Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Cerita Seram Perawat Bertugas Di Kamar Jenazah Kedatangan Teman Kerja. (Foto: MStar)
Dream - Ketika sedang melamun sambil menahan rasa kantuknya, Siti Fazilah kaget ketika telepon di konter kamar jenazah tiba-tiba berbunyi.
Telepon dari perawat lantai tiga meminta Siti untuk menyalakan saklar pendingin kamar jenazah karena ada jenazah yang akan datang.
Sambil melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul 1 pagi, Siti bertanya tentang jenazah supaya dia bisa mempersiapkan barang-barang diperlukan.
Sementara menunggu mayat turun, Siti memutuskan untuk masuk kamar jenazah. Dia memeriksa dokumen dengan membolak-balik lembaran kertas di atas meja.
" Sesekali saya menjeling ke arah pendingin kamar jenazah untuk melihat apakah suhunya sudah sesuai dengan kadar diperlukan atau belum," katanya.
Namun tiba-tiba, pintu kamar jenazah terbuka. Temannya Sarah, perawat dari lantai 4, muncul. Dia langsung duduk di kursi dekat Siti berdiri.
Sarah nampak kelelahan tetapi Siti tidak mau bertanya banyak kepada temannya itu karena sedang sibuk menyusun dokumen di atas meja.
" Meski tak menghiraukan Sarah, hati saya penasaran mimpi apa dia hingga turun ke kamar jenazah? Tapi saya pikir dia mungkin dapat tugas dari kepala perawat mengingat kami kekurangan staff saat ini," kata Siti dalam hati.
Jam hampir menunjukkan pukul 2 pagi, tetapi jenazah yang ditunggu masih belum tiba. Sarah juga sudah terlelap sambil menyandarkan kepalanya di atas meja kamar jenazah.

Pada awalnya, Siti ingin membangunkan Sarah tetapi tak sampai hati karena melihat temannya itu seperti benar-benar keletihan. Pikirnya, biarlah Sarah tidur hingga jenazah datang.
Namun ada satu kejadian yang membuat Siti langsung merinding dan setengah ketakutan ketika sehelai kertas di atas meja jatuh ke lantai kamar jenazah yang dingin itu.
" Ketika saya sibuk merapikan semua dokumen, tiba-tiba sehelai kertas jatuh ke atas lantai, dekat dengan kaki Sarah.
" Waktu saya menunduk untuk mengambil kertas itu, saya terkejut melihat kaki Sarah yang kelihatan pucat dan kebiru-biruan," ujar Siti.
Sebagai seorang perawat, Siti sudah cukup kenal dengan kaki jenis itu. Perasaan seram langsung menyergap dirinya.
" Rasa seram langsung menyeruak karena saya baru sadar bahwa yang di depan saya itu bukan teman saya Sarah. Tetapi makhluk yang menyerupainya," katanya.
Siti berusaha tidak menunjukkan rasa kaget dan takutnya. Sebaliknya, dia mencoba berlagak seperti biasa karena pernah berada dalam situasi sama sebelum ini.

" Kebetulan telepon berbunyi, perawat dari lantai tiga memberitahu mereka tidak jadi mengantar jenazah karena keluarga sudah datang untuk menjemputnya.
" Sejurus sambungan telepon terputus, saya langsung menoleh ke arah Sarah. Dia sudah tiada dan seperti diduga ia makhluk yang coba menakut-nakuti saya," ujarnya.
Berpengalaman 10 tahun bekerja sebagai petugas di kamar jenazah, Siti mengaku sering ditanya apakah dia merasa takut dengan profesinya itu.
" Mula-mula awalnya saya memang rasa takut dan gementar setiap kali ada mayat baru yang tidak dijemput keluarga dan perlu disimpan di dalam kamar jenazah.
" Mendengar cerita rekan-rekan yang lebih lama bekerja di sana tentang pengalaman mereka memang menyeramkan. Tetapi itu saya anggap bagian dari tugas di kamar jenazah," pungkasnya.
Sumber: mStar.com.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya