Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Asteroid Yang Memiliki Wajah Aneh (Foto: Mirrok.co.uk)
Dream - Antariksa menyimpan banyak rahasia dan keunikan. Salah satu misteri yang mulai terlihat yaitu asteroid berbentuk tengkorak kepala manusia.
Batu angkasa yang dijuluki Asteroid Kematian Halloween itu memang memiliki bentuk mirip tengkorak manusia dan menyeramkan.
Dilaporkan Metro UK, Asteroid itu pertama kali terlihat pada 13 Oktober 2015. Secara resmi asteroid itu dinamai 2015 TB145.
Saat melintas dekat orbit bumi, asteroid itu berjarak sejauh 302.000 mil dari permukaan atmosfer bumi. Jarak tersebut setara 1,3 kali jarak Bumi ke Bulan. Penduduk Bumi dapat menyaksikan asteroid itu pada November 2018.
Batu tengkorak raksasa ini kemungkinan adalah komet yang sudah mati. Mengenai bentuknya yang aneh dan mengerikan, sebagian ilmuwan memperkirakan itu karena 2015 TB145 mengorbit Matahari selama jutaan tahun dalam jarak antara 625 dan 700 meter dari pusat tata surya.
Asteroid umumnya terbuat dari batu atau logam, sementara komet terdiri dari es dan batu. Diperkirakan Asteroid Kematian Halloween mungkin pernah menjadi komet sampai es mencair dalam jangka waktu yang lama.
Penjelasan Ilmuwan
© Dream
Pablo Santos-Sanz dari Institute of Astrophysics di Andalusia baru saja menerbitkan makalah akademis yang merinci pengamatannya terhadap objek tersebut.
Dia mengatakan bahwa Asteroid Kematian Halloween tidak akan melintas dalam jarak yang terlalu dekat dengan Bumi selama kunjungan berikutnya.
Santos-Sanz memperkirakan tengkorak angkasa luar ini melintas sekitar 105 kali jarak antara Bumi dan Bulan.
" Meskipun pendekatan ini tidak akan begitu menguntungkan, kita masih bisa memperoleh data baru yang dapat membantu meningkatkan pengetahuan kita tentang massa dan massa serupa lainnya yang mendekati planet kita," tambah astronom tersebut.
Batu ruang angkasa berbentuk tengkorak itu diperkirakan melintas dalam jarak lebih dekat dengan Bumi di akhir abad ke-21.
Thomas G. Müller, seorang peneliti dari Max Planck Institute for Extraterrestrial Physics di Jerman mengatakan " Pertemuan berikutnya yang sedikit lebih menarik akan terjadi pada hari Halloween di tahun 2088. Saat itu objek tersebut mendekati Bumi sekitar 20 kali jarak ke Bulan."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya