Geger Pria Kanibal di Rusia Ditangkap, 3 Lelaki Jadi Korban

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 30 Oktober 2019 15:40
Geger Pria Kanibal di Rusia Ditangkap, 3 Lelaki Jadi Korban
Dia sempat mengabari salah satu keluarga korban.

Dream - Seorang pria di Rusia bagian utara diamankan polisi karena diduga melakukan tindakan kanibalisme. Pria berumur 51 tahun itu ditemukan polisi bersama sisa-sisa kucing, anjing, dan hewan yang lebih kecil.

Dilaporkan BBC, pria kanibal itu dicurigai mengeksekusi tiga lelaki itu usai mengonsumsi alkohol. Diduga, ketika para korban tertidur, dia menikam mereka dan memotong tubuhnya

Polisi melaporkan menemukan tulang manusia di dalam tas di danau dan sungai di dekat kota Arkhangelsk.

Komite Investigasi Rusia (SK) mengeluarkan pernyataan tentang tersangka dan merilis klip video penanahan tersangka. Polisi menyebut, pelaku dalam kondisi sehat secara mental. Dia sudah memiliki catatan kriminal, tetapi SK belum menyebutkan namanya.

Pembunuhan itu diduga terjadi pada 2016-2017, tetapi SK mengatakan butuh waktu lama untuk mengidentifikasi para korban.

Dua korban tidak memiliki kerabat yang dapat dilacak keberadaannya. Sementara kerabat korban yang ketiga, diyakini telah pindah ke kota lain untuk mencari pekerjaan.

1 dari 5 halaman

Sering Makan Kucing dan Hewan Kecil

Bagian tubuh yang ditemukan tidak dapat diidentifikasi tanpa tes forensik.

Pernyataan SK mengatakan bahwa " selain kanibalisme, terdakwa secara teratur membunuh dan memakan kucing, anjing dan hewan kecil lainnya, yang tulangnya ditemukan di dalam tas dicampur dengan tulang manusia.

Tersangka dilaporkan pindah ke flat milik salah seorang korban korban yang dia klaim sedang mencari pekerjaan di kota lain.

Saat memakai ruangan itu, dia memberi tahu orang tua pria itu sebelum pergi.

2 dari 5 halaman

Ingat Sumanto Manusia Kanibal? Dia `Incar` Daging Menag

Dream - Siapa yang lupa dengan nama Sumanto? Pria asal Desa Pelumutan, Purbalingga, Jawa Tengah, itu dikenal karena masa lalunya yang memakan daging jenazah tetangganya. Sumanto dihukum karena kasus pencurian mayat tersebut.

Usai ditahan, Sumanto dirawat di panti rehabilitasi. Dia ditemani pria bernama Haji Supono.

" Aktivitas saya bantu-bantu pak Haji (Supono) cabut-cabut rumput, bertani, ikut pengajian, pokoknya ikut pak haji," kata Sumanto dikutip Dream dari Planet Merdeka.

Selama tinggal di panti, Sumanto kerap bertemu banyak orang. Salah satunya, disebut-sebut mantan Menteri Agama (Menag) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tapi, tak disebut siapakah sosok mantan Menag itu.

Supono menceritakan, saat itu ia menjadi fasilitator antara Sumanto dan mantan Menag itu. Saat sedang mengobrol, mantan Menag itu berceletuk bertanya tentang masa lalu Sumanto.

" Pak menteri tanya, daging yang menurut Sumanto enak itu yang bagaimana," katanya.

3 dari 5 halaman

Menag Merinding Dengar Jawaban Sumanto

Tiba-tiba Sumanto mengarahkan telunjuknya ke mantan Menag itu. Kata Sumanto, menurut penuturan Supomo, daging mantan Menag masuk dalam kriteria mayat yang enak.

" Yang enak itu mayat orang yang baik seperti pak Menteri," kata Supono menirukan jawaban Sumanto.

Gara-gara ulahnya itu, sang mantan Menag terhenyak. Simak berita selengkapnya di sini...

4 dari 5 halaman

Sumanto Mencari Calon Istri

Dream - Masih ingat Sumanto? Pria yang dihukum 5 tahun penjara akibat kasus pembongkaran dan pencurian mayat pada 2003 silam.

Kini, Sumanto sudah menghirup udara bebas dan hidup normal layaknya orang pada umumnya. Meski begitu, Sumanto masih tetap harus menghadapi kenyataan pahit, warga desa tempatnya tinggal belum bisa menerima kehadirannya kembali.

Ya, warga Desa Plumutan, Kemangkon, Purbalingga, masih kerap berlaku sinis. Mereka menolak mentah-mentah kembalinya Sumanto.

Beruntung, ada orang baik hati yang mau menampung Sumanto. Dialah Supono, pengasuh panti rehabilitasi mental Annur, Bungkanel, Karanganyar Purbalingga.

5 dari 5 halaman

Hafal Ayat Alquran

Tinggal di bawah asuhan Supono, banyak perubahan positif pada Sumanto. Sumanto, kata Supono, kini sudah menjadi lebih dekat dengan Sang Pencipta.

Dia bahkan sudah banyak menghafal ayat-ayat suci Alquran. Meski begitu, stigma negatif masyarakat terhadapnya belum bisa hilang.

Warga tetap saja menolak, saat Sumanto beberapa kali mencoba pulang ke rumah orangtuanya. Yang memprihatinkan, bahkan ini sampai berpengaruh pada hajatnya untuk menikah.