Lubang Raksasa Ini Bakal Jadi Kota Bawah Tanah

Reporter : Sugiono
Kamis, 21 Februari 2019 16:42
Lubang Raksasa Ini Bakal Jadi Kota Bawah Tanah
Pernah jadi tambang berlian selama 40 tahun lebih, lubang galian tersebut akan diubah jadi kota bawah tanah yang modern.

Dream - Tambang Mirny atau sering disebut dengan Mir Mine merupakan salah satu lubang galian terbesar di dunia yang pernah dibuat oleh manusia.

Terletak di Siberia Timur, lubang galian ini pernah menjadi kawasan pertambangan berlian di bawah pemerintahan Republik Sosialis Soviet Otonom Yakutia.

Daerah ini diidentifikasi memiliki deposit berlian yang sangat besar ketika ahli geologi Uni Soviet melakukan eksplorasi pada tahun 1955.

Kini, tambang berlian yang masuk dalam kawasan Republik Sakha di Distrik Timur Jauh itu telah ditinggalkan.

Tambang ini memiliki kedalaman 525 meter dan diameter 1.200 meter, menjadikan Mir Mine sebagai lubang galian manusia terbesar ke-4 di dunia.

Menurut rencana, di dalam tambang raksasa tersebut akan dibangun sebuah kota modern di bawah tanah.

1 dari 2 halaman

Kota Bawah Tanah Modern

Tidak lagi digunakan sejak 2001 setelah lebih dari 40 tahun beroperasi, Mir Mine saat ini dirancang untuk dikembangkan menjadi sebuah kota bawah tanah modern.

Sebuah studio bahkan telah mengembangkan konsep digital perkotaan bawah tanah modern di Mir Mine yang dijuluki Eco 2020.

Konsep yang dikembangkan studio AB Ellis Limited pada tahun 2010 itu merupakan gagasan untuk menghidupkan kembali kawasan sekitar Mir Mine.

Rencananya, lubang galian raksasa itu akan ditutup dengan kubah transparan, sementara di dalamnya akan dibangun kompleks perumahan dan taman.

Jika bisa dibangun sesuai rencana, Eco 2020 diharapkan dapat menampung hingga 100.000 penduduk.

Selain perumahan dan taman, AB Ellis juga merancang kawasan pertanian dan hutan buatan dan tempat rekreasi.

2 dari 2 halaman

Kota Modern dengan Energi Terbarukan

Selain berfungsi sebagai pelindung, kubah transparan juga dirancang sebagai baterai energi surya raksasa. Kubah tersebut akan dipasang dengan panel surya yang bisa memberikan energi bersih ke kota.

Dengan bantuan teknologi canggih, sinar matahari di permukaan akan disalurkan ke kawasan hutan buatan, yang terletak di bawah kompleks perumahan untuk membantu dalam proses menghasilkan oksigen secara alami.

Di kompleks permukaan ini, penghuni diharapkan bisa menikmati cuaca dengan suhu hangat yang sedang dan tidak akan terpengaruh oleh suhu luar ruangan bahkan di musim dingin.

Meskipun Eco 2020 hanyalah sebuah kota imajiner, pengamat di industri konstruksi tidak sepenuhnya menolak ide tersebut dan tidak mustahil untuk diwujudkan.

(ism, Sumber: Siakapkeli.my)

Beri Komentar
Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim