Program Kuota Internet Harga Terjangkau untuk Madrasah Diperpanjang

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 6 Agustus 2020 09:45
Program Kuota Internet Harga Terjangkau untuk Madrasah Diperpanjang
Selain institusi, para peserta didik madrasah juga bisa mendapatkan layanan kuota dengan harga terjangkau ini.

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) memperpanjang program penyediaan kuota internet dengan harga terjangkau untuk madrasah. Program ini bekerja sama dengan empat provider telekomunikasi yatu Telkomsel, XL-Axiata, Indosat Ooredo, dan Tri.

Dengan program ini, Kemenag berharap beban orang tua yang menitipkan anak belajar di madrasah bisa lebih ringan saat menjalani sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“ Program yang awalnya berlangsung hanya untuk bulan Juli, diperpanjang hingga 31 Desember 2020,” ujar Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A Umar, dikutip dari laman Kemenag.

Dari hasil evaluasi satu bulan pertama, Umar mengatakan program ini cukup mendukung institusi madrasah dalam mengimplementasikan kegiatan belajar mengajar secara online.

Kuota internet dengan harga terjangkau tersedia bagi lebih dari 80 ribu madrasah di seluruh Indonesia. Semua tingkat madrasah dapat menerima manfaat dari program tersebut, mulai dari tingkatan Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

 

1 dari 3 halaman

Daftar Harga dan Cara Mendapatkannya

Institusi madrasah akan diberikan pilihan besaran kuota mulai dari 10 GB seharga Rp40.000 hingga 50 GB seharga Rp100ribu dengan masa aktif 30 hari. Khusus untuk Tri, ada pilihan dari 6GB sampai 117 GB dengan rentang harga Rp39 ribu sampai Rp117 ribu.

Pengelola madrasah yang ingin mendapatkan manfaat dari program Penyediaan Kuota Terjangkau ini, baik untuk pengajar, tenaga pendidikan maupun pelajar, dapat mengakses informasi lebih lanjut dan mengajukan pendaftaran melalui https://madrasah.kemenag.go.id/bantuankuotaterjangkau/

Diakui umar, masih ada sejumlah madrasah yang mengalami kendala server saat memanfaatkan e-learning madrasah. Akibatnya, mereka kesulitan menggunakan aplikasi e-learning madrasah.

“ Sebagai solusi, kita telah menggandeng telkomsigma untuk memberikan layanan cloud server sehingga madrasah dapat dengan mudah mengoptimalkan pembelajaran daring yang lebih sistematis dan menyenangkan,” kata dia.

2 dari 3 halaman

Kemenag Ajak Provider Gratiskan Paket Data Pendidikan Madrasah

Dream - Biaya paket data menjadi kendala tersendiri dalam pelaksanaan pembelajaran secara online. Melihat kondisi itu, Kementerian Agama (Kemenag) mengkahi kemungkinan menjalin kerja sama dengan provider jaringan internet untuk penyediaan paket data secara gratis.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar mengatakan, pembelajaran secara online di madrasah akan terus dikembangkan.

Kemenag saat ini telah mengembangkan e-learning madrasah. Namun agar pengoperasiannya oleh pihak sekolah dan anak didik bisa optimal perlu sinergi dengan provider.

" Kami tengah menginisiasi kerjasama dengan provider jaringan internet untuk memberikan dukungan paket data bagi siswa madrasah," ucap Umar di Jakarta, baru-baru ini.

Dia mengatakan, skema kerja sama dengan provider itu bisa dalam bentuk pemberian paket data gratis atau pemberian kuota tertentu bagi siswa dan guru madrasah untuk mengakses situs tertentu yang terkait pembelajaran.

3 dari 3 halaman

" Skema kerjasama ini tentu mengacu pada ketentuan peraturan tentang pengadaan barang atau jasa pemerintah. Ini yang sedang dikaji," ujar dia.

Umar menyebut, e-learning madrasah sedianya akan mulai digunakan mulai tahun ajaran 2020/2021, Juli 2020. Tetapi, seiring pemberlakuan daring dalam pencegahan Covid-19, e-learning sudah digunakan lebih awal, sejak Maret 2020. 

" Sampai sekarang sudah 9.561 madrasah, 45.956 guru, dan lebih 420 ribu siswa yang memanfaatkan layanan e-learning madrasah," kata dia.

" Kemenag juga sedang menyusun Modul Pembelajaran Jarak Jauh bagi siswa dan madrasah yang masih terisolir dan mempunyai hambatan jaringan internet di daerahnya," ucap dia.

Beri Komentar