'Hadiri' Pemakaman Ayah dari Jauh, Pemuda Lihat Bayangan Orang Sholat

Reporter : Sugiono
Sabtu, 24 Juli 2021 12:01
'Hadiri' Pemakaman Ayah dari Jauh, Pemuda Lihat Bayangan Orang Sholat
Ahmad Tarmizi sangat sedih hanya bisa menyaksikan pemakaman ayahnya dari luar negeri. Tapi ada sesuatu yang aneh di pemakaman itu.

Dream - Tiada kata yang mampu menggambarkan perasaan jiwa yang terluka ini. Begitulah kesedihan yang dirasakan pemuda ini saat mendengar kabar kematian ayahnya akibat Covid-19 sekitar jam 2 pagi pada 19 Juli lalu.

Pemuda Malaysia bernama Ahmad Tarmizi menerima kabar sedih itu saat sedang menempuh pendidikan di Cape Town, Afrika Selatan (Afsel).

Ayahnya, Che Age Awang yang berusia 73 tahun, meninggal dunia setelah seminggu dirawat di sebuah rumah sakit di Selangor.

1 dari 5 halaman

Hanya Bisa 'Hadiri' Pemakaman Ayah dari Jauh, Pemuda Lihat Bayangan Aneh

Ahmad Tarmizi yang akrab disapa Mizi ini mengaku terkejut dengan kepergian orang yang dia sayang sejak kecil. Tapi dia ridha atas apa yang terjadi.

Mizi mengatakan Allahyarham ayahnya kena Covid-19 dua minggu sebelum Hari Raya AidilAdha. Awalnya dokter menyuruh balik isolasi mandiri di rumah. Namun seminggu kemudian masuk lagi ke rumah sakit.

" Saya seolah tak percaya. Minggu lalu saat masih video call, Allahyarham bilang OK dan sehat. Allahyarham malah bilang 'Harus sehat sebab mau lihat adik (saya) berhasil'.

" Tapi kalau sudah terjadi seperti ini, saya tak tahu mau bilang apa. Sebab beliau tidak punya penyakit lain. Sangat cepat, seminggu saja beliau masuk rumah sakit," ujar Mizi sedih.

2 dari 5 halaman

Baru Sebulan Balik ke Afrika Selatan Dapat Kabar Menyedihkan

Menurut Mizi yang juga mengambil bidang studi Undang-Undang Islam, segala kenangan dengan Allahyarham masih segar di ingatan.

Mizi mengatakan dia baru saja kembali ke Afsel pada Mei lalu sejak pulang ke tanah air pada Oktober 2020.

" Saya baru sebulan balik ke sini. Saya pulang ke Malaysia pada Oktober tahun lalu. Seharusnya saya libur sebentar.

" Tapi disebabkan pandemik, saya terpaksa skip kelas dan begitu balik ke sini langsung ujian," kata Mizi.

3 dari 5 halaman

Ingin Teruskan Cita-cita Allahyarham yang Tertunda

Saat ini Mizi sedang menempuh pendidikan untuk meraih gelar master di Afsel dan baru selesai pada November tahun ini.

Mizi teringat pesan Allahyarham untuk menamatkan kuliah di Afsel dan setelah itu pulang ke Malaysia untuk kuliah di Universiti Malaya (UM).

" Jaman dulu Allahyarham punya keinginan masuk UM. Tapi karena ada masalah, cita-cita itu hanya jadi kenangan. Beliau kemudian memutuskan untuk menjadi guru pada waktu itu," ujarnya.

4 dari 5 halaman

Cuma Bisa Melihat Proses Penguburan Lewat Video Call

Mizi mengaku ikut menyaksikan proses penguburan ayahnya melalui video call yang disiarkan dari pemakaman.

Namun Mizi gagal menahan rasa sedihnya hingga tidak sanggup untuk meneruskan video call hingga proses pemakaman itu berakhir.

" Ada adik-adik yang merekam dari luar pagar makam. Dia yang membuat video call ketika proses pemakaman.

" Saya cuma lihat sebentar saja kemudian saya matikan. Saya tak sanggup mau melihat proses pemakaman sampai habis," kata Mizi.

5 dari 5 halaman

Melihat Kejadian Aneh Saat Penguburan Ayah

Namun ada kejadian aneh yang terlihat saat Mizi mengikuti proses pemakaman ayahnya. Dia melihat bayangan seolah-olah ada orang yang duduk di antara dua sujud menghadap kiblat.

Melihat ada bayangan seolah orang sholat di pemakaman ayah.© mStar.com.my

" InsyaAllah semoga itu petanda baik bagi saya. Saya harap Allahyarham ayah ditempatkan bersama orang beriman dan para syuhada," ujar anak bungsu dari tujuh bersaudara ini.

Bercerita mengenai ayahnya, Mizi menjelaskan figur yang cukup dikaguminya itu pernah menjabat sebagai guru besar sebelum melibatkan diri dalam dunia politik.

Allahyarham ayahnya bahkan turut membuka sekolah tahfiz Darul Ulum Az Zahra di Sungai Buloh pada tahun 2001 yang sekarang sudah mempunya 4 cabang.

" Kenangan yang paling saya ingat, Allahyarham sebenarnya seorang yang garang, sebab lama dia jadi guru. Tapi ketika saya sudah dewasa, Allahyarham malah lebih ceria dan suka tersenyum," pungkas Mizi.

Sumber: mStar

Beri Komentar