Kolase Adalah Salah Satu Teknik Tempel Dalam Karya Seni, Berikut Penjelasannya

Reporter : Ulyaeni Maulida
Kamis, 19 November 2020 14:05
Kolase Adalah Salah Satu Teknik Tempel Dalam Karya Seni, Berikut Penjelasannya
Kolase adalah teknik menempel berbagai macam unsur ke dalam satu frame.

Dream – Kolase adalah teknik menempel berbagai macam unsur ke dalam satu frame sehingga menghasilkan karya seni yang baru. Teknik kolase bisa ditemukan pada lukisan, foto, atau karya dua dimensi lainnya. Kolase adalah karya seni yang memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri.

Kolase adalah jenis seni rupa yang mulai terkenal pada abad ke-20-an. Seni ini kemudian menyebar luas ke banyak negara di Eropa.  Kolase adalah gaya seni rupa yang sering disandingkan dengan mozaik dan montase. 

Kolase membutuhkan kreatifitas dari pembuatnya. Karena tingkat kesulitannya sendiri bergantung pada objek seperti apa yang akan dibuat. Serta bagaimana cara memadukan antara bahan yang satu dengan bahan yang lainnya.

1 dari 5 halaman

Pengertian Kolase

Ilustrasi© Freepik

 

Menurut Robins (2007), kolase adalah seni menempel gambar atau pola menggunakan bahan-bahan yang berbeda, seperti kertas dan kain yang direkatkan pada latar belakang.

Sedangkan menurut Sumanto (2005), kolase adalah aplikasi yang dibuat dengan menggabungkan teknik melukis (lukis tangan) dengan menempelkan bahan-bahan tertentu.

Selanjutnya menurut Nicholson (2005), kolase adalah gambar yang dibuat dari potongan kertas atau material lain yang ditempel.

Kolase diambil dari istilah Prancis, " coller" yang berarti 'merekatkan. Kolase adalah proses artistik merekatkan dan merakit berbagai bahan ke permukaan yang rata. Kolase dibuat dengan merekatkan benda-benda ke permukaan. Bisa dikatakan, kolase adalah salah satu bentuk media campuran.

Menurut Tate Gallery, kolase adalah seni yang menggambarkan teknik dan hasil karya seni di mana potongan-potongan kertas, foto, kain dan barang bekas lainnya disusun dan ditempelkan ke permukaan penyangga.

Kolase adalah bentuk seni modern yang lebih baru dan merupakan teknik populer yang digunakan oleh banyak seniman.

2 dari 5 halaman

Sejarah Kolase

Ilustrasi© Pexels.com

 

Melansir dari ThoughtCo, Kolase menjadi bentuk seni selama periode Kubisme Sintetis Picasso dan Braque. Periode ini berlangsung dari 1912 hingga 1914. Dengan memotong dan menempel, mereka mampu mendekonstruksi subjek yang mereka gambarkan.

Mula-mula Pablo Picasso menempelkan kain minyak pada permukaan " Still Life with Chair Caning" pada Mei 1912. Ia juga menempelkan tali di sekeliling tepi kanvas oval. Sementara Georges Braque juga mencoba menempelkan wallpaper berbutir kayu imitasi ke " Fruit Dish and Glass" miliknya (September 1912).

Hannah Höch (Jerman, 1889–1978) menempelkan potongan foto dari majalah dan iklan dalam karya seperti " Cut with a Kitchen Knife" (1919-20). Dadaist Kurt Schwitters (Jerman, 1887–1948) juga menempelkan potongan kertas yang dia temukan di koran, iklan, dan barang-barang buangan lainnya yang dimulai pada tahun 1919. chwitters menyebut kolase dan kumpulannya " Merzbilder." Banyak surealis awal juga memasukkan kolase ke dalam karya mereka. Semua karya dari paruh pertama abad ke-20 ini telah menginspirasi generasi seniman baru. Banyak yang terus menggunakan kolase dalam pekerjaan mereka.

 

3 dari 5 halaman

Teknik Kolase

Ilustrasi© Freepik

 

Teknik kolase adalah cara seorang seniman mengumpulkan sebuah karya seni. Cara yang umum untuk membuat kolase adalah dengan memotong objek yang berbeda dari foto dan majalah untuk disatukan untuk membuat pemandangan atau gambar yang sudah jadi.

Dalam seni kolase bentuk asli dari material yang digunakan harus tetap terlihat. Berbagai metode yang digunakan untuk membuat kolase antara lain;

  • Tumpang tindih atau saling tutup (overlapping)
  • Penataan ruang (spatial arrangement)
  • Repetisi/pengulangan (repetition)
  • Komposisi/kombinasi beragam jenis tekstur dari berbagai material.

 

4 dari 5 halaman

Jenis Kolase

Ilustrasi© Pexels.com

 

Kolase dapat dibedakan dalam beberapa jenis, diantaranya:

Jenis Kolase Menurut Fungsi

Dari segi fungsi, kolase dikelompokkan menjadi dua, yaitu seni murni (fine art) dan seni pakai (applied art). Seni murni adalah suatu karya seni yang dibuat semata-mata untuk memenuhi kebutuhan artistik. Orang menciptakan karya seni murni, umumnya, untuk mengekspresikan cita rasa estetis. Dan, kebebasan berekspresi dalam seni murni sangat diutamakan.

Sedangkan, seni terapan atau seni pakai (applied art) adalah karya seni rupa yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan praktis. Aplikasi seni terapan umumnya lebih menampilkan komposisi dengan kualitas artistik yang bersifat dekoratif.

Jenis Kolase Menurut Matra

Berdasarkan matra, jenis kolase dapat dibagi dua, yaitu kolase pada permukaan bidang dua dimensi (dwimatra) dan kolase pada permukaan bidang tiga dimensi (trimatra).

Jenis Kolase Menurut Corak

Menurut coraknya, wujud kolase dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu representative dan non-representatif. Representative artinya menggambarkan wujud nyata yang bentuknya masih dikenali. Sedangkan non-representatif artinya dibuat tanpa menampilkan bentuk yang nyata, bersifat abstrak, dan hanya menampilkan komposisi unsur visual yang indah.

Jenis Kolase Menurut Material

Secara umum bahan pembuatan kolase dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: bahan-bahan alam (daun, ranting, bunga kering, kerang, biji-bijian, kulit, batu-batuan dan lain-lain), dan bahan-bahan bekas sintesis (plastik, seraat sintesis, logam, kertas bekas, tutup botol, bungkus permen/cokelat, kain perca dan lain-lain).

 

 

 

5 dari 5 halaman

Peralatan Membuat Kolase

Ilustrasi© Pexels.com

 

Secara umum peralatan utama yang dibutuhkan dalam pembuatan kolase adalah:

  • Alat potong: pisau, gunting, cutter, gergaji, tang dan sebagainya.
  • Bahan perekat: lem kertas, perekat vinyl, lem putih/PVC, lem plastic, jarum dan benang jahit, serta jenis perekat lainnya (disesuaikan dengan jenis bahan).

 

(Sumber: Liputan6.com dan Merdeka.com)

Beri Komentar