Direkam Saat Mandi, TKW Indonesia Penjarakan Majikan

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 19 Februari 2019 16:30
Direkam Saat Mandi, TKW Indonesia Penjarakan Majikan
Pekerja domestik asal Indonesia itu mengajukan banding atas keputusan karena nilai denda tak sesuai aturan upah minimum Hong Kong.

Dream - Perlakuan tak menyenangkan majikan pada Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia di luar negeri kembali terjadi. Kali ini dialami SR (26) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong. 

Majikannya melakukan aksi bejat dengan merekam aktivitas pribadinya saat tengah mandi dan berganti pakaian. Video tersebut dibuat untuk konsumsi pribadinya. 

Aksi bejat majikan tak lantas membuat SR tinggal diam. TKW tersebut memutuskan melaporkan perbuatan majikan pria bernaa Sin Man-yau (62) yang kemudian ditahan aparat hukum Hong Kong.

Kejadian dua tahun silam itu bermula saat SR mengetahui Sin diam-diam merekam aktivitas pribadinya di rumah majikan tersebut. SR langsung melaporkan Sin atas tuduhan pelecehan seksual dan melanggar Undang-undang diskriminasi seks.

Dalam berkas perkaranya, SR menyebut pelecehan seksual yang diterimanya berlangsung dari 1 Desember 2016 hingga 24 Februari 2017. SR berani melaporkan kasus itu setelah menemukan kamera digital hitam berbentuk bola yang diikat di rak mandi dengan lensa menghadapnya.

USai mengetahui menjadi korban pelecehan, SR langsung melaporkan Sin yang sehari berselang ditangkap polisi pada 25 Februari 2017.

1 dari 2 halaman

Polisi Temukan 20 Video Seronok

Dari hasil penyidikan, polisi Hong Kong menemukan Sin memiliki 20 rekaman video SR ketika sedang beraktivitas di dalam kamar mandi. Sin beralasan tindakan itu untuk kesenangan pribadinya.

Majelis Hakim kemudian memvonis Sin bersalah dan dihukum empat bulan penjara pada Maret 2018. Sin juga diwajibkan membayar upah SR sebagai pembantu senilai 19.604,51 dolar Hong Kong atau sekitar Rp35 juta.

Keputusan hakim ditolak SR yang mengaku tak puas dengan sanksi bayaran itu. Ia menuntut Sin membayar 105.840 dollar Hong Kong atau Rp190 juta.

 

2 dari 2 halaman

Minta Kompensasi Lain Rp155 Juta

SR keberatan karena jumlah gaji yang diterima seharusnya merujuk pada upah minimun SR sebesar 4.410 dollar Hong Kong atau hampir Rp8 juta. SR diketahui telah dua tahun bekerja untuk majikan tersebut

Tak hanya itu, SR juga menuntut Sin membayar kompensasi atas cedera emosi yang dialaminya sebesar 86.235,49 dollar Hong Kong atau Rp155,2 juta.

Terakhir, SR menuntut Sin membuat permintaan maaf secara tertulis atas tindakan yang telah dilakukannya serta menyatakan tidak memiliki gambar atau video apapun terkait dirinya.

Tekait kasus kompensasi ini, pengadilan setempat akan menggelar sidang pertama pada 30 April 2019 mendatang.

(Sah, Sumber: scmp.com)

Beri Komentar
Nggak Ribet, Ini Cara Merawat Hijab Ala Prilia Nur Afrida