Makin Canggih, Inilah Robot Seniman Bernama Ai-Da

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 11 Juni 2019 16:16
Makin Canggih, Inilah Robot Seniman Bernama Ai-Da
Kolaborasi antara manusia dan teknologi yang penting untuk masa depan.

Dream - Perkembangan kecerdasan buatan (artificial inteligent/AI) dan robotik telah berkembang pesat. Terinspirasi dari kesuksesan seniman, Andy Warhol, Tracy Emin, dan JMW Turner, seorang direktur galeri seni di Oxford, Inggris, bernama Aidan Meller mengembangkan robot seniman yang dapat membuat karya seni.

Meller melihat perkembangan pesat kecerdasan buatan di tahun ini, 2019. Dengan pemikiran ini, dia mengembangkan inovasi dan memutuskan membuat robot yang dapat membawa seni ke dunia nyata dengan potensi AI.

Ketertarikan ini menghasilkan Ai-Da, robot penghasil karya seni. Aida memiliki kepala dan leher humanoid, termasuk rambut panjang.

Saat ini kerangka dan anggota tubuhnya dibiarkan terbuka. Sementaranya jari-jarinya terlihat menggenggam alat lukis atau gambar.

Dengan menggunakan kamera di matanya, dia dapat mengidentifikasi apa yang ada di depannya dan membuat karya seni lukis bergaya impresionistik di atas kertas.

Dilaporkan CNet, pekan depan, Ai-Da akan membuka pameran seni perdananya di Galeri Barn, St John's College di Universitas Oxford, 12 Juni hingga 6 Juli 2019.

Ai-Da akan memamerkan gambar-gambar yang dia ciptakan. Gambar-gambar itu dihasilkan dari persepsi tentang objek dan pemandangan yang dia amati di dunia.

1 dari 1 halaman

Memamerkan Patung

Selain lukisan, Ai-Da juga akan memamerkan karya seni kriya, berupa patung kecil yang dibuat dalam perunggu.

" Ketika Anda mengamati seni, Anda akan mengamatinya dari kaca mata seorang seniman," ucap Meller.

" Jika kita tak punya robot humanoid, kondisi amatan itu tentu akan lebih sulit," kata dia.

Robot Ai-Da juga punya persepsi unik atas karyanya. Tetapi, kata Meller, proses itu tercipta dengan kondisi yang tak sederhana.

" Orang-orang bicara mengenai printer yang mahal. Tidak, karya ini merupakan hasil dari algoritma AI, itu sepenuhnya kreatif, kami tidak tahu apa hasil karya seninya," ujar dia.

Meskipun gambar Ai-Da dikendalikan oleh sistem pemrograman kecerdasan buata, lukisan yang dipajang saat pameran merupakan kolaborasi yang dipandu manusia. Melihat potensi itu, Meller menyebut, manusia dan teknologi dapat bekerja sama untuk menciptakan seni di masa depan.(Sah)

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal