CONNECT WITH US!

Perjalanan Ki Joko Bodo Menuju Tobat

Reporter : Eko Huda S | Senin, 23 Juni 2014 14:21
Joko Bodo (Foto: Kapanlagi.com)
Wajah Ki Joko Bodo kini lebih klimis. Kumis tebalnya sudah dicukur habis. Jenggot yang semula menjuntai di dagu kini telah dipangkas rapi.

Dream - Dan inilah Joko Bodo hari ini. Penampilan klimis. Kumis tebal dengan satu dua uban itu sudah dicukur Jenggot yang menjuntai dari dagu sudah pula dipangkas. Dan rambut panjang yang hari-hari sebelumnya tergerai itu sudah ditata.

Joko Bodo yang lazim tampil nyentrik dan bagai sejumlah orang cenderung " menakutkan" itu memang sudah total berganti. Dan sebagaimana kita tahu lewat berita media massa satu dua hari belakangan, perubahan itu dilakukan sesudah dia bertobat. Meninggalkan dunia perdukunan Dan pertobatan itu dilakukan sesudah dia umrah ke Tanah Suci.

" Kalau lihat Kabah selalu menangis. Kita harus meninggalkan segala keburukan dan menjalankan segala ajaran Tuhan dan agama," begitu kata Joko Bodo sebagaimana dilansir Kapanlagi.com.

Tidak jelas benar apa yang dimaksudkan dengan keburukan oleh Joko Bodo itu. Bertahun-tahun belakangan, dia memang dikenal sebagai paranormal top dan kondang ke mana-mana. Dan laiknya selebritas sohor, dia laris manis di layar sejumlah televisi. Klien juga banyak. Dari artis, pengusaha hingga para politisi yang lazim tampil jaim depan khayalak ramai.

Dari buka praktik untuk kalangan berada itu, Joko Bodo menghimpun harta. Mobil-mobil mewah berbagai merek sudah punya. Dan bukan harta bergerak belaka. Dia bahkan mendirikan tempat praktik yang disebutnya sebagai " Istana Wong Sintinx" di daerah Jakarta Timur. Reputasi dan harta yang bergelimang itu memang bukan hasil keringat setahun dua. Joko Bodo sudah bertahun-tahun tenggelam dalam dunia ini.

Lahir di Singaraja, Bali, 1964, kedua orang tua memberinya nama yang sesungguhnya jauh dari kesan angker. Agus Yulianto. Dia lahir ketika sejumlah warga di sana tengah haru biru dengan letusan Gunung Agung. Gunung yang dianggap tertinggi di Pulau Bali itu memang pernah meletus lama. Semenjak 18 Februari 1963 hingga 26 Januari 1964.

Dibesarkan dalam suka cita dan kasih sayang kedua orang tuanya, menjadi paranormal bukanlah cita-cita Yulianto. Semula, dia ingin menjadi penyanyi dan pemain film. Tapi susah terwujud. Harapan itu baru diraih justru sesudah dia menjadi paranormal sukses.

Sesudah sohor di dunia paranormal, dia juga sempat mengadu untung di dunia musik. Pada 2006 silam, Joko Bodo mendirikan band bernama " 3 Mantra" , meski kurang terkenal. Dia juga berperan dalam film horor " Terowongan Casablanca" . Tampil dalam film horor, memperkuat brandingnya sebagai paranormal. Walhasil Joko Bodo tetap lebih dikenal sebagai paranormal ketimbang sebagai pekerja hiburan ataupun bintang film.

Bakat dalam dunia paranormal itu diasah ketika dia kuliah di Jogya pada tahun 1990-an. Tapi sebetulnya Joko Bodo merasa bahwa dunia paranormal itu bukanlah jalan hidupnya. Itu sebabnya selepas kuliah itu dia melamar ke sejumlah lembaga demi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kesulitan mencari pekerjaan itulah memaksanya terus memperdalam ilmu paranormal.

Hatinya menjadi semakin mantap menapak dunia paranormal setelah pada 1996 selamat dari kecelakaan. Dua tahun kemudian dia buka praktik. Klien pertamanya adalah seorang pejabat. Sejak itulah dia semakin rajin menyepi dan bertapa di tempat-tempat angker, seperti gua dan sungai.

Dalam sebuah wawancara Ki Joko Bodo juga mengaku punya banyak istri. Pasangan hidup itu bahkan menyebar di setiap provinsi. Cara inilah yang dia pakai untuk menyebarkan " bodoisme" , sebuah ajaran bagi mereka yang percaya mistik.

Namun semua itu kini dia tinggalkan. Menjelang bulan Ramadan ini, Ki Joko Bodo ikrar bertobat. Demi pertobatan penuh, dia membuang segala ilmu perdukunannya. Dia bahkan mewakafkan sebagian area Istana Wong Sintix untuk area pembangunan masjid.

" Saya juga menghibahkan tempat praktik untuk pembangunan masjid. Saya mau itu dibuat beribadah, untuk salat sehari-hari," ujar Ki Joko Bodo.

Ki Joko Bodo bertekad meninggalkan segala ajaran yang bertentangan dengan Tuhan. " Semua yang bertentangan dengan ajaran Tuhan dan agama ingin saya hindari. Kita harus meninggalkan segala keburukan dan menjalankan segala ajaran Tuhan dan agama," ujar dia.

Dia juga berjani bahwa perubahan ini bukan sesaat belaka. Bukan hanya jelang Ramadan. Joko Bodo memastikan, " Ketaqwaanku kepada Tuhan, percuma kalau hanya untuk Ramadan." (Ism)

Anies Baswedan resmi jadi Gubernur Jakarta - Setnov sudah sehat?