Terbang Tanpa Tujuan, Tren Baru Perjalanan Udara di Tengah Pandemi Covid-19

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Selasa, 29 September 2020 11:10
Terbang Tanpa Tujuan, Tren Baru Perjalanan Udara di Tengah Pandemi Covid-19
Tren ini bisa jadi alternatif buat kamu yang kangen kangen naik pesawat tapi takut tertular Covid-19.

Dream – Dunia penerbangan jadi salah satu industri yang paling terpukul pandemi Covid-19. Mereka pun harus memutar otak agar mampu bertahan.

Di sisi lain, banyak orang yang sudah kangen ingin terbang dan jalan-jalan. Sayangnya, banyak negara yang belum membuka jalur udaranya demi mencegah kasus penularan impor.

Menangkap hal itu sebagai peluang, sejumlah maskapai penerbangan menawarkan konsep traveling yang belum pernah ada sebelumnya, yaitu terbang tanpa tujuan. Maskapai pun berlomba-lomba menawarkan paket ini kepada para pelanggannya. 

Seperti Singapore Airlines yang sedang mempersiapkan tren unik yaitu terbang dari dan kembali lagi ke Bandara Changi. Pesawat akan melintasi wilayah udara negara-negara lain namun tidak untuk mendarat di sana.

Penerbangan memakan waktu tiga jam ini akan diatur dengan regulasi Covid-19 ketat. Nantinya penumpang akan dibatasi.

Mereka yang mendapat kesempatan untuk perjalanan tanpa tujuan harus mengkarantina diri selama 14 hari dengan terus dipantau lewat gelang elektronik agar tak meninggalkan rumah di tengah proses karantina.

1 dari 1 halaman

Selain Singapura, tren penerbangan baru di era pandemi sudah dijalankan maskapai asal Taiwan, EVA Air pada Juli hingga Agustus lalu. Untuk menarik penumpang, mereka meluncurkan penerbangan khusus bertema Hello Kitty dan menawarkan sajian makanan dari seorang Chef Michelin, Motokazu Nakamura.

Tak mau kalah, maskapai asal Australia, Qantas juga menawarkan penerbangan serupa dengan lama 7 jam mulai Oktober mendatang. Penerbangan dengan 134 kursi ini langsung ludes terjual hanya dalam waktu 10 menit.

Pesawat Boeing 787-Dreamliner akan mengajak para penumpang berkeliling dari Sydney, melewati Great Barrier Reef dan Uluru sebelum mendarat lagi di Sydney.

“ Ada banyak pelanggan kami yang terbiasa naik pesawat setiap dua pekan sekali dan mereka mengatakan sudah sangat rindu," ujar CEO Qantas, Alan Joyce dalam sebuah pernyataan.

Untuk menjamin keamanan di tengah pandemi, maskapai Qantas tetap melaksanakan prosedur Covid-19 dan mengurangi hampir sebagian total kursi demi menjaga jarak antar penumpang.

Kursi bagian tengah akan dikosongkan dan maskapai menjamin semua penumpang bisa melihat pemandangan yang indah dari jendela pesawat.

(Beq, Sumber Lonely Planet)

 

Beri Komentar