Kisah Jenazah Pelacur dan Pemandi Mayat

Reporter : Puri Yuanita
Sabtu, 12 Desember 2015 20:47
Kisah Jenazah Pelacur dan Pemandi Mayat
Hingga suatu saat, tibalah ia pada hari kematiannya. Ketika jenazahnya dimandikan oleh seorang wanita pemandi mayat, tiba-tiba...

Dream - Ada sebuah kisah menarik yang nyata terjadi di zaman Imam Malik. Diceritakan, ada seorang wanita yang sangat buruk akhlaknya. Dia selalu tidur bersama lelaki dan tidak pernah menolak ajakan lelaki.

Hingga suatu saat, tibalah ia pada hari kematiannya. Ketika jenazahnya dimandikan oleh seorang wanita pemandi mayat, tiba-tiba tangan si pemandi mayat itu terlekat pada kemaluan jenazah wanita itu dan tidak mau terlepas.

Semua penduduk dan ulama gempar dengan kejadian tersebut. Bagaimana tidak, tangan si pemandi jenazah menempel hingga semua orang yang hadir di sana kehabisan akal untuk melepaskan tangan wanita itu dari jenazah.

Hanya ada dua kemungkinan untuk menyelesaikan masalah itu. Pertama, memotong tangan wanita pemandi jenazah tersebut. Kedua, kubur wanita si pemandi mayat berikut jenazah itu sekaligus ke dalam tanah.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk meminta pendapat dari Imam Malik. Imam Malik bukan orang yang mudah memberikan fatwa. Pernah suatu ketika, Imam Malik mendapat 40 pertanyaan, tetapi yang dijawab hanyalah 5.

Ini menunjukkan betapa berhati-hatinya dan betapa sensitifnya beliau dalam menjawab masalah agama.

Kemudian, Imam Malik bertanya kepada si wanita pemandi jenazah, adakah ia berkata apa-apa kepada jenazah tersebut sewaktu memandikannya.

Wanita pemandi jenazah itu pun berkata bahwa dia pernah mencela jenazah itu sewaktu membersihkan tubuhnya dengan berkata, " Ya Allah, berapa kali tubuh ini telah melakukan zina" .

Imam Malik pun berkata pada si pemandi jenazah, " Kamu telah menjatuhkan Qadzaf (tuduhan zina) pada wanita itu, sedangkan kamu tidak mendatangkan 4 orang saksi. Maka kamu harus dijatuhkan hukuman hudud 80 kali karena tidak bisa mendatangkan saksi" .

Setelah wanita pemandi jenazah itu dikenakan hukuman 80 cambukan, baru terlepaslah tangannya dari jenazah tersebut.

Selengkapnya baca di sini.   (Ism) 

1 dari 5 halaman

Pimpin Salat Jenazah, Ustaz Toto Tasmara Meninggal Dunia

Dream - Indonesia kembali kehilangan salah satu ulama. Pada Selasa, 8 Dsember 2015, pukul 13.40 WIB, Ustaz Toto Tasmara meninggal dunia di Palembang, Sumatera Selatan.

Innalillahi wa innaa ilaihi roojiuun, telah meninggal dunia jam 13.40 WIB di Palembang saat memimpin shalat jenazah, sahabat kita, Ustadz Drs. H. Toto Tasmara,” demikian pesan singkat Ustadz Anshori Abdul Jabbar, sebagaimana dimuat laman ICMI Media.

Rencananya, jenazah Ustaz Toto akan diberangkatkan dari Palembang ke kediaman almarhum di Jalan Flamboyan Asri, Rempoa, Tangerang Selatan pada Rabu pagi.

Toto Tasmara merupakan ustaz kelahiran Banjar, Ciamis, Jawa Barat, 10 November 1948. Dia dibesarkan dalam lingkungan keluarga sufistik. Karena pengaruh itulah kumpulan tulisan maupun puisinya syarat dengan nuansa sufistik tersebut.

Ustaz Toto mengabdikan diri untuk berdakwah. Pada 1976, dia mendirikan BKPMI (Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia). Pada 1978, dia mendirikan Badan Koordinasi Mubalig se-Indonesia (Bakomubin), sebuah lembaga yang berkiprah untuk meningkatkan kualitas dan pencerahan para mubalig.

Selain sebagai pendakwah, dia juga mantan eksekutif yang piawai. Ia pernah menduduki jabatan eksekutif di perusahaan multinasional, seperti: PT Richardson Merrel, PT Singer, Nixdorf, dan lainnya. (Ism) 

2 dari 5 halaman

Jenazah Hidup Lagi, Petugas Kamar Mayat Pingsan

Dream - Seorang wanita Jerman berusia 92 tahun yang sebelumnya dinyatakan meninggal tiba-tiba bangun sambil berteriak dari dalam kamar mayat.

Bangkitnya nenek itu menyeret seorang dokter ke pengadilan karena dianggap lalai setelah mengira nenek itu meninggal.

Dokter 53 tahun itu menyatakan nenek itu meninggal karena sakit parah pada Maret lalu. Dia berani mengatakan demikian setelah menerima informasi dari seorang perawat yang menemukan nenek itu sudah tidak bernapas di sebuah rumah panti jompo.

Tubuhnya kemudian dibawa ke rumah duka Munstermann di Berlin dan ditaruh di kamar mayat berpendingin.

Tapi hanya beberapa jam kemudian seorang pekerja di rumah duka itu mendengar jeritan yang berasal dari dalam kamar mayat.

Menurut laporan berita lokal, pekerja tersebut tertegun dan langsung pingsan setelah membuka kantong mayat dan melihat nenek itu tengah menatapnya.

Tragisnya nenek itu meninggal dua hari kemudian di rumah sakit akibat penyakit jantung.

Kejadian serupa pernah terjadi di Polandia pada November lalu. Seorang wanita 91 tahun bangkit dari dalam lemari dingin di rumah duka 11 jam setelah dinyatakan meninggal.

Wanita bernama Janina Kolkiewicz itu pulang ke rumah dan menghangatkan tubuhnya dengan semangkuk sup dan pancake. Saat ditanya, Kolkiewicz merasa " baik-baik saja" .

(Sumber: Mirror.co.uk)

3 dari 5 halaman

`Menanti` Jenazah Olga, Tanah Makam Keluarkan Aroma Wangi

Dream - Komedian legendaris Yoga Syahputra atau yang karib disapa Olga Syahputra berpulang di usia muda 32 tahun pada Jumat 27 Maret 2015 di Singapura. Olga yang dikenal banyak menyenangkan orang dan memberi sumbangan itu meninggal di hari baik.

Di Tanah Air, keluarga melakukan segala persiapan untuk menyambut kedatangan jenazah. Termasuk menyiapkan tempat peristirahatan terakhir Olga, liang lahat.

Lokasi yang dipilih Tempat Pemakaman Umum Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Saat melakukan persiapan liang lahat itulah terjadi peristiwa menakjubkan. Peristiwa itu dikicaukan oleh asisten adik Olga, Billy Syahputra melaui akun twitter @abangbilly.

" Tadi pass digali tanah kuburan'a alm. Olga udah wangi banget SUBHANALLAH #RIPOlgaSyahputra #asisten,"  tulis asisten Billy Syahputra pada Sabtu 28 Maret lalu.

Sebelumnya juga disampaikan bahwa selama 10 jam lebih perjalanan dari Singapura ke Jakarta, kondisi jenazah Olga juga tidak kaku. " Mungkin inilah keagungan Allah. Selama 10 jam lebih jenazah enggak kaku," tulis asisten Billy dalam akun Twitter-nya, @abangbily. (Ism)

4 dari 5 halaman

Kiai Aziz, Pendekar Fikih NU, Wafat

Dream - Berita duka datang dari Jombang, Jawa Timur. Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi’in, Paculgowang, KH Aziz Mansur, wafat pada Selasa, 8 Desember 2015.

Menurut informasi dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Jombang, Kiai Aziz wafat pukul 00.10 WIB, saat dirawat di Grha Amerta, Rumah Sakit Dr Sutomo, Surabaya.

Kiai Aziz dikenal sebagai salah satu tokoh kiai sepuh yang kental dengan ajaran salaf di Jatim. Dia dikenal kerap menyumbang pemikiran untuk memecahkan masalah hukum yang rumit.

“ Beliau sangat cerdik dalam memberikan argumentasi-argumentasi masalah hukum Islam terutama bidang fiqih,” kata salah satu pengurus Ponpes Tarbiyatun Nasyi’in, Gus Shobih.

Selain itu, Kiai kelahiran Tulungagung 1942 ini dikenal sangat santun. “ Beliau adalah kiai yang santun, ramah, dan cerdik, hal ini yang menjadi tugas kita untuk melanjutkan perjuangan beliau di pondok pesantren ini,” tambah Gus Shobih.

5 dari 5 halaman

Misteri Bau Busuk di Kuburan Sang Penegak Hukum

Dream - Dalam kitab Nashaihul Ibad, Syaikh Nawawi al-Bantani mengungkap, kisah seorang pencuri kain kafan dan seorang hakim di sebuah negara.

Drama keduanya bermula ketika hakim yang dikenal sangat saleh itu merasakan detik-detik akhir usianya.

Sang hakim gundah, terutama soal nasibnya nanti selepas prosesi pemakaman dirinya: akankah kain kafannya selamat dari tindak pencurian sebagaimana banyak kasus yang menimpa tetangganya saat itu? (Astaghfirullah, semoga diampuni. Klik DI SINI

Ia tahu siapa yang biasa melakukannya. Maka dipangillah tukang nyolong kain mayat tersebut. Kedua berbincangan hingga akhirnya... Kisah selengkapnya klik di sini. (Ism)    

Beri Komentar