Kisah Nyata Kiai Dikubur Hidup Kembali

Reporter : Eko Huda S
Selasa, 31 Mei 2016 12:15
Kisah Nyata Kiai Dikubur Hidup Kembali
Setelah dikubur, Abdullah ternyata belum mati. Di dalam liang lahat itu dia.....

Dream - Ini kisah hikmah. Kisah tentang Abdullah bin Umar Al Baidlawi yang sudah dianggap meninggal dunia. Sudah dikubur di dalam tanah. Namun ternyata belum mati.

Berikut kisah hikmah sebagaimana dikutip Dream dari laman nu.or.id:

Suatu saat, Abdullah bin Umar Al Baidlawi sudah dianggap meninggal oleh orang-orang di sekitarnya. Usai dirawat sebagaimana jenazah pada lazimnya, ia dikebumikan dan diratakan tanah di atas pusaranya. Namun, setelah dikubur, Abdullah ternyata belum mati. Hanya jantung dan napasnya yang berhenti sementara.

Demikian dikatakan Habib Abdullah bin Abdurrahman Al-Muhdlar dari Hadramaut, Yaman saat menjawab pertanyaan salah satu pengunjung tentang mati suri dalam acara Haflah Akhir Sanah Pesantren Darut Tauhid Al Huda, Jatilawang, Wanayasa, Banjarnegara, Rabu 25 Mi 2016.

Ia melanjutkan, karena orang tersebut hidup namun tidak bisa keluar dari dalam kuburan, Abdullah bin Umar kemudian bernadzar. Jika saya bisa hidup kembali ke dunia sebagaimana semula, aku bernadzar akan menafsiri Al-Qur’an.

Ternyata, tidak sampai selang waktu lama, ada seorang yang berprofesi sebagai pencuri kain kafan datang menggali kuburan di mana Abdullah dikebumikan.

Pencuri kain kafan itu kaget bukan kepalang. Dia menemui....

Bagaimana kisah selanjutnya? Baca di tautan berikut ini

(Ism) 

1 dari 4 halaman

Kisah Nyata Pemandi Jenazah Banci di Priok

Dream - Kisah nyata ini terjadi di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Rahmat namanya. Salah satu pengurus Lembaga Amil Zakat (LAZ) Tabung Amanah Umat (Tamu) yang berkantor di kawasan Bekasi.

Lembaga yang dia kelola itu membuka jasa pemulasaraan jenazah muslim, gratis. Sebagai seorang pengurus LAZ yang juga menjadi petugas perawatan jenazah, Rahmat banyak memiliki pengalaman.  

Satu pengalaman yang membuat dia merasa begitu prihatin adalah tatkala memandikan jenazah seorang banci.

Kisah ini terjadi sekitar lima tahun lalu. Waktu itu, Rahmat mendapat telepon dari seseorang yang meminta bantuan memandikan jenazah di kawasan Priok. Orang itu mengaku mendapat nomor telepon Rahmat usai mendengar iklan di radio.

" Waktu itu ada tetangganya yang menelepon dan meminta bantuan," ujar Rahmat saat berbincang dengan Dream, Kamis, 18 Februari 2016.

Mendapat kabar itu, Rahmat segera meluncur ke lokasi. Dia sama sekali tidak menaruh curiga tentang siapa sebenarnya sosok jenazah yang akan diurus.

" Awalnya saya tidak diberitahu. Jadi ke sana dengan asumsi membantu orang yang tidak mampu. Barangkali tidak bisa membayar jasa pemandian," kata dia.

Sesampai di lokasi, Rahmat tetap tidak merasa curiga. Dia hanya mendapat informasi para pengurus masjid dan musala di sekitar lokasi, tidak ada yang mau mengurus jenazah.

Mungkin saja, lantaran warga setempat sudah tahu kebiasaan orang itu semasa hidup.

" Saya kaget, kok yang datang kayak orang-orang salon semua," kata dia.

Tapi, Rahmat berusaha berbaik sangka jenazah adalah sosok pria normal. Dia yang kala itu dibantu oleh seorang sopir, kemudian masuk ke rumah duka dan akan menangani jenazah.

" Pas itu saya dikasih tahu kalau jenazah itu adalah banci," kata dia.

Rahmat sempat mengalami kebingungan apakah akan melanjutkan prosesi pengurusan jenazah atau tidak. Dia langsung menghubungi ustaz yang menjadi rujukan dan meminta saran. 

" Kata ustaz, diurus saja karena itu fardlu kifayah. Tetapi, harus dipastikan dulu apakah alat kelaminnya masih asli atau tidak. Kalau masih ada dan asli, kita mandikan. Kalau tidak, ya jangan dimandikan," ucap Rahmat.

Akhirnya Rahmat memeriksa alat kelamin jenazah itu. Setelah mendapat kepastian alat kelamin masih ada, Rahmat lantas segera memandikan jenazah tersebut.

Rahmat lantas segera memandikan jenazah tersebut. Rahmat menemukan lagi masalah baru. 

" Tapi, ada masalah karena di bagian dadanya ada cairan silikon. Akhirnya cairan itu dikeluarkan. Dadanya palsu tapi alat kelaminnya masih asli," kata dia.

Rahmat menjadi semakin prihatin usai memandikan dan mengkafani jenazah. Tidak ada satupun orang yang mau menyalatkan jenazah itu, termasuk dari para pelayat yang notabene berperilaku seperti jenazah.

2 dari 4 halaman

Nauzubillah, Mayat Banci Mendadak Hitam, Keluarkan Ulat dan Nanah

Dream - Seorang pemandi jenazah membagi pengalaman mengejutkan selama bertugas merawat jasad seorang waria. Dia berkisah, jasad pria yang mengubah kelaminnya menjadi wanita itu sangat memprihatinkan.

Syed Soleh Syed Jalaluddin. Demikian nama pemandi jenazah yang berbagi cerita itu. Kisah ini sengaja dia bagi melalui Facebook. Bukan menjelekkan keluarga, namun untuk pelajaran.

“ Lebih pada kebenaran dan pelajaran bagi bagi kita yang masih hidup agar tidak melakukan dosa dan sesuatu yang dilarang Allah karena balasan Allah dibayar tunai ketika di dunia.Nauzubillah,” tulis pria asal Malaysia ini.

Kisah itu bermula saat dia dipanggil untuk merawat jasad pria yang melakukan operasi kelamin menjadi perempuan. Saat tiba di rumah sakit, Soleh disambut ibu dari waria yang meninggal.

“ Menurut ibu almarhum, jenazah anaknya telah berganti kelamin dari lelaki menjadi perempuan.”

Menurut aturan, jenazah Muslim yang melakukan operasi kelamin harus diurus menurut kelamin asalnya. Jika asalnya pria, maka jasad si waria harus diurus oleh lelaki. Demikian sebaliknya.

Setelah mendapat keterangan dari sang ibu, Soleh masuk ke ruang jenazah untuk melakukan tugasnya. Dia dibantu ibu dan dua abang dari jenazah itu. Hanya tiga keluarga jenazah ini saja yang ada di rumah sakit itu. Sisanya, sekitar 30 orang, adalah banci, seperti jenazah yang diurus Soleh.

“ Sebelum saya mandikan jenazah, seperti biasa saya akan bentangkan kain untuk dikafankan siap-siap supaya mudah kerja saya,” tambah dia.

Soleh kemudian mengangkat jenazah itu ke tempat pemandian. Saat itulah dia melihat keanehan terjadi pada jasad pria yang melakukan operasi kelamin menjadi wanita tersebut. Kulir Jenazah yang putih mendadak menghitam.

Saat proses pemandian, Soleh melihat kulit jasad putih. “ Namun perlahan-lahan keseluruhan tubuh jenazah mulai menghitam, sedikit demi sedikit.”

Keanehan ini juga dlihat oleh ibu dan kedua abang jenazah itu. “ Ibu almarhum tidak dapat berkata apa-apa, seolah-olah sudah tahu apa yang akan terjadi, air mata ibu almarhum mengalir, sehinga saya juga meneteskan air mata.”

Keanehan lain, kotoran jenazah itu tak berhenti keluar. Berkali-kali berusaha dikeluarkan oleh Soleh, namun tiada habis.

“ Karena saya rasa sudah terlalu lama saya istinjak, tetapi najisnya tidak behenti keluar.”

Soleh terus memandikan jenazah seperti biasa. Tapi lagi-lagi dia melihat keanehan yang luar biasa. Tak pernah terpikirkan olehnya.

“ Saya lihat air yang mengalir kekuningan keluar dari tubuh jenazah dan yang lebih menyedihkan keluar dari kemaluannya nanah bercampur darah dan juga ulat,” tulis Soleh.

Selama itu, mulut Soleh tak berhenti berdoa kepada Allah. Soleh memohon agar Allah meringankan azab jenazah yang tengah dia mandikan itu.

“ Perlahan-lahan saya memasukkan kapas ke dalam kemaluan jenazah dengan tujuan menghentikan aliran darah tadi.”

Melihat kejadian-kejadian pada jasad putranya, sang ibu tak tahan. “ Ibu jenazah yang semula akan membantu saya untuk mandikan jenazah anaknya menjadi pingsan, kerana melihat kejadian itu.”

Meski demikian, Soleh terus memandikan jenazah tersebut. “ Selesai saya mandikan dan wudukan jenazah, saya tutup keseluruhan tubuh jenazah dengan kain kafan sebelum saya baluri dengan air sembilan.”

Setelah memandikan, Soleh membaluri jasad waria itu dengan wewangian. Kala itulah, kekuasaan Allah kembali terlihat.

“ Jenazah terlihat sangat rapuh, buah dada palsunya mengkerut,” tulis Soleh.

Jasad itu segera dikafani. Setelah itu Soleh meminta semua teman jenazah ini berkumpul. Mereka sama dengan jenazah ini, waria.

Soleh memberikan sedikit pesan sebelum jenazah dimasukkan ke ambulans. Hampir semua teman jenazah itu menangis. Tapi setelah itu perubahan sikap di antara teman-teman jenazah ini tampak jelas.

“ Apa yang menyedihkan saya, tidak sampai beberapa menit jenazah diangkat ke dalam mobil jenazah, sahabat-sahabat jenazah tadi tertawa di samping mobil jenazah itu. Allahu Akbar.”

Sekali lagi, Soleh minta maaf. Kisah ini dia bagi bukan untuk mempermalukan keluarga jenazah, melainkan pelajaran bagi semua Muslim yang masih hidup.

“ Penggantian kelamin dari lelaki ke perempuan atau sebaliknya, melalui pembedahan, haram dari segi syaria berdasarkan Alquran dan hadis,” tulis Soleh. Wallahu a'lam......

Baca selengkapnya di sini.

3 dari 4 halaman

Kisah Nyata! Makam Dibongkar, Mayat Duduk Bersila Baca Yasin

Dream - Banyak peristiwa nyata terjadi di sekeliling kita. Namun terkadang tak masuk akal untuk dijelaskan. Salah satunya, kisah mayat bersila membaca Surah Yaasin.

Kisah nyata itu di Arab Saudi, di Ma'la, tempat pemakaman jemaah haji di Mekah.

Kisah ini ceritakan oleh Mahasiswa Malaysia di Arab Saudi. Dan dibenarkan Ustaz Halim Naser, penceramah ternama di negeri Jiran.

Saat itu si mahasiswa Malaysia yang tengah menunaikan haji ikut tergabung dengan seorang Arab, untuk mengubur seorang mayat yang meninggal dunia pada musim haji.

Cara yang mereka kebumikan mayat adalah meninggalkan mayat dalam lubang yang disediakan dan menutupnya untuk sekitar delapan bulan. Setelah delapan bulan, lubang itu akan dibuka kembali untuk menguburkan mayat yang baru.

Pada hari tersebut, ketika satu lubang dibuka untuk mengubur mayat yang baru, orang Arab tersebut berhamburan lari karena dia nampak mayat sedang bersila, bukan tidur seperti kebiasaannya.

Salah satu jemaah asal Malaysia memberanikan diri merangkak ke dalam kubur tersebut untuk melihat dengan lebih jelas.

Dan benar. Mayat itu dalam posisi bersila sambil membaca Alquran. Setelah dilihat berikutnya. Ayat Quran yang terbuka adalah surah Yaasin.

Satu hal adalah mayat itu tidak membusuk dan kain yang membalutinya juga tidak busuk. Yang membusuk hanyalah kapas yang ditempatkan di antara mayat dengan kain kafan.

Setelah dilakukan penelitian, ternyata mayat itu semasa hidupnya merupakan seorang pria berkulit hitam yang kerjanya adalah membersihkan Baitullah dari tumpahan air zam-zam.

Jika tidak ada tumpahan, dia akan duduk di satu sudut Baitullah dan membaca surat Yasin. Itulah kelebihannya bagi orang yang berbakti ke jalan Allah.

Setelah peristiwa itu, lubang kubur itu pun di semen kembali dan ditandai agar tidak ada mayat lagi yang akan dimakamkan di lokasi tersebut.

Inilah bukti akan janji-janji Allah pada hamba-hambaNya yang taat dan ikhlas beribadah kepadaNya. Wallahu A'lam.

Ulasan selengkapnya klik di sini. (Ism) 

4 dari 4 halaman

Kisah Nyata Penggali Kubur Lihat Azab Orang Meninggal

Dream - Terdapat seorang pemuda yang kerjanya menggali kubur dan mencuri kain kafan untuk dijual.

Pada suatu hari, pemuda itu berjumpa dengan seorang ahli ibadah untuk menyatakan kekesalannya dan keinginan untuk bertaubat kepada Allah SWT.

Dia berkata; " Sepanjang aku menggali kubur untuk mencuri kain kafan, aku telah melihat 7 perkara ganjil yang menimpa mayat-mayat tersebut" .

" Lantaran aku merasa sangat insaf atas perbuatanku yang sangat keji itu dan ingin sekali bertaubat," kata dia menyesal.

Yang pertama, ia melihat mayat yang pada siang harinya menghadap kiblat. Tetapi apabila menggali semula kuburnya pada waktu malam, wajah si mayat berubah membelakangkan kiblat.

" Mengapa terjadi begitu, wahai tuan guru?"  tanya pemuda itu.

" Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang telah mensyirikkan Allah SWT sewaktu hidupnya. Lantaran Allah SWT menghinakan mereka dengan memalingkan wajah mereka dari mengadap kiblat, bagi membedakan mereka daripada golongan muslim yang lain,"  jawab ahli ibadah tersebut.

Sambung pemuda itu lagi; " Golongan yang kedua, aku lihat wajah mereka sangat elok semasa mereka dimasukkan ke dalam liang lahat. Tatkala malam hari ketika aku menggali kubur mereka, aku melihat wajah mereka telah berubah menjadi buruk. Mengapa begitu halnya, wahai tuan guru?”

Jawab ahli ibadah tersebut; " Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang meremehkan dan meninggalkan salat sewaktu hidupnya. Sesungguhnya salat merupakan amalan yang pertama sekali dihisab. Jika salatnya sempurna, maka sempurnalah amalan-amalan kita yang lain."

Pemuda itu menyambung lagi: " Wahai tuan guru, golongan yang ketiga yang aku lihat, pada waktu siang mayatnya kelihatan seperti biasa saja. Apabila aku menggali kuburnya pada waktu malam, ku lihat perutnya terlalu gelembung, keluar pula ulat yang terlalu banyak daripada perutnya itu" .

Jawab ahli ibadah tersebut " Mereka itulah golongan yang gemar memakan harta yang haram, wahai anak muda,"  balas ahli ibadah itu lagi.

Golongan keempat, melihat mayat yang jasadnya bertukar menjadi batu bulat yang hitam warnanya. Mengapa terjadi begitu?

" Wahai pemuda, itulah golongan manusia yang durhaka kepada kedua ibu bapanya sewaktu hayatnya. Sesungguhnya Allah SWT sama sekali tidak ridha kepada manusia yang menderhakai ibu bapaknya" .

Ia juga melihat mayat yang kukunya amat panjang, hingga membelit-belit seluruh tubuhnya dan keluar segala isi dari tubuh badannya.

Mereka itulah golongan yang gemar memutuskan silaturrahim. Semasa hidupnya mereka suka memulakan pertengkaran dan tidak bertegur sapa lebih daripada 3 hari.

Bukankah Rasulullah SAW pernah bersabda, bahwa sesiapa yang tidak bertegur sapa melebihi 3 hari bukanlah termasuk dalam golongan umatnya.

Kemudian golongan yang keenam yang dilihat, sewaktu siangnya lahatnya kering kerontang. Tatkala malam ketika aku menggali semula kubur itu, mayat tersebut terapung dan lahatnya dipenuhi air hitam yang amat busuk baunya.

" Wahai pemuda, itulah golongan yang memakan harta riba sewaktu hayatnya,” jawab ahli ibadah tadi.

Dan golongan terakhir yang dilihat adalah mayatnya sentiasa tersenyum dan berseri-seri pula wajahnya. " Mengapa demikian halnya wahai tuan guru?” tanya pemuda itu lagi.

Mereka itulah golongan manusia yang berilmu. Dan mereka beramal pula dengan ilmunya sewaktu hayat mereka.

Inilah golongan yang beroleh keridhoan dan kemuliaan di sisi Allah SWT baik sewaktu hayatnya mahupun sesudah matinya.

Ingatlah, sesungguhnya daripada Allah kita datang dan kepada-Nya jualah kita akan kembali. Kita akan dipertanggungjawabkan atas setiap amal yang kita lakukan, hatta walaupun amalan sebesar zarah. Wallahu a'lam (Dan Allah Lebih Tahu atau Mahatahu)

(Ism, Sumber: muslimahcorner.com)

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie