Kandungan Surat Al Maidah Ayat 3, Larangan Memakan Makanan Haram

Reporter : Ulyaeni Maulida
Jumat, 29 Januari 2021 10:05
Kandungan Surat Al Maidah Ayat 3, Larangan Memakan Makanan Haram
Karena di dalamnya mengandung bahaya, yaitu adanya darah beku, yang sangat berbahaya bagi agama maupun bagi tubuh manusia.

Dream – Surat Al Maidah merupakan surat ke-5 dalam Al Quran yang tergolong surat madaniyah. Ayat-ayat dalam surat Al Maidah diturunkan setelah Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah yaitu sewaktu peristiwa haji wada’.

Ayat-ayat dalam surat Al Maidah memiliki makna yang mendalam bagi kehidupan umat manusia. Salah satunya adalah surat Al Maidah ayat 3.

Dalam ayat ini Allah SWT mengabarkan kepada hamba-hamba-Nya suatu berita yang mengandung larangan memakan semua yang diharamkan, yang terdiri dari bangkai binatang, yaitu binatang yang mati bukan karena disembelih dan bukan karena diburu.

Karena di dalamnya mengandung bahaya, yaitu adanya darah beku, yang sangat berbahaya bagi agama maupun bagi tubuh manusia. Oleh karena itu Allah mengharamkannya.

1 dari 3 halaman

Bacaan Surat Al Maidah Ayat 3

Bacaan Arab

Al Maidah Ayat 3© Dream.co.id

Bacaan Latin

hurrimat 'alaikumul-maitatu wad-damu wa lahmul-khinziri wa ma uhilla ligairillaahi bihi wal-munkhaniqatu wal-mauquzatu wal-mutaraddiyatu wan-natihatu wa maa akalas-sabu'u illa ma zakkaitum, wa ma zubiha 'alan-nusubi wa an tastaqsimu bil-azlam, zalikum fisq, al-yauma yaisallazina kafaru min dinikum fa la takhsyauhum wakhsyaun, al-yauma akmaltu lakum dinakum wa atmamtu 'alaikum ni'mati wa raditu lakumul-islama dina, fa manidturra fi makhmasatin gaira mutajanifil liismin fa innallaha gafurur rahim

 

Terjemahan

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

2 dari 3 halaman

Kandungan Surat Al Maidah Ayat 3

Ilustrasi© Shutterstock

 

Surat Al Maidah ayat 3 menerangkan beberapa hal yaitu:

  • Allah mengharamkan beberapa macam binatang untuk dijadikan makanan yaitu: bangkai, darah, daging babi, hewan yang disembelih bukan atas nama Allah, hewan yang disembelih untuk berhala, hewan yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas dan tidak sempat disembelih dengan nama Allah.
  • Larangan mengundi nasib menggunakan anak panah seperti yang dilakukan orang Arab jahiliyah. Karena mengundi nasib dengan anak panah sama halnya dengan bermain judi.
  • Agama Islam adalah agama yang paling sempurna. Sehingga siapapun tidak boleh membuat syariat baru atau menghapus syariat yang ada.
  • Penegasan bahwa Islam adalah agama yang diridhoi Allah juga termaktub dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 85.
  • Orang kafir yang berputusa asa untuk mengalahkan umat Islam, yang dimaksud dengan hari ialah: masa, yaitu: masa haji wada’, haji terakhir yang dilakukan oleh nabi Muhammad s.a.w.
  • Jika terpaksa memakan barang-barang yang diharamkan Maksudnya: dibolehkan memakan makanan yang diharamkan oleh ayat Ini jika terpaksa.

 

 

 

3 dari 3 halaman

Ilustrasi© Shutterstock

 

Ayat tersebut menjelaskan tentang perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah bagi umat Islam, haram artinya jika dilakukan akan mendapat dosa dan jika ditinggalkan akan mendapat pahala.

Allah SWT. juga menerangkan tentang agama Islam yang di ridhai disisi-NYA. Hal mana Allah SWT. telah memberikan nikmat yang banyak kepada umat Nabi Muhammad SAW di dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa orang-orang Kafir telah berputus asa untuk menghancurkan umat Nabi Muhammad SAW tersebut merupakan karunia dan Pertolongan Allah SWT.

Sekalipun dalam ayat-ayat Al Quran yang lainnya telah disinggung juga bahwa dalam kondisi dimana manusia berada dalam keadaan darurat dan terpaksa, karena kelaparan, maka seseorang dibolehkan memakan daging atau bahan-bahan makanan yang diharamkan.

Namun kita diperintahkan hanya secukupnya saja yakni supaya dapat bertahan hidup. Dengan demikian, Islam telah memberikan jalan keluar kepada manusia bahwa kondisi darurat dan keadaan terjepit tidak boleh membuat manusia mendapat alasan untuk melakukan perbuatan dosa.

 

(Diambil dari berbagai sumber)

Beri Komentar