Gagal Bunuh Diri karena Ketiduran di Masjid

Reporter : Puri Yuanita
Rabu, 12 Juli 2017 16:45
Gagal Bunuh Diri karena Ketiduran di Masjid
Tanpa ia sadari karena saking pulasnya, waktu menunjukkan pukul 12 lewat.

Dream - Sholat adalah ibadah yang mendatangkan ketenangan. Dan masjid adalah tempat yang menenangkan karena sering dipakai orang untuk mendirikan rukun Islam kedua tersebut.

Pulang dari aktivitas yang melelahkan, mampir saja ke masjid untuk sholat. Tak ada tempat di muka bumi yang mendatangkan ketenangan luar biasa selain masjid.

Seorang ustaz bercerita ketika ia mengisi kajian dakwah di luar negeri tepatnya di Tokyo, Jepang. Ia bertemu orang Indonesia yang memberi pengakuan tentang Jepang. Sedisiplin-disiplinnya orang di sana, ternyata ketenangan tidak mudah didapatkan.

" Tingkat bunuh dirinya 30.000 orang per tahun," tutur warga negara Indonesia yang ada di Jepang itu. Dalam sehari bisa seratus orang melakukan praktik bunuh diri. Bahkan di Gunung Fuji kerap ditemui empat sampai lima mayat dalam sehari.

Profesor dari Chuo University Jepang Hisanori Kato pernah mengatakan bahwa dirinya kagum dengan Islam. Sebab agama Islam mampu menjadi tempat bergantung sekaligus pendorong hidup bagi umatnya.

Prof Kato membandingkan kondisi orang Jepang dengan orang Indonesia. Sebagian orang beranggapan warga Jepang masih menganggap tabu soal agama. Itu terlihat dari tingkat bunuh diri di atas rata-rata.

Sementara dirinya melihat orang Indonesia yang beragama Islam ketika mendapatkan musibah dianggap sebagai ujian hidup.

" Orang Jepang tidak pernah menganggap penting agama. Sedangkan Islam tidak ada di Jepang sehingga tidak ada sesuatu yang menjadi tempat bergantung dan juga pendorong untuk hidup," tuturnya suatu kali pada akhir 2015.

1 dari 2 halaman

Saat Ada yang Mau Bunuh Diri

Di belahan bumi lain, di Swedia, tingkat bunuh dirinya juga tidak kalah dengan Jepang. Bahkan pemerintah setempat menyediakan lokasi khusus untuk bunuh diri.

Waktu untuk bunuh diri pun telah diatur yakni jam 10 hingga jam 12 siang. Maka perlu mengatur waktu dengan baik apabila ada yang ingin bunuh diri. Jika datang jam 8 terlalu kepagian untuk bunuh diri, sementara jika datang pukul 14.00 bakal kesiangan untuk bunuh diri.

Suatu kali ada seorang pria dewasa ingin bunuh diri dan sudah mendapatkan jadwal untuk melakukan praktik mengakhiri hidup. Kebetulan dalam perjalanan, dia bertemu dengan seorang muslim.

Muslim tersebut bertanya kepada pria dewasa itu mau kemana gerangan. Pria itu menjawab bahwa dirinya ingin bunuh diri. Ia menyebutkan waktunya yakni jam 12 siang.

 

2 dari 2 halaman

Ketiduran karena Mendengar Suara...

" Masih lama. Sekarang masih ada waktu. Mau ikut saya?" kata muslim itu.

Awalnya pria dewasa itu menolak karena khawatir terlambat. Namun kemudian ia mengiyakan dan mau ikut begitu saja karena masih ada cukup waktu.

Ia pun dibawa ke sebuah tempat bernama masjid. Karena bukan muslim, ia menunggu di luar. Sementara yang muslim masuk ke dalam.

Di selasar ia mendengarkan tausiyah hingga bacaan Alquran. Lama-lama ia ketiduran karena mendengar suara-suara yang menenangkan itu. Tanpa ia sadari karena saking pulasnya, waktu menunjukkan pukul 12 lewat.

Kisah selengkapnya baca di sini.    

Beri Komentar