Jangan Buat Orang Lain Putus Asa dari Rahmat Allah, Ini Balasannya

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 22 Januari 2019 20:00
Jangan Buat Orang Lain Putus Asa dari Rahmat Allah, Ini Balasannya
Tidak ada yang dibutuhkan semua makhluk di dunia ini selain rahmat Allah SWT.

Dream - Rahmat Allah SWT tersebar bagi seluruh umat-Nya. Allah tidak pernah menutup pintu bagi orang yang bertobat.

Setiap dosa yang kita lakukan tetap berpeluang terhapus. Kuncinya, selama kita berusaha dengan sungguh-sungguh memohon ampunan kepada-Nya.

Kita pun tidak boleh berputus asa akan rahmat Allah SWT. Kita wajib meyakinkan diri sendiri setiap pertobatan akan diterima oleh Allah SWT.

Allah SWT senantiasa memberikan rahmat-Nya kepada semua makhluk tanpa terkecuali, maka tidak boleh ada seseorang yang menghalangi orang lain meraih rahmat tersebut. Apalagi sampai membuat orang lain berputus asa dari rahmat Allah SWT.

Ketika ada orang yang tersadar akan dosanya dan ingin bertobat, kita tidak boleh memberikan nasihat yang justru membuatnya putus asa. Tidak boleh kita berkata dosa orang yang bersangkutan sulit terampuni.

Bahkan jangan sampai kita membuat orang lain merasa pantas terkutuk, pantas menerima azab. Jika sampai melakukannya, ada ancaman sangat serius.

Dikutip dari Islami.co, membuat orang lain putus asa dari rahmat Allah adalah dosa besar. Tidak main-main, ancamannya adalah neraka.

1 dari 2 halaman

Peringatan dari Sayidina Umar

Hal ini disebutkan dalam sebuah riwayat yang tercantum dalam kitab Al Ushfuriyah. Riwayat itu menyebutkan Sayidina Umar bin Khattab RA pernah berkata demikian.

" Dari umat terdahulu terdapat seseorang yang ahli ibadah, dia sangat ketat terhadap dirinya sendiri dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Namun pada saat yang sama, dia juga membuat orang lain putus asa dari rahmat Allah."

Sayidina Umar melanjutkan, " Kemudian dia mati dan bertanya kepada Allah, ‘Tuhanku, di mana tempatku?"

Allah menjawab, " Tempatmu di neraka."

Kemudian dia bertanya, " Bagaimana dengan pahala ibadahku dan kesungguhanku dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Mu?"

Allah lantas menjawab, " Kamu telah membuat orang lain putus asa dari rahmat-Ku di dunia, dan sekarang Aku memutus rahmat-Ku darimu."

2 dari 2 halaman

Sabda Rasulullah SAW

Dalam hadis dari Ibnu Mas'ud RA, Rasulullah Muhammad SAW juga bersabda mengenai kedudukan orang jahat namun selalu mengharap rahmat Allah dengan orang sholeh tapi membuat saudaranya berputus asa.

" Orang yang jahat namun senantiasa mengharap rahmat Allah, itu lebih dekat dengan Allah dibanding orang yang senantiasa beribadah namun membuat orang lain berputus asa dari rahmat-Nya."

Sumber: Islami.co

Beri Komentar