5 Keutamaan Surat Al Baqarah untuk Kehidupan Dunia dan Akhirat

Reporter : Reni Novita Sari
Senin, 14 Desember 2020 08:37
5 Keutamaan Surat Al Baqarah untuk Kehidupan Dunia dan Akhirat
Ketahui keutamaan surat Al Baqarah supaya kita semangat untuk mengamalkannya

Dream – Al Baqarah merupakan surat kedua di dalam Al Quran. Surat Al Baqarah artinya adalah lembu betina. Di dalam Surat Al Baqarah ayat 67 sampai 74 ada cerita tentang Bani Israel yang disuruh Nabi Musa untuk mencari seekor lembu betina yang akan disembelih.

Surat Al Baqarah terdiri dari 286 ayat dan merupakan yang terpanjang di antara 114 surat lainnya di dalam Al Quran. Keistimewaan surat Al Baqarah disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Imam Tirmidzi.

Artinya: Seperti diceritakan Abu Hurrairah, " Rasulullah SAW mengatakan segala sesuatu di dunia memiliki puncak. Dalam Al Quran puncaknya adalah surat Al-Baqarah. Di dalam Al Baqarah ada ayat yang merupakan tuan dari ayat yang lain yaitu Ayat Kursi." (HR Tirmidzi).

Surat Al-Baqarah memiliki banyak keutamaan sehingga sayang jika sampai terlewat untuk membacanya. Nah, untuk itu berikut keutamaan surat Al Baqarah yang harus kamu ketahui.

1 dari 3 halaman

Keutamaan Surat Al- Baqarah

Ilustrasi© Foto : Freepik

1. Dilindungi dari setan

Dalam haditsnya Rasulullah SAW mengatakan, rumah yang dibacakan surat Al Baqarah dimasuki setan. Berikut hadits yang menjelaskan keutamaan dua ayat terakhir surat Al Baqarah.

Artinya: Rasulullah SAW mengatakan, " Sesungguhnya Allah SWT menulis dalam kitab dua ribu tahun sebelum menciptakan surga dan bumi, serta mengirim dua ayat untuk mengakhiri Al Baqarah. Jika dibaca selama tiga malam dalam rumah maka setan tidak akan mendekatinya." (HR Tirmidzi).

2. Diberi kecukupan

Dalam hadits yang dinarasikan dari Abu Mas'Ud, muslim yang rutin membaca Al Baqarah tidak perlu khawatir. Allah SWT akan memberi kecukupan baginya tanda ada yang terlewat.

Artinya: " Siapa saja yang membaca dua ayat terakhir dalam Al Baqara pada malam hari, maka itu akan mencukupinya." (HR Ibnu Majah).

3. Selalu dalam perlindungan Allah SWT

Rasulullah SAW mengingatkan hambanya yang akan selalu dalam perlindungan Allah SWT, jika tak lupa membaca Ayat Kursi dalam surat Al Baqarah. Perlindungan makin tepat jika muslim juga membaca surat Al-Mu'min ayat 1-3.

Artinya: Rasulullah SAW mengatakan, " Siapa saja yang membaca surat Al-Mu'min 1-3 dan Ayat Kursi ketika dia bangun pagi maka dia akan dilindungi hingga sore. Dan siapa saja yang membacanya sat sore hari maka dia dilindungi hingga pagi hari." (HR Tirmidzi).

4. Masuk surga

Keutamaan lain Ayat Kursi dan surat Al Baqarah adalah peluang seorang muslim masuk surga. Hadist yang diriwayatkan An-Nasai ini terdapat dalam kitab Bulugh Al Maram.

Artinya: Rasulullah SAW berkata, " Siapa saja yang membaca Ayat Kursi di akhir tiap ibadah wajib maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian."

5. Permohonannya dikabulkan Allah SWT

Hadits yang dinarasikan Al-Qasim menjelaskan, permohonan seorang muslim berpeluang dikabulkan Allah SWT dengan membaca surat Al Baqarah. Peluang juga ada jika muslim membaca surat Ali Imran dan Thahaa.

Artinya: " Nama Allah SWT yang terbaik yang jika dengan sebutan tersebut maka Dia akan menjawab ada dalam tiga surat yaitu surat Al Baqarah, Ali Imran, dan Thahaa." (HR Ibnu Majah).

2 dari 3 halaman

Bacaan Ayat Kursi dan Artinya

Ayat kursi yang tidak lain adalah Surat Al Baqarah ayat 255 ini keutamaannya luar biasa, dimulai dari kandungan maknanya. Ia berisi penjelasan kalimat tauhid yang darinya terumus pendirian dan pegangan seorang muslim sehingga berani menghadapi segala tantangan hidup.

ALLOOHU LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QOYYUUM, LAA TA’KHUDZUHUU SINATUW WALAA NAUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDLI MAN DZAL LADZII YASYFA’U ‘INDAHUU ILLAA BIIDZNIH, YA’LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WAMAA KHOLFAHUM WA LAA YUHIITHUUNA BISYAI’IM MIN ‘ILMIHII ILLAA BIMAA SYAA’ WASI’A KURSIYYUHUS SAMAAWAATI WAL ARDLO WALAA YA’UUDUHUU HIFDHUHUMAA WAHUWAL ‘ALIYYUL ‘ADHIIM

Artinya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

3 dari 3 halaman

Kandungan Surat Al-Baqarah

Ilustrasi© Foto : Freepik

1. Tata Cara Kehidupan Umat Islam

Dilansir dari laman Islam.nu.or.id, Al-Baqarah, dalam At-Tafsirul Munir, merupakan surat terpanjang dalam Al-Qur’an. Ia tergolong madaniyah, artinya ia seperti surat madaniyah lainnya yang berbicara perihal tata cara kehidupan umat Islam pada masyarakat baru di Kota Madinah dalam kehidupan beragama dan berbangsa. Kehidupan beragama dan berbangsa tidak dapat terpisah. Keduanya saling terkait sebagaimana jiwa dan raga. (Az-Zuhayli, 1418 H).

2. Mengandung Banyak Aspek Kehidupan

Surat ini membicarakan aqidah, amal saleh, shalat, infaq/zakat sebagai jaminan sosial, ciri orang beriman, orang kafir, dan orang munafiq, awal mula penciptaan manusia, kemuliaan anak manusia melalui sujud malaikat, masalah ghaib, cerita nabi Musa, Firaun, Bani Israil, sapi, pembunuhan para nabi, pengingkaran janji, kelenturan syariat Islam dalam situasi darurat, shalat, puasa, haji, sanksi kejahatan pembunuhan, muamalah atas harta anak yatim, larangan riba, larangan judi, larangan minum khamar, larangan memakan harta orang lain dengan batil, aturan nikah, talak, iddah, pengharaman sihir, larangan pembunuhan atas nyawa manusia, larangan berhubungan badan saat istri haid, dan larangan hubungan badan dari dubur perempuan. (Az-Zuhayli, 1418 H). Surat ini juga mengandung ayat agung, Ayat Kursi.

3. Soal Pencatatan Utang

Surat ini juga membicarakan soal pencatatan utang, saksi, peradilan antara suami dan istri, gadai, perintah penyampaian amanah, larangan penyembunyian kesaksian. Surat ini diakhiri dengan peringatan untuk bertobat dan kembali kepada Allah melalui doa yang agung. Surat ini diakhiri dengan doa untuk memohon pertolongan, kemudahan, dan keringanan, dan mengatasi musuh Allah dan musuh kemanusiaan. (Az-Zuhayli, 1418 H).

4. Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Surat ini mengarahkan bahwa inti kebahagiaan dunia dan akhirat terletak pada ketaatan seseorang pada agama. Adapun pokok atau ushul dari agama adalah keimanan kepada Allah dan rasul-Nya, keimanan kepada hari akhir, dan amal saleh. Hanya orang beragama dan istiqamah yang berhak mengatur masyarakat. Tetapi pemaksaan beragama tetap dilarang dalam Islam. (Az-Zuhayli, 1418 H).

5. Tata Cara Kehidupan Berumahtangga

Surat ini juga, dalam Shafwatut Tafasir, mengandung tata cara kehidupan rumah tangga seorang Muslim karena rumah tangga merupakan inti dari kehidupan masyarakat yang lebih besar. (As-Shabuni, 1999: 30).

 

(Sumber : Berbagai sumber)

Beri Komentar