Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (phitoesewelas.blogspot.com)
Dream - Salah satu mukjizat Nabi Isa adalah bisa menghidupkan orang yang telah mati, tentu dengan izin Allah. Dan salah satu kisah tentang mukzizat itu, saat Nabi Isa menghidupkan perempuan yang telah dikubur atas permintaan suaminnya.
Berikut kisah hikmah, sebagaimana dikutip Dream dari buku “Mutiara Hikmah Tasawuf”, Pustaka Tebuireng, terjemahan dari Kitab An-Nawadir:
Suatu hari seorang lelaki Bani Israil punya istri paling cantik. Lelaki itu sangat mencintai istrinya. Tapi sayang, istri tercinta yang sangat cantik itu meninggal dunia.
Lelaki itu bersedih, sehingga selalu berada di kuburan sang istri. Hingga lewatlah Nabi Isa AS dan melihat lelaki itu berada di kuburan tersebut dan sedang menangis.
Nabi Isa kemudian bertanya kepada lelaki itu, “Mengapa engkau menangis?? Lelaki itu bercerita tentang kehilangannya.
Dan Nabi Isa kembali bertanya, “Apakah engkau senang kalau saya menghidupkannya lagi untukmu?”
Lelaki itu menjawab, “Ya.” Lalu Nabi Isa berdoa untuk orang yang dikubur itu.
Lalu, keluarlah seorang lelaki berkulit hitam yang hidungnya mengeluarkan api. Selain itu, api juga keluar dari mata dan lubang-lubang lainnya. Rupanya dia mendapat siksa kubur.
Lalu, lelaki berkulit hitam yang dihidupkan itu berkata, “Laa ilaaha illallah. Isa ruhullah.”
Dan pria yang memohon istrinya dihidupkan itu kemudian berkata, “Wahai Nabiyullah, bukan kuburan ini, tapi yang ini.” Dia menunjukkan kuburan yang lain.
Nabi Isa kemudian berkata kepada orang hitam itu, “Kembalilah ke tempatmu.” Dan lelaki berkulit hitam itu meningal lalu ditutupi tanah kembali.
Kemudian, Nabi Isa menoleh ke kuburan yang ditujuk dan berkata, “Bangkitlah, hai yang berada di kuburan ini dengan izin Allah!”
Kuburan itu terbelah, dan muncullah seorang perempuan yang mengibaskan tanah dari kepalanya. Lalu, laki-laki itu berkata, “Inilah istriku, hai ruhullah.”
Dan Nabi Isa berkata, “Ambillah istrimu.”
Lelaki itu membawa istrinya pulang. Sampai di rumah, lelaki itu ingin tidur dan terlelap di pangkuan sang istri.
Tak berapa lama, pemuda tampan dari seorang raja lewat. Dan istri lelaki itu, yang baru saja dihidupkan Nabi Isa, jatuh cinta.
Kepala sang suami yang berada di pangkuan dilepaskan dan jatuh ke tanah. Perempuan itu mendekati pangeran tampan itu dan berkata, “Ambillah saya.”
Anak raja itu kemudian membawanya. Sementara, sang suami yang bangun dari tidur bingung karena tak menemukan istri yang bari dihidupkan Nabi Musa.
Lelaki itu mencari, dan menemukan istrinya bersama sang pangeran. Lelaki itu berkata, “Hai anak raja! Ini istriku. Oleh karena itu, lepaskan dia!”
Namun, istrinya ternyata tak mau dan berkata, “Saya budak anak raja ini.”
Dan anak raja itu berkata, “Apakah engkau cemburu terhadap budakku?”
Lelaki itu menjawab, “Demi Allah, sungguh dia istriku. Sungguh Nabi Isa telah menghidupkannya setelah kematiannya untukku.”
Ketika perdebatan itu terjadi, lewatlah Nabi Isa. Lelaki itu berkata kepada Nabi Isa, “Wahai Ruhullah. Apakah perempuan ini istriku yang telah engkau hidupkan untukku?”
Nabi Isa menjawab, “Ya.” Namun perempuan itu berkata, “Wahai Ruhullah, dia pembohong. Saya adalah budak putra raja ini.”
Dan Nabi Isa kemudian bertanya, “Apakah engkau perempuan yang telah aku hidupkan atas izin Allah?”
Perempuan itu menjawab, “Tidak, demi Allah. Wahai Ruhullah.”
Nabi Isa kemudian berkata kepada wanita itu, “Kembalikan kepada saya apa yang telah saya berikan kepadamu!”
Perempuan itu kemudian jatih dan mati.
Lalu, Nabi Isa berkata, “Barang siapa yang ingin melihat orang yang mati kafir lalu dihidupkan kembali dan beriman lalu mati dalam keadaan beriman, maka lihatlah lelaki yang berkulit hitam itu.”
“Dan barangsiapa yang ingin melihat orang yang mati dalam keadaan beriman lalu dia dihidupkan oleh Allah lalu dia kufur dan mati dalam keadaan kufur, maka lihatlah perempuan ini.”
Lalu, laki-laki itu bersumpah tidak menkah lagi setelah peristiwa itu. Lalu pergi ke padang pasir untuk beribadah kepada Allah sepanjang hayatnya.
*Kisah ini dikutip dari buku “Mutiara Hikmah Tasawuf” Pustaka Tebuireng, terjemahan dari Kitab An-Nawadir.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?