Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Silaturahmi (Foto: Shutterstock.com)
Setiap tamu yang datang wajib hukumnya dihormati.
Dream - Bertamu dan saling mengunjungi dapat menjadi sarana penguatan hubungan sesama Muslim. Rasa persaudaraan dan kekeluargaan dapat semakin kental.
Mungkin, ada sebagian dari kita yang kadang merasa risih menerima tamu. Ketika ada orang datang berkunjung, muka terlihat masam.
Jika kita mengalami hal itu, sebaiknya segera mengubah diri. Karena akan ada banyak faedah yang hilang ketika tamu merasa tidak nyaman berkunjung ke rumah kita.
Dikutip dari Bincangsyariah.com, hadis Muttafaq Alaihi menyebutkan Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda mengenai pentingnya memuliakan tamu.
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah SWT dan kepada hari kiamat, maka hendaknya menghormati tamunya."
Hadis ini menjelaskan keutamaan memuliakan tamu. Bahkan, perbuatan ini menjadi cermin tingkat keimanan seseorang.
Sangat dianjurkan menyambut tamu dengan senyuman ramah. Lalu, menyuguhkan makanan semampunya dan mengajak berbincang ringan.
Setiap tamu tidak perlu mendapat penghormatan yang berbeda. Mereka yang datang ke rumah kita adalah orang yang wajib dihormati.
Sebisa mungkin kita tidak membedakan para tamu. Mereka yang memiliki rezeki berlebih sebaiknya dihormati sebagaimana tamu dengan rezeki yang kekurangan.
Dalam Surat Al Hujurat ayat 13, Allah SWT berfirman,
"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti."
Sumber: Bincangsyariah.com