Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Sumber Foto: Instagram @4tep)
Dream - Kisah menyedihkan yang dialami anak laki-laki bernama Muhammad Fahri Asidiq yang menderita gangguan genetis sangat langka menjadi sorotan media asing.
Anak berusia 11 tahun, yang tinggal di Bandung, menderita penyakit osteogenesis imperfecta parah, yang lebih dikenal sebagai penyakit tulang rapuh.
“ Jika Fahri batuk, tulangnya akan patah atau sendinya mengalami dislokasi,” ibunya, Sri Astati Nursani, mengatakan kepada sebuah harian nasional kemarin.
Menurut Sri, Fahri mulai menunjukkan tanda-tanda osteogenesis imperfecta saat ia berusia empat tahun.
Ketika itu tulang-tulangnya yang rapuh tidak mampu menopang berat badannya. Setelah itu, Fahri kehilangan kemampuan untuk berjalan.
© Dream
Setelah besar, Sri mengatakan terkena tekanan sangat kecil saja, tulangnya bisa patah. Seingat Sri, Fahri mengalami 6 patah tulang di seluruh tubuhnya.
“ Jika aku terus seperti ini, aku lebih suka mati, Ibu,” kata Fahri kepada ibunya.
Sri, seorang ibu tunggal, menjual tisu wajah di sekitar tempat pariwisata di Bandung. Penghasilannya sekitar Rp 200.000 per hari. Dia menggunakan penghasilannya untuk membayar obat-obatan dan terapi Fahri, serta memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.
Osteogenesis imperfecta diderita oleh sekitar satu dari 15.000 orang di seluruh dunia. Meskipun sebagian besar adalah kasus yang lebih ringan daripada yang dialami Fahri ini.
Tidak ada obat yang bisa mengatasi osteogenesis imperfecta dan penderita mungkin harus menjalani terapi fisik untuk seumur hidup mereka.
(Sumber: coconuts.co)
© Dream
Kondisi fisiknya tak mampu meruntuhkan cita-cita Fahri. Ia tetap optimistis akan masa depannya. Ia bercita-cita ingin menjadi seorang guru.
Tidak hanya menjadi guru, sang Ibu, Sri Astati Nursani mengungkapkan, Fahri juga punya keinginan untuk bisa pesantren. Pesantren idamannya yakni Daarut Tauhid kepunyaan KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).
Fahri kerap menonton tayangan ceramah di youtube. Salah satu keinginan Fahri yang belum bisa dipenuhi yakni ingin memiliki laptop.
© Dream
Fahri semringah. Rona wajahnya bahagia saat kedatangan kapten Persib Bandung, Atep.
Bintang Persib datang menjenguk Fahri di Rumah Sakit Muhammadiyah, Jalan Banteng, Kota Bandung, Selasa kemarin.
Fahri memang mengidolakan klub berjuluk 'Maung Bandung' itu. Dia sudah sejak lama ingin berjumpa sang idolanya, Atep.
Atep pun langsung membagikan momen pertemuannya dengan Fahri di akun Instagram miliknya.
" Alhamdulilah saya bisa bertemu dengan muhamad fahri yg terkena penyakit kelainan tulang bawaan (mudah patah) minta do'anya dari semua besok fahri akan di operasi karena hernia,Never give up muhamad fahri," tulis Atep.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya