan kesepian.
Temuan mengejutkan itu terungkap dari sebuah studi terbaru yang dipublikasikan pada Desember 2017 oleh para peneliti di University of Pennsylvania, Amerika Serikat. Para ahli ini membuat penelitian tentang ketergantungan pada media sosial dan dampaknya bila berhenti menggunakannya.
Hasilnya cukup mengejutkan. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Social and Clinical Psychology itu menyebutkan bahwa membatasi penggunaan media sosial hingga sekitar 30 menit per hari dapat meningkatkan kesehatan mental penggunnya.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti yang diketuai Melissa G. Hunt, mengumpulkan 143 mahasiswa untuk diuji coba. Mereka menjalani dua uji coba berbeda, pada musim semi dan musim gugur.
Setiap mahasiswa harus memiliki akun media sosial Facebook, Instagram, dan Snapchat. Selain itu, Hunt hanya memilih mahasiswa yang memilih iPhone.
Alasannya, iPhone akan mencatat dan menampilkan total waktu yang dihabiskan untuk bermain media sosial secara otomatis di layar.
Hunt dan koleganya memantau para mahasiswa itu dalam menggunakan media sosial selama seminggu. Hunt juga memberi kuesioner yang menilai kesehatan mental mereka.
Kuesioner tersebut mengandung tujuh faktor yang berbeda, yaitu dukungan sosial, takut kehilangan, kesepian, kemandirian dan penerimaan diri, kecemasan, depresi, dan harga diri.
Selanjutnya, Hunt melakukan eksperimen terhadap para mahasiswa tersebut. Selama tiga minggu berikutnya, satu kelompok mahasiswa yang dipilih acak dibiarkan bermain media sosial seperti biasanya.
Sementara kelompok mahasiswa yang lainnya hanya boleh menggunakan media sosial selama 10 menit per platform untuk setiap harinya.
" Di sini kita melihat perbedaannya. Menghabiskan lebih sedikit waktu untuk media sosial daripada biasanya akan menurunkan depresi dan kesepian secara signifikan. Efek ini sangat terasa bagi orang-orang yang tertekan ketika menjalani uji coba," kata Hunt.
Para peneliti memilih untuk membatasi media sosial daripada menyuruh subjek untuk berhenti sama sekali. Membatasi penggunaan media sosial terlihat lebih realistis.
Hunt juga melihat adanya penurunan pada masalah kecemasan dan takut kehilangan pada subjek yang membatasi penggunaan media sosial mereka.
Sayangnya, para peneliti tidak melihat ada perbaikan pada masalah dukungan sosial, harga diri, kemandirian dan penerimaan diri pada subjek penelitian.
“ Karena penelitian ini adalah yang pertama dari jenisnya, ada banyak peluang untuk melakukan penelitian yang lebih lanjut,” para penulis menyatakan.
Nah, yakin mau menghabiskan waktu menatap layar kecil ponsel kamu?
(Sah, Sumber: QZ)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya