`Dulu Bila Ada Barang Hilang, Keluarga Kami Dituduh, Sekarang...`

Reporter : Idho Rahaldi
Senin, 6 Mei 2019 07:02
`Dulu Bila Ada Barang Hilang, Keluarga Kami Dituduh, Sekarang...`
Bikin mewak, kisah pilu pria sukses yang berhasil berikan mobil mewah untuk ibunya

Dream - Masa remaja adalah masa yang paling berat yang pernah ada dalam hidup Datuk Abdul Al Halim Mohd Al Fadzil.

Seorang remaja yang hidup dalam kemiskinan, sang ayah hanya bekerja sebagai tukang kebun dengan penghasilan 500 ringgit atau setara dengan Rp 1,7 juta per bulannya.

Itupun digunakan untuk menghidupi ke-4 anaknya.

" Saya tidak bisa membayangkan bagaimana ayah saya bisa melakukannya," ucap pria yang akrab disapa Alha Alfa seperti dikutip dream dari mStar.

Kini waktu-waktu itupun telah berlalu. Di usia ke-31, Alha bisa membuktikan diri. Dia kini menajdi pengusaha kosmetik dan ahli tata rias terkenal.

Kisahnya viral usai Alha memberikan hadiah berupa mobil mewah Mercedes-Benz kepada wanita yang paling berjasa di hidupnya.

1 dari 3 halaman

Mobil untuk Ibunda

Alha memberikan hadiah itu dalam rangka ulang tahun ibunda yang ke-60. Ia membagikan kabar itu melalui media sosial instagramnya.

 Alha

Bukan untuk pamer, melainkan Alha ingin menginspirasi orang lain dan juga sebagai pengingat dirinya untuk melayani orangtuanya.

Ya, sebelum sukses seperti sekarang, Alha bukan berasal dari keluarga yang berada.

Hinaan dan ejekan merupakan makanan sehari-hari keluarga ini. Bahkan tak jarang mereka dituduh pencuri jika ada orang kehilangan barang.

" Sangat memalukan kalau pergi ke rumah orang biasa dan ada sesuatu yang hilang, keluarga menjadi korban yang dituduh mencuri."

" Ketika mengingat itu memang jadi sedih, tetapi itu situasi yang membuat saya bertekad untuk berhasil dalam hidup untuk membantu keluarga dan tidak ada lagi yang menghina dan menuduh kami sebagai pencuri," ujarnya kepada mStar.

2 dari 3 halaman

Gadaikan Gelang Ibu yntuk Kuliah

Alha juga mengungkapkan kisahnya saat diterima di perguruan tinggi dengan biaya dari hasil gelang ibunya yang digadaikan.

 Alha

Alha diterima di Universitas Teknologi Mara (UiTM) pada 2007.

Untuk memenuhi biaya kuliah yang tidak sedikit, ibunya menggadaikan gelangnya dan mendapatkan sekitar 500 ringgit.

" Aku membonceng ibu naik motor pergi ke toko emas, ketika itu Allah saja yang tahu perasaan saya, ingin tak melihat ibu tak menggadai gelang kesayangannya, tapi terpaksa."

" Sampai sekarang saya merasa tersiksa karena gelang itu adalah satu-satunya hadiah ayah kepada ibu saat mereka menikah, namun itu juga harta terakhir bagi putranya untuk terus belajar," ungkap Alha.

Alha bermaksud untuk menebus gelang itu namun toko itu sudah tutup.

3 dari 3 halaman

Perjuangan Ayah

Tak hanya sang ibu, Alha juga menceritakan sedikit kisah sang ayah yang sangat banyak berkorban, namun tidak sama sekali menunjukkan kesulitan dan kesedihan kepada keluarga.

 ayah

" Dulu setiap Hari Raya, setiap kali saya mendapatkan sesuatu yang saya ingat, ayah suka mengenakan kemeja Melayu yang sama dua tahun, ketika dia bertanya mengapa dia tidak membeli baju yang indah."

" Tapi aku sudah mendengar obrolan ayah dengan ibunya yang memilih untuk tidak membeli karena tidak punya cukup uang dan ingin anak-anaknya pakai baju baru di Hari Raya."

" Sejak itu saya berazam akan memastikan ayah pakai baju baru tiap Hari Raya," tuturnya mengenang.

Sementara itu, Alha berharap ini akan menginspirasi para pengusaha baru dan orang-orang utnuk selalu berbakti pada orangtua.

" Pikirkan mereka (orangtua) dulu baru diri sendiri, kalau ada sesuatu yang sulit, minta pendapat mereka."

" Semangatnya orangtua sebenarnya adalah energi yang diberikan Tuhan pada kita."

" Ingat istri, suami, teman, pacar, atau tunangan bisa meninggalkan kita, tapi orang tua akan tetap di samping, bahkan ketika kita terkadang melupakan mereka," tuturnya.

(ism, mstar.com.my)

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara