Dari Sebuah Foto, Istri Sadari Suami Tak Cinta Lagi

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 8 Agustus 2016 08:43
Dari Sebuah Foto, Istri Sadari Suami Tak Cinta Lagi
Selama berbulan-bulan, suami yang aku nikahi selama 12 tahun terlihat murung dan menarik diri.

Dream – Kisah tragis itu muncul dari seorang perempuan yang telah menjalani biduk rumah tangga selama 12 tahun. Meski telah belasan tahun menikah, tak menjamin perjalanan rumah tangganya terjauh dari perceraian.

Jika rasa sayang sudah menghilang, pasangan suami istri akan dengan mudah melepaskan ikatan perkawinan. Bahkan untuk alasan sepele sekalipun. Inilah yang diceritakan seorang perempuan seperti dilansir laman Telegraph.co.uk.

Peter, suamiku, terlampau sibuk mengawasi proyek besar di sebuah perusahaan layanan sipil. Sehingga aku memintanya memesan liburan yang diharapkan dapat memberi kami kesempatan untuk menyatukan kami kembali dan itu cukup berhasil.

Kami menghabiskan liburan dengan bahagia. Snorkling, bersepeda dan mengenang kembali saat-saat indah berada di Karibia. Kami sebelumnya pernah liburan bersama untuk pertama kalinya ke Karibia pada tahun 1997.

Di malam liburan yang romantis itu, kami sepakat saat pulang nanti, Peter tidak akan terlalu fokus pada pekerjaannya dan menjadikan pernikahan kami prioritas utama.

Kami pun pulang ke rumah dengan perasaan yang lebih bahagia daripada hari-hari pernikahan kami sebelumnya.

1 dari 3 halaman

Awal Perpisahan Itu....

Pada akhir pekan pertama setelah liburan, kami pergi berjalan-jalan di taman yang penuh bunga lavender. Suasananya begitu sempurna sehingga aku meraih ponsel dan mengambil beberapa foto selfie bersamanya. Sore itu, aku masukkan foto-foto tadi ke komputer. Tetapi, saat melihat isi komputer itu aku terkejut.

Dalam foto tersebut, taman lavender yang indah menjadi latar belakang sementara matahari bersinar cukup cerah. Peter melihat langsung ke arahku dengan ekspresi yang tidak pernah aku lihat sebelumnya.

Ekspresi tersebut lebih kepada perasaan tidak suka. Bibirnya mencibir dan tatapan matanya aneh, seolah-olah dia membenciku. Sementara itu, aku tersenyum pada kamera, tidak menyadarinya.

Pada saat itu, aku menyadari bahwa pernikahan kami telah usai. Lima tahun sebelumnya Peter mengaku berselingkuh dengan seorang rekan. Aku memaafkannya dan kami pun sudah melupakannya.

2 dari 3 halaman

Perselingkuhan yang Membekas

Tapi tiba-tiba aku ingat bagaimana dia sering berdandan rapi dan mudah marah jika bersamaku waktu itu. Aku tersadar bahwa ia mungkin selingkuh lagi.

Malam itu, saat dia sedang mandi, aku memeriksa ponselnya. Dan di sana ada pesan SMS yang dikirim seminggu sebelumnya.

Pesan itu berisi janji untuk bertemu dengan seorang teman wanita yang pernah menjadi selingkuhannya. Aku pun lemas dan hanya berdiri diam di luar kamar mandi.

Sekitar sepuluh menit kemudian Peter keluar dari kamar mandi dan aku langsung mengatakan padanya bahwa aku tahu dia selingkuh.

Dia langsung membantah dan menjadi defensif. Peter mengaku dia mendengar perempuan dalam SMS itu tengah sakit kanker dan dia akan menjenguk untuk melihat keadaannya.

Tetapi, pengalaman mengajarkan ia bisa berbohong dengan begitu cepat sama seperti perselingkuhan sebelumnya. Malam itu aku benar-benar mati rasa untuknya. Tapi dua hari kemudian aku merasa lebih tenang dan memintanya untuk keluar dari rumah.

Dia akhirnya mengaku memang selingkuh. Aku sangat marah dan membenci diriku yang terlalu naif.

 

3 dari 3 halaman

Akhirnya ...

Usia Peter sembilan tahun lebih tua dariku dan dia sudah memiliki seorang putri dewasa ketika kami saling mengenal. Saat itu usiaku masih 31 tahun. Dia bilang dia tidak ingin anak lagi. Dengan enggan aku setuju, menghibur diri sendiri bahwa hanya kami berdua sudah cukup.

Setelah dia pergi, aku merasa hidupku sudah berakhir. Aku tidak bisa keluar dari tempat tidur, aku hampir tidak makan atau tidur, dan rambut aku mulai rontok. Aku pun mendatangi seorang konselor. Setelah beberapa bulan, aku menyadari betapa tidak bahagianya aku dengan Peter. Sejak pertama kali bertemu harga diriku telah terkikis.

Secara bertahap, aku mulai melakukan hal-hal sendiri; Aku pergi ke bioskop, berlibur dan mulai mempertimbangkan masa depan. Dua tahun, aku telah membangun bisnis di media sosial dan belajar untuk menyelam. Aku juga menjual rumah dan perabotan kami. Aku membeli rumahku sendiri.

Aku pun berdamai dengan kenyataan bahwa pada usiaku yang 50 tahun aku tidak bisa punya anak. Dan meskipun aku ingin menemukan pasangan, aku tidak terburu-buru. Aku menikmati menjadi diriku sendiri dan foto pembawa malapetaka itu telah dihapus selamanya.

Beri Komentar
ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen