Coba Healing ke Desa Wisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Reporter : Shania Suha Marwan
Kamis, 1 Desember 2022 12:48
Coba Healing ke Desa Wisata Berkelanjutan di Labuan Bajo
Ini dia beberapa tempat wisata berkelanjutan yang ada di Labuan Bajo yang bisa kamu datangi!

Dream - Labuan Bajo dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia karena keindahan alamnya. Saat ini Labuan Bajo juga dijadikan sebagai salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas oleh pemerintah Indonesia. 

Lautnya hijau biru kehijauan, alamnya yang masih otentik serta hewan endemik yang selalu membuat turis lokal dan mancanegara penasaran. Selain bermain di pantai atau bersama komodo, kamu juga bisa mencoba berkunjung ke pusat wisata berkelanjutan yang ada di sekitar Labuan Bajo. 

Berikut ini, ada beberapa rekomendasi tujuan wisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

1 dari 3 halaman

Desa Wae Rebo

Desa Wae Rebo yang dijuluki sebagai ”desa di atas awan” ini terletak di Kampung Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur. 

Beberapa upaya dilakukan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan di desa ini dengan dibatasinya penggunaan listrik, memproduksi makanan yang bersumber dari lahan perkebunan setempat, serta kearifan lokal yang terdapat pada detail arsitektur tradisionalnya.

© Ilustrasi/Shutterstock

Di desa ini juga terdapat tujuh rumah adat “ Mbaru Niang” yang diakui sebagai situs warisan budaya dunia.

Desa Bena

Di sekitar Labuan Bajo ada sebuah perkampungan megalitikum, yaitu Desa Bena yang terletak di Kecamatan Aimere,  Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Lokasinya yang berada di puncak bukit dengan latar belakang Gunung Inerie membuat desa ini memiliki pesona tersendiri. 

Jika berkunjung ke desa ini, kamu bisa menemui suasana desa dan gaya hidup warisan leluhur mereka seperti rumah tradisional yang dibuat dari material alami serta sumber konsumsi yang berasal dari perkebunan setempat. 

2 dari 3 halaman

Desa Tololela

© Ilustrasi/Shutterstock

Ingin menikmati budaya dan alam desa yang otentik? Coba mampir ke Desa Tololela. Desa yang terletak di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur ini bersemayam di kaki Gunung Inerie. Adat dan budaya di desa ini masih sangat kental, salah satunya terlihat dari bentuk rumah tradisional yang unik, terbuat dari kayu dengan beratapkan ilalang. 

Penggunaan bahan alami dan lokal untuk kehidupan sehari-hari masyarakat adalah warisan leluhur yang dijaga keberlanjutannya.

Desa Cancar

Kamu bisa menghirup udara segar pesawahan nan luas di Desa Cancar yang terletak di Kecamatan Ruteng Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Desa ini memiliki daya tarik utama yaitu area persawahan yang berbentuk jaring laba-laba dan disebut “ Lodok” oleh masyarakat setempat. 

Sebagian besar masyarakat desa di sini memiliki profesi sebagai petani. Mereka mengelola area persawahan ini dengan sistem khusus yang disebut “ Lingko”, yang mengatur pembagian dalam pengelolaan sawah yang dilakukan oleh ketua adat kepada masyarakatnya. Sistem ini juga dijaga keberlanjutannya karena membawa manfaat bagi masyarakat setempat.

3 dari 3 halaman

Desa Wologai

Desa adat lain yang perlu kamu kunjungi saat liburan di Labuan Bajo adalah Desa Wologai yang terletak di Kabupaten Ende. Desa yang berdiri di puncak bukit yang dikelilingi perbukitan hijau nan luas ini diperkirakan sudah ada sejak sekitar 800 tahun yang lalu.

© Ilustrasi/Shutterstock

Desa ini juga masih menjalankan beberapa ritual tradisional, seperti ritual panen di bulan April “ Keti Uta” dan ritual menumbuk padi di bulan September “ Ta'u Nggua”. Masyarakat setempat menjaga lingkungan tetap asli dengan merawat rumah adat serta senantiasa menggunakan bahan alami dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sumber: Indonesia.travel 

 

 

 

 

Beri Komentar