Memuliakan Tamu, Cermin Tingkat Keimanan

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 26 Februari 2019 10:00
Memuliakan Tamu, Cermin Tingkat Keimanan
Setiap tamu yang datang wajib hukumnya dihormati.

Dream - Bertamu dan saling mengunjungi dapat menjadi sarana penguatan hubungan sesama Muslim. Rasa persaudaraan dan kekeluargaan dapat semakin kental.

Mungkin, ada sebagian dari kita yang kadang merasa risih menerima tamu. Ketika ada orang datang berkunjung, muka terlihat masam.

Jika kita mengalami hal itu, sebaiknya segera mengubah diri. Karena akan ada banyak faedah yang hilang ketika tamu merasa tidak nyaman berkunjung ke rumah kita.

Dikutip dari Bincangsyariah.com, hadis Muttafaq Alaihi menyebutkan Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda mengenai pentingnya memuliakan tamu.

" Barangsiapa yang beriman kepada Allah SWT dan kepada hari kiamat, maka hendaknya menghormati tamunya."

Hadis ini menjelaskan keutamaan memuliakan tamu. Bahkan, perbuatan ini menjadi cermin tingkat keimanan seseorang.

1 dari 1 halaman

Perlalukan Tamu Secara Sama

Sangat dianjurkan menyambut tamu dengan senyuman ramah. Lalu, menyuguhkan makanan semampunya dan mengajak berbincang ringan.

Setiap tamu tidak perlu mendapat penghormatan yang berbeda. Mereka yang datang ke rumah kita adalah orang yang wajib dihormati.

Sebisa mungkin kita tidak membedakan para tamu. Mereka yang memiliki rezeki berlebih sebaiknya dihormati sebagaimana tamu dengan rezeki yang kekurangan.

Dalam Surat Al Hujurat ayat 13, Allah SWT berfirman,

" Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti."

Sumber: Bincangsyariah.com

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara