Perempuan Bekerja Boleh Saja, Asal...

Reporter : Vinda Prashita
Minggu, 4 September 2016 12:01
Perempuan Bekerja Boleh Saja, Asal...
Wanita karir memang masih ramai dibicarakan. Ada yang menerima dan ada yang menolak. Bagaimana Islam memandang hal ini?

Dream - Seiring berkembangnya zaman, tak sedikit umat muslim mengungkapkan pendapat tentang hukum wanita bekerja menurut pandangan Islam.

Banyak dari mereka yang memutuskan untuk bekerja di luar rumah, atau dikenal dengan sebutan wanita karir. Karena dengan alasan menambah penghasilan suami yang tidak mencukupi.

Namun ada juga sebaliknya. Mereka-mereka yang mencoba mengikuti dalil-dalil yang sudah dilakukan sejak pada masa Nabi. Lalu bagaimana Islam memandang hal ini?

Islam yang Universal

Seperti yang dikutip Dream.co.id dari laman muslimah.or.id bahwa Islam mengatur semua hal. Bahkan hal kecil sekalipun, apalagi soal harkat dan martabat wanita.

Dalam Islam, wanita sangat dimuliakan. Sebelum datangnya Islam, wanita diperlakukan semena-mena.

Pada masa jahiliyah, bayi perempuan dikubur hidup-hidup karena diapandang bahwa wanita hanya akan menyusahkan.

“ Apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh.” [Q.s At-Takwir: 8-9]

Islam Memuliakan Wanita

Kemudian Islam datang untuk menempatkan kedudukan wanita pada posisi yang layak, memberikan hak-haknya dengan sempurna tanpa dikurangi sedikitpun.

Islam memuliakan kedudukan kaum wanita, baik sebagai ibu, sebagai anak atau saudara perempuan, juga sebagai istri.

Pada poin yang terakhir ini, yaitu sebagai istri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan seorang suami untuk menafkahi istrinya dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, baik dari segi makanan, pakaian, dan sebagainya.

Seorang istri berhak mendapatkan apa-apa yang ia butuhkan dengan cara meminta kepada suaminya dengan cara yang ma’ruf (baik).

Sanggahan Bagi Kaum Feminis

Sayangnya, hak wanita di zaman sekarang ini seringkali “ dipaksakan” oleh sebagian kalangan. Beberapa di antaranya yang menamakan diri mereka sebagai feminis (yang katanya memperjuangkan hak wanita), mereka berpendapat bahwa wanita harus sejajar dengan laki-laki, wanita tidak boleh dikekang, dan sebagainya. Padahal hal-hal tersebut malah membuat wanita kehilangan kemuliaannya.

Wanita berbeda dengan laki-laki dalam hal-hal tertentu, sehingga tidak akan bisa seorang wanita bertindak seperti laki-laki, bebas keluar rumah dan eksis di ranah publik.

Namun, Islam agama yang sempurna tidaklah mengungkung para wanita dan sama sekali tidak membolehkannya keluar rumah. Adakalanya wanita dibutuhkan kehadirannya di luar. Atau mungkin mereka membutuhkan sesuatu yang harus didapat dengan cara keluar dari rumahnya.

Bagaimana Aturan Islam Bila Wanita Harus Keluar Rumah? (Ism) 

 

 

Kirimkan blog atau website kamu ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin di-publish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak