Sumber: Https://www.odditycentral.com/travel/skycycle-japans-sluggish-yet-terrifying-pedal-powered-roller-coaster.html
Dream - Pernah membayangkan bagaimana rasanya naik roller coaster? Tentu kamu akan berpikir ulang untuk naik wahana ini jika tak bisa menahan rasa takut.
Padahal, ada wahana yang jauh lebih menegangkan dibandingkan roller coaster. Wahana itu adalah SkyCycle.
Wahana bermain yang terletak di Washuzan Highland Amusement Park Okayama tidak meawarkan sensai melintas di tikungan dengan kecepatan tinggi. Bahkan, wahana ini sampai dijuluki sebagai roller coaster paling lambat di dunia.
Tetapi, jangan sekali-kali meremehkan wahana ini. Sebab kamu akan mendapatkan pengalaman penuh ketegangan mengendarai sepeda di atas ketinggian.
© Sumber: https://www.seasonal-japan.com/setouchi_sun-in/okayama/wasyuzanhairando/
SkyCycle merupakan sepeda yang dikendarai dua orang dengan posisi di kanan kiri. Sementara jalurnya bukan jalanan, melainkan lintasan rel yang terpasang di ketinggian 50 kaki dari permukaan tanah. Bisa dibayangkan bagaimana bersepeda di ketinggian tersebut?
Yang membuat wahana ini tambah menantang adalah tidak adanya penghalang angin di kedua sisi. Ini membuat kita bisa merasakan secara langsung tiupan angin menerpa tubuh. Sementara alat pengamannya sangat sederhana, berupa sabuk sederhana.
Walau terkesan mengerikan, pemandangan yang disuguhkan ketika menaiki wahana ini sangatlah indah. Sembari bersepeda santai di ketinggian selama tiga menit, kamu akan disuguhi pemandangan Okayama, beserta Pulau Seto dan Jembatan Raya Seto yang menakjubkan.
Berani coba?
Sumber: Oddity Central
Advertisement


5 Langkah Mengasah Pikiran Positif untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda