Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bersedih dan menangisi sesuatu merupakan hal yang wajar. Terutama saat seseorang mendapat musibah atau ditinggal orang yang dicintai. Namun ada juga orang yang menangis dikarenakan bahagia dan terharu.
Ternyata bukan hanya makhluk hidup yang bisa berduka, bumi dan langit pun mampu menangis. Bahkan sebuah sumber menyebutkan bahwa bumi dan langit menangis selama 40 hari. Hal ini dikarenakan sebuah peristiwa sedih yang terjadi dibumi.
Berikut sepotong kisahnya.
Di suatu hari Abdullah bin Abbas didatangi oleh seorang tamu laki-laki. Ketika itu laki-laki tersebut bertanya, " Hai Abdullah bin Abbas, bagaimana pendapatmu tentang firman Allah SWT dalam surat ad-Dukhan ayat 29 ?" yang berarti bahwa " Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan mereka pun tidak diberi tangguh." (QS. Ad-Dukhan:29)
Kemudian lelaki itu melanjutkan pertanyaannya, " Maka apakah bumi dan langit dapat menangisi kematian seseorang ?"
Maka Abdullah bin Abbas pun menjawab, " Ya, sesungguhnya tiada seorang makhluk pun melainkan mempunyai pintu di langit. Dan dari pintu dilangit itu, diturunkan rezeki seorang makhluk dan melaluinya amal perbuatannya dinaikkan. Dan pintu langit itu akan tetap terbuka hingga seseorang wafat. Sehingga apabila seorang mukmin meninggal dunia, maka pintunya di langit tempat naiknya amal dan turunnya rezeki di tutup." Jelas Abdullah bin Abbas
" Karena ditutup itulah, langit merasa " kehilangan" sehingga langit pun menangisinya." lanjut Abdullah bin Abbas.
Setelah pintu di langit tempat turunnya rezeki dan naiknya amal shaleh ditutup, maka selain langit ada pula tempat di bumi yang juga merasa kehilangan kemudian menangis.
Abdullah bin Abbas melanjutkan, " Dan tempat dia biasa mengerjakan shalatnya di bumi serta tempatnya biasa berdzikir kepada Allah SWT, kesemuanya merasa " kehilangan" , sehingga bumi pun " menangisinya."
Baca kisah selengkapnya di sini..
(Ism)
Kirimkan blog atau website kamu ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya