Perbandingan Mekah 131 Tahun Lalu dan Sekarang, Ternyata...

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 27 Juli 2016 17:14
Perbandingan Mekah 131 Tahun Lalu dan Sekarang, Ternyata...
Ini keadaan kota Mekah pada 131 tahun yang lalu.

Dream - Sebuah surat kabar di Arab Saudi pada hari Rabu menerbitkan apa yang dianggap adalah foto keadaan kota Mekah pada 131 tahun yang lalu.

Foto yang dirilis oleh koran berbahasa Arab Ajel itu menunjukkan ribuan umat Islam berdoa di Masjidil Haram, masjid terbesar di dunia.

Masjidil Haram yang terletak di sebelah barat kota Mekah ini mengelilingi Kabah yang merupakan tempat suci umat Islam.

 Mekah 131 tahun lalu

Ajel melaporkan foto itu diambil pada tahun 1885 dan dirilis minggu ini oleh Departemen Raja Abdul Aziz, pendiri Arab Saudi.

Koran tersebut juga menampilkan foto keadaan kota Mekah di era modern.

(Sumber: Emirates 24/7)

1 dari 3 halaman

Menakjubkan! Potret Mekah dari Luar Angkasa

Dream - Kosmonot Anton Shkaplerov memfoto dua kota suci umat muslim dunia, Mekah dan Madinah, Arab Saudi. Foto yang diambil pada malam hari dari Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) itu sungguh menakjubkan.

Kota Mekah dan Madinah terlihat benderang. Cahaya lampu berkilai bak hamparan emas. Sementara pada salah satu titik di tengah, terlihat cahaya putih yang sangat jelas.

Shkaplerov mengunggah foto-foto itu ke Twitter dan Instagram. Dia mengaku sangat kagum dengan pemandangan yang dia tangkap melalui kamera itu.

" Amazing night view of #Mecca and #Medina from the #ISS," demikian tulis Shkaplerov dalam akun Twitter, @AntonAstrey, sebagaimana dikutip Dream Senin 14 April 2015. Sejak diunggah 26 Januari 2015 hinga 14 April, foto itu telah di-retweet oleh 7.200 pengguna Twitter.

Tak hanya Mekah dan Madinah, Shkaplerov juga memotret pemandangan di sejumlah tempat di Bumi dari luar angkasa. Pemandangan-pemandangan tempat-tempat itu juga mengagumkan.

[crosslink_1]

2 dari 3 halaman

Petugas Kebersihan Masjidil Haram Salat di Hijr Ismail

Dream - Seorang petugas kebersihan Masjidil Haram tertangkap kamera tengah menunaikan salat di area Hijr Ismail, Masjidil Haram. Area Hijr Ismail merupakan area khusus yang tidak bisa digunakan sembarang orang.

Foto mengenai petugas ini diunggah di laman Facebook melalui akun Dr Bilal Philips. Foto tersebut diunggah disertai keterangan terkait kisah bagaimana petugas itu bisa salat di sana.

Awalnya, petugas tersebut terpilih sebagai petugas terbaik. Pengelola Masjidil Haram ingin memberikan penghargaan kepada petugas tersebut berupa uang cukup banyak.

Tetapi, petugas itu menolak dan memilih untuk bisa salat di area Hijr Ismail. Pengelola Masjidil Haram pun membolehkan petugas tersebut salat di sana.

3 dari 3 halaman

Kisah Abah Landung, Kakek 75 Tahun Bersepeda 7 Bulan ke Mekah

Dream - Mungkin nama Landung terdengar asing buat telinga Anda. Tapi jika saja Anda tahu, kisah pria yang kini berusia 87 tahun ini sungguh menakjubkan dan membuat orang iri dengan kegigihannya.

Bertekad menunaikan ibadah haji dan datang ke rumah Allah di Mekah, pria 87 tahun ini rela berkilo-kilo meter menempuh perjalanan dari kota Bandung menuju Mekah. Perjalanan selama tujuh bulan itu takkan berhasil tanpa bantuan dan kuasa Allah SWT.

" Waktu ke Mekah 7 bulan dari Bandung Ke Mekah, dan pulang lagi ke Bandung 7 bulan waktu itu di tahun 2002 saat umur saya 75 tahun," ujar pria yang akrab disebut Abah Landung, saat menceritakan kisahnya di perayaan Amazing Muharram, Minggu 1 November 2015.

Landung menceritakan perjalanan suci yang dilakukannya dengan berjalan dan bersepeda ke Mekah, selalu diberikan kemudahan dan bantuan bantu selama perjalanan. Tidak hanya berupa bantuan selama perjalanan tapi saat ingin beristirahat.

" Kalau tidur nginep di masjib di kampung-kampung. Pada umumnya baik semua orang yang ditemui, kadang kalau naik kendaraan tidak mau dibayar bahkan saya di antar," kenang kakek asal Bandung tersebut

Sesampainya di Mekah, Landung merasa senang dan gembira. Bagaimana tidak, Abah Landung harus menghabiskan perjalanan selama tujuh bulan. Kesempatan seumur hidup ini pun tak disia-siakannya.

Abah Landung pun memutuskan mengelilingi kota Mekah dengan sepedanya. Dengan kebesaran Allah, Abah pun selalu mendapatkan bantuan dari masyarakat yang mengetahui perjuangannya. Bahkan, saat berada di Mekah, banyak orang yang langsung memanggilnya Pak Haji.

" Sampai disana gembira bahkan semua orang yang menemui panggil saya pak haji. saya rasakan dengan kebesaran Allah disana sebagai orang yang tidak mampu dan tidak bawa apa-apa, makan saya terjamin dengan baik" katanya.

Bahkan Landung bersyukur bisa menjalani haji dengan tidur di hotel yang mewah. " Mungkin kalau pergi haji, nginep disatu tempat tapi saya 20 hari disana Alhamdulillah 20 tempat selalu berganti-ganti," kata dia menjelaskan.

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya