Senior yang Bentak Mahasiswa Baru Saat Ospek Online Panen Hujat

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 16 September 2020 06:42
Senior yang Bentak Mahasiswa Baru Saat Ospek Online Panen Hujat
Dalam video terlihat senior membentak-bentar mahasiswa baru (maba) dalam ospek daring karena tidak memakai ikat pinggang (sabuk).

Dream - Sebuah video ospek salah satu Perguruan Tinggi Negeri atau PTN di Indonesia viral di media sosial. Pasalnya, dalam video terlihat beberapa senior membentak-bentar mahasiswa baru (maba) dalam ospek yang digelar secara online atau daring.

Penyebabnya, karena si mahasiswa baru tidak memakai ikat pinggang (sabuk). Video yang berdurasi 30 detik, tentang ospek atau Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tahun 2020 itu diunggah oleh akun Twitter @skipberat.

Dalam unggahannya, akun @skipberat menuliskan caption 'postingan yg tadi diapus.'

Akun itu juga membuat sebuah utas bertuliskan 'Sori banget nih ya menurut gue udahin ajalah tensi2 ospek kyk begini apalgi ospek nya juga virtual. emg dengan mental marah2 lo pada ini bakal bentuk karakter org jd lebih baik? kyk koneksi bagus terus aja, klo udh marah2 terus delay maba jg ketawa liat lo. catet nih panitia,' tulisnya, Selasa 15 September 2020.

1 dari 3 halaman

Senior Memarahi Maba© Twitter @skipberat

Dalam video tersebut, nampak mahasiswa senior Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) tengah mengospek mahasiswi baru. Sang senior menanyakan mengapa maba tersebut tidak menggenakan ikat pinggang.

Namun, karena tidak memakai ikat pinggang, mahasisiw baru itu dimarahi dan dibentak-bentah oleh dua seniornya, satu perempuan serta satu laki-laki.

Dalam penggalan video itu, tampak satu orang senior laki-laki lainnya, namun dia tidak bereaksi marah atau membentak. Ia hanya sekedar bertanya mengapa maba tersebut tidak mengenakan ikat pinggang.

" Sabuk, ikat pinggangmu mana? Ikat pinggang diperlihatkan," ujar mahasiswa senior laki-laki kepada mahasiswi baru tersebut.

" Gak ada kak," ucap mahasiswi baru itu.

" Gak ada (dengan nada marah)?," kata mahasiswi senior perempuan kepada mahasiswi baru.

Senior Memarahi Maba© Twitter @skipberat

" Kamu tau tata tertib gak?," kata mahasiswa senior laki-laki sambil membentak kepada mahasiswi baru itu.

" Gak dibaca tata tertibnya?," kata mahasiswi senior sambil membentak ke mahasiswi baru itu.

" Maaf kak," kata mahasiswi baru.

Kata maaf sang maba langsung dijawab oleh mahasiswa senior " Maaf maaf (sambil membentak),"

Tak lama setelahnya, muncul seorang mahasiswa senior laki-laki yang bertanya,

Senior Memarahi Maba© Twitter @skipberat

" Kenapa kenapa itu?," tanyanya.

 

 

 

2 dari 3 halaman

Video yang diunggah oleh akun Twitter @skipberat hingga Selasa, 15 September 2020 pukul 14.39 sudah ditonton lebih dari 3 juta pengguna Twitter.

Video tersebut langsung mengundang banyak komentar nyelekit dari warganet.

" Monmaap mau nanya. Fungsi dan nilai yang bisa diambil tiap ospek yang bentak bentak nyari kesalahan / kesalahan sepele adek adeknya itu apa ya ?," komen salah satu netizen.

" Menurut gw utk ngasih tau hal pelanggaran tatib gaperlu pake tensi gede kali ya? virtual gak kondusif. gw rasa org nya juga udah cukup umur utk paham. gak semua orang punya mental yg sama utk menghadapi karakter sptnitu. ini bkn militer," tambah komentar lainnya.

 

 

3 dari 3 halaman

Rektorat Akan Evaluasi Ospek

Video Ospek yang lantas menjadi viral tersebut mengundang keprihatinan Rektorat Unnes. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui akun Instagram @official_unesa, Rektor Univesitas Negeri Surabaya, Prof Dr Nurhasan, M.Kes menyayangkan sekaligus mengakui adanya kesalahan dalam koordinasi pelaksaan PKKMB di salah satu fakultasnya.

" Saat ini kamu bersama pimpinan kemahasiswaan dari fakultas terkait telah memberikan evaluasi sekaligus bimbingan kepada mahasiswa yang bersangkutan dan seluruh masalah yang ada akan diselesaikan dengan cara kekeluargaan," ujar Nurhasan dalam keterangan tertulisnya.

Rektorat memastikan pelaksanaan PKKMB dibuat untuk menambah wawasan terkait dunia kampus untuk mahasiswa baru agar cepat beradaptasi tanpa adanya aksi kekerasan dalam bentuk apapun.

" Unesa menjadikan ini sebagai catatan evaluasi penting yang diharapkan menjadi masukan untuk perbaikan dalam pengelolaan kegiatan kemahasiswaan ke depan," ujar Nurhasan.

Universitas Negeri Surabaya© instagram @official_unesa

Beri Komentar