Hadiri Reuni, Pria Ini Jadi Tahu Watak Teman-temannya

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 25 Mei 2017 11:15
Hadiri Reuni, Pria Ini Jadi Tahu Watak Teman-temannya
Pria itu sedih mengetahui teman-temannya berubah.

Dream - Reuni merupakan ajang pertemuan yang menyenangkan. Tapi, tanpa kita sadari, reuni itu bisa menjadi ajang pamer.

Seperti yang dialami seorang pengusaha minimarket satu ini. Dia mendapat undangan reuni bersama teman-temannya saat SMP dulu.

Pria itu lantas menyampaikan keinginannya hadir ke reuni itu kepada istrinya. Sayangnya, sang istri kurang setuju karena punya pengalaman momen reuni hanya jadi ajang pamer.

Pria itu tetap berangkat dan berpikir apa yang pernah dialami istrinya tidak akan terjadi padanya. Dia cukup yakin teman-temannya bukan orang-orang yang suka pamer.

Lalu, datanglah pria itu ke reuni atas izin dari istrinya. Karena penasaran dengan pengalaman istrinya, dia memilih datang dengan sepeda motor dan memakai kaos.

Saat berkumpul, belum terasa ada yang berbeda. Obrolan di antara mereka berjalan biasa, hingga berujung pada cerita masing-masing tentang istri, anak, dan usahanya.

Ada yang jadi manager perusahaan ternama, ada yang sukses dengan usaha warisan, dan lain-lain. Pria ini senang mendengar cerita sukses dari teman-temannya.

Dia pun sempat ditanya mengenai bagaimana pekerjaan atau usahanya saat ini. Pria itu menjawab hanya punya tempat di pinggir jalan untuk jualan buah dengan hasil mencukupi.

Sayangnya, bukan ekspresi senang dan bangga yang dia dapat dari teman-temannya. Mereka malah seperti mengasihani pria itu.

Mendapat tanggapan semacam itu, pria ini menjadi sedih. Dia pun teringat pada nasihat istrinya tentang reuni hanya sekadar ajang pamer.

Pria itu kemudian melanjutkan makan dan mengikuti seluruh rangkaian acara reuni. Setelah dirasa cukup, pria itu memutuskan pamit pulang lebih dulu.

Sebelum pamitan, dia menuju kasir. Pria itu lalu membayar semua pesanan makanan reuni itu.

Saat teman-temannya akan membayar, mereka kaget. Sang kasir mengatakan semua pesanan sudah dibayar oleh pria berkaos tadi.

Pria itu pun pulang dengan perasaan sedih. Dia tidak menyangka watak teman-temannya telah berubah karena harta.

Kisah sedih ini selengkapnya ada pada tautan ini.

Beri Komentar