Dicky Candra Copoti Stiker Fotonya di Pos Polisi

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 5 Desember 2016 13:29
Dicky Candra Copoti Stiker Fotonya di Pos Polisi
"Jangan mengurus rumah tangga orang lain, kita dulu yang harus...

Dream - Calon Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra, mencopot sendiri alat peraga kampanye yang ditempatkan di lokasi terlarang.

Secara spontan Dicky menurunkan poster dan stiker di Pos Polisi Masjid Agung, di pohon, serta beberapa titik lainnya.

" Saya minta maaf, ada kelemahan yang harus dibenahi. Poster atau stiker yang dipasang oleh tim dan relawan saya copot karena bukan pada tempatnya," ujarnya disela-sela deklarasi relawan pataruman, Minggu kemarin, sebagaimana dikutip Dream dari laman kabarpriangan.co.id.

Ia mengatakan, kejadian tersebut jangan sampai diperingati dan ditertibkan oleh Panwas, meskipun banyak calon lain yang diduga melanggar pula.

" Jangan mengurus rumah tangga orang lain, kita dulu yang harus berbuat benar tanpa melanggar aturan,” katanya.

1 dari 2 halaman

Ridwan Kamil Soal Pilkada DKI

Dream - Walikota Bandung, Ridwan Kamil, sepertinya tengah gundah gulana memikirkan kemungkinan untuk ikut berlaga dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Hal itu disampaikan Ridwan Kamil di akun media sosial Instagram dan Facebook.

Melalui Fanspage Facebook, pria yang karib disapa Kang Emil ini bertanya kepada para pengikutnya, apakah perlu maju menjadi salah satu kandidat dalam Pilgub DKI tahun depan. Dan netizen pun memberikan tanggapan yang beragam.

" Setelah 2 bulan intensif memenuhi undangan sana sini dan mendengarkan aspirasi dari tokoh2 lokal/nasional dan kelompok sana sini, sekarang saya dengan hormat meminta pendapat 1,6 juta warga Fanpage FB ini. pertanyaannya: Perlukah saya pergi ke Jakarta untuk ikut pilkada gubernur DKI 2017 ? mhn alasannya. hatur nuhun" .

Ada yang mendukung, banyak pula yang tak sepakat. Namun mayoritas pengguna media sosial tidak setuju dan memintanya tetap fokus membenahi Bandung. Para pengikut di kedua akun media sosialnya berharap agar ia menyelesaikan tugasnya sebagai Walikota hingga masa jabatan selesai. Kemudian melanjutkan perjuangannya dengan melaju ke Gubernur Jawa Barat.

Kebanyakan orang berpendapat bahwa Ridwan Kamil lebih tepat berada di Bandung. Agar kepemimpinan yang bagus merata dan dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia seperti yang dituturkan akun Wawan Sap.

" Jangan kang. Bangsa Indonesia butuh pemimpin yg bagus dibanyak tempat. di Jakarta ada Ahok, Bandung ada Kang Emil, SBY ada Bu Risma. jangan mau diadu dan ngumpul semua di JKT, kasian bandung dan daerah lain yg miskin pemimpin berintegritas macam Kang Emil. saya warga jakarta tapi asli bandung, bagus kalau di JKT dan bandung ada pemimpin yg bagus" .

Begitu pula dengan pendapat Diaz Nugroho yang mendapat banyak likes. Serta dukungan yang sama agar orang nomor satu di Bandung ini tetap amanah membangun Jawa Barat yang terintegrasi dengan pembangunan Jakarta.

" Malam.. Saya warga Jakarta kang Emil.. Mohon izin utk memberikan opini. Menurut saya, tidak perlu kang. Karena bagian kang Emil membesarkan Bandung dan terlebih lagi Jawa Barat. Bayangkan kalau Jakarta dengan Ahok dan kang Emil di Jawa Barat, integrasi pembangunan bisa berjalan lebih maksimal dan penuh ide kreatif dan berani. Pemimpin bagus tidak perlu diadu di satu tempat, karna banyak yang membutuhkan. Sama seperti cahaya kalau hanya berkumpul di satu tempat kurang berguna alangkah lebih baiknya kalau disebar di tempat yang masih gelap. Hatur nuhun kang" .

2 dari 2 halaman

Ustaz Yusuf Mansur Siap Lawan Ahok di Pilkada DKI?

Dream - DKI Jakarta akan menggelar hajatan besar berupa pemilihan gubernur dan wakil gubernur periode 2017-2022. Sejumlah nama telah menyatakan akan bertarung dalam pilgub ini, seperti Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Yusril Ihza Mahendra, Adyaksa Dault, Sandiaga Uno, dan Ahmad Dhani.

Di antara deretan nama tersebut, terselip Ustaz Yusuf Mansur. Pendiri Lembaga Tahfiz Daarul Quran ini menyatakan diri akan maju dalam ajang ini.

Yusuf mengaku sempat berbincang dengan beberapa calon. Dia pun sempat mendapat tawaran untuk menjadi wakil gubernur.

" Sudah ada pembicaraan (maju jadi calon gubernur), tapi saya emang nggak ada hasrat. Saya istikharah dulu dan sama jemaah. Bercandaan sih udah ada, saya nggak bernafsu juga kok. Saya katakan berbuat dulu aja, jadi gubernur atau tidak, kita sudah jalankan program ini," ujar Yusuf, dikutip dari merdeka.com, Rabu, 30 Maret 2016.

Yusuf mengatakan sudah memiliki sejumlah solusi untuk mengatakan persoalan Jakarta. Salah satunya menerapkan konsep asrama untuk setiap sekolah di Jakarta, yang bagi dia akan berdampak pada berkurangan kemacetan.

" Saya nggak demen nunggu, kita nggak pingin diterimakasihin juga. Statemen saya, kalau gubernur nggak mau pakai, ya kita jalanin sendiri," kata Yusuf.

Selain itu, Yusuf punya keinginan menjadi Jakarta sebagai kota milik semua. Dia ingin menghilangkan penyekat bagi seluruh warga Ibukota.

" Kalau ini maju atau tidak, saya akan mengusung tema 'Jakarta Buat Kita Semua'. Ngga cuma buat Muslim atau agama tertentu, Jakarta buat semua. Saya nggak bicara agama di sini, tapi bicara kebaikan," kata dia.

Meski begitu, Yusuf mengaku tidak memiliki pengalaman yang cakap dalam birokrasi. Untuk itu, dia merasa cukup maju sebagai wakil gubernur DKI.

" Saya tidak mendeklarasikan diri saya sebagai gubernur. Saya katakan, tidak ada pengalaman birokrasi, tanda tangan segala macam, kalau pun iya, saya harus belajar dari kuda-kuda, landasannya dulu. Minimal DKI 2 dulu baru DKI 1, RI 2 dulu baru RI 1. Gitu aja lah," kata dia.

Lebih lanjut, Yusuf mengatakan dia ingin membuat warga Jakarta mandiri. Dengan begitu, warga Jakarta dapat menyelesaikan masalah yang terjadi di kotanya tanpa harus menunggu peran pemerintah.

" Kita mencoba penduduk Jakarta tidak bergantung ke pemimpinnya. Kalau saya ditakdirkan mimpin Jakarta, kita garap dah program seperti ini, menggerakkan warganya sendiri untuk jadi pengusaha," ucap dia.

Beri Komentar