Akibat Memprotes Ciptaan Allah

Reporter : Eko Huda S
Rabu, 8 Juni 2016 04:26
Akibat Memprotes Ciptaan Allah
Tak perlu mencela segala sesuatu ciptaan Allah yang memiliki penampilan buruk. Karena di setiap ciptaan Allah, terdapat manfaat.

Dream - Segala ciptaan Allah di muka Bumi ini tak ada yang sia-sia. Seperti apa pun wujud ciptaan itu, pasti punya manfaat tertentu.

Sehingga, kita tak perlu mencela segala sesuatu ciptaan Allah yang memiliki penampilan buruk. Karena di setiap ciptaan Allah, terdapat manfaat.

Simaklah kisah hikmah berikut ini:

Dicerikatan bahwasannya ada seorang melihat laki-laki melihat kumbang kelapa. Lalu dia berkata, “ Ini makhluk yang buruk bentuknya.”

“ Bentuknya tidak baik, baunya juga tidak enak. Apa maksud Allah menciptakannya?”

Lalu Allah memberikan cobaan kepada lelaki tersebut dengan penyakit berupa luka bernanah yang tak mampu diobati oleh tabib manapun.

Dan suatu hari, terdengar seorang pande besi yang memanggil di sebuah jalan sempit. Lalu, lelaki yang sakit itu berkata, “ Datangkan tukang pande itu supaya melihat penyakitku ini.”

Jelas saja orang-orang di sekitarnya heran. Apa yang bisa dilakukan oleh tukang pande besi itu dengan lukanya.

“ Apa yang kami lakukan dengan tukang pande besi itu, padahal para dokter ahli sudah tidak mampu?” tanya orang-orang disekitar lelaki sakit itu.

Dia harus didatangkan kepada saya,” jawab lelaki tersebut. Dan orang-orang itu memanggil tukang besi itu untuk melihat luka lelaki ini.

Saat melihat luka lelaki itu, si tukang pande besi melihat luka bernanah itu. Dia lantas meminta diambilkan seekor kumbang kelapa. Dan orang-orang pun tertawa.

Dan lelaki yang sakit itu teringat apa yang telah dia katakan saat melihat kumbang kelapa. Lalu berkata, “ Ambilkan apa yang dia minta, karena dia yang mengerti tentangnya.”

Orang-orang pun mengambil seekor kumbang kelapa. Dan lelaki yang sakit itu membakarnya, lalu menaburkan abunya ke luka bernanah itu. Ajaib. Dengan seizin Allah sembuh.

Lelaki yang sakit itu kemudian berkata kepada orang-orang, “ Ketahuilah! Bahwasannya Allah ingin memberitahukan kepadaku bahwa pada makhluk-Nyayang terhina terdapat obat yang termulia.”

“ Dialah Dzat Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.”

*Kisah ini dikutip dari buku “ Mutiara Hikmah Tasawuf” Pustaka Tebuireng, terjemahan dari Kitab An-Nawadir.

(Ism) 

1 dari 3 halaman

Allahu Akbar, Remaja Tunanetra Hafiz Quran 30 Juz

Dream - Ayu Fajar Lestari, 16 tahun, bukan lagi kesulitan dalam melihat. Indera penglihatannya sudah tidak bekerja sejak dia lahir.

Tapi, ada satu hal membedakan gadis remaja ini dengan anak-anak lainnya, yang tentu terlahir normal. Dia telah menghafalkan Alquran sejak berusia dua tahun.

" Tidak tahu mengapa, seketika, saya ingin saja menghafal Alquran," ujar Ayu, dikutip dari lamanpppa.or.id, Senin, 30 Mei 2016.

Setiap hari dan dalam segala aktivitas, Ayu selalu berusaha untuk menjaga hafalannya dengan muraja'ah. Dia terus mengulang hafalannya hingga Ayu benar-benar mampu melafalkan Alquran tanpa harus merujuk pada mushafnya.

Sedari kecil, Ayu dibesarkan di lingkungan panti asuhan Aisyiyah Ponorogo. Di panti asuhan ini, Ayu bersama 66 santri lain tumbuh dan belajar mengenai nilai-nilai kehidupan.

Di tempat ini pula, Ayu mendapat bimbingan dari 10 pengasuh yang begitu istiqamah dan sabar. Bersama mereka pula, Ayu mendapat bimbingan dalam menghafalkan Alquran.

Tetapi, cukup mengharukan ketika mengetahui siapa yang mengenalkan Ayu pada Alquran. Ayu mengenal dan menghafal Alquran berkat bimbingan dari neneknya, Siti Zulhaidah, 65 tahun, yang sebenarnya belum dapat membaca Alquran.

" Luar biasa sekali, Ayu sering duduk di kursi dekat kamarnya untuk muraja'ah hafalannya," kata pengasuh Ayu, Hanim Maghfirah, 21 tahun.

Hanim tahu betul kebiasaan Ayu dalam muraja'ah. Menurut dia, Ayu kerap mengulang hafalannya dalam segala aktivitas.

" Ayu dapat muraja'ah enam hingga delapan juz per hari. Uniknya, hal itu ia lakukan sambil mencuci, bermain, belajar, aktivitas apa saja, ia sisipi dengan muraja'ah," kata Hanim.

Kisah kegigihan Ayu dalam menghafal Alquran membuat para jemaah yang menghadiri Wisuda Akbar Indonesia Menghafal 7 yang diselenggarakan Yayasan Daarul Quran di Masjid Istiqlal terharu. Ayu juga membuat para Muslim, yang dikaruniai tubuh normal lebih bersemangat menghafal Alquran.

Kemampuan Ayu dalam menghafal Alquran begitu luar biasa. Dia tidak hanya hafal masing-masing lafal ayat. Gadis tunanetra ini bahkan mampu menghafal nomor ayat hingga nama suratnya.

Sumber: pppa.or.id

2 dari 3 halaman

Masya Allah, Doktor Berhijab Malang `Lawan` Gempa dengan Bambu

Dream - Entah sudah berapa banyak ilmuwan Indonesia yang menemukan teknologi besar. Yang terbaru, seorang wanita berhijab Malang baru menciptakan penahan gempa dari bahan yang tak terpikirkan sebelumnya.

Temuan ini tentu melegakan. Apalagi setiap kota besar di Indonesia biasanya memiliki gedung-gedung pencakar langit yang sebagian terbuat dari beton.

Beton yang kuat selama ini diakui ampuh menopang besarnya bangunan. Bahan ini juga dianggap cukup kuat menahan bencana, terutama gempa bumi.

Namun tak selamanya gedung beton tahan terhadap guncangan bumi. Gempa bumi dapat dengan mudah merusak suatu bangunan, terlebih jika bangunan itu terbuat dari beton.

Oleh karena ini, bangunan dari kayu atau bambu lebih dimanfaatkan agar dapat tahan gempa. Inilah yang menjadi buah pemikiran dari seorang doktor wanita asal Malang.

Mau tahu temuan Doktor berhijab yang bernama lengkap Dr. Ir. Baiq Sri Umniati, MT, baca selanjutnya, klik di sini

 

3 dari 3 halaman

Masya Allah, Dua Bocah jadi CEO Perusahaan IT

Dream - Dua bersaudara ini memang masih bocah. Usia masih di awal belasan, bahkan salah satunya masih belum genap usia 10. Tapi mereka sudah menjabat sebagai Chief Executive Officer atau disingkat CEO. Orang nomor satu di sebuah perusahaan

Mereka adalah, Shravan dan Sanjay Kumaran. Bocah asal India. Shravan masih berusia 12, sementara adiknya baru umur 10. Seperti bocah lainnya, mereka juga punya mainan. Tapi bukan mobil-mobilan atau pistol air, melainkan sebuah perusahaan.

Ibarat kata, kecil-kecil cabai rawit. Di usia sebelia ini, keduanya sudah mendirikan perusahaansoftware, GoDimensions. Bahkan, usaha itu telah dibangun sejak empat tahun silam, atau 2012.

Saat mendirikan perusahaan itu, Shravan memang masih berusia 8, sementara Sanjay baru 6 tahun. Bocah-bocah itu telah mengembangkan 11 aplikasi telepon seluler dan sudah diunduh sebanyak 70.000 kali.

Dengan prestasi gemilang itu, mereka dinobatkan sebagai CEO termuda di India.

Beri Komentar