Surah Al Fajr Ayat 17-30, Arab, Terjemahan, Asbabun Nuzul dan Kandungan

Reporter : Arini Saadah
Jumat, 15 Januari 2021 11:29
Surah Al Fajr Ayat 17-30, Arab, Terjemahan, Asbabun Nuzul dan Kandungan
Orang-orang yang berjiwa tenang akan mendapat kemuliaan di sisi Allah Swt.

Dream - Surah Al Fajr merupakan surah di dalam Al Quran urutan ke-89 dan termasuk ke dalam kategori surah Makkiyah. Surah yang terdiri dari 30 ayat ini dinamakan Al Fajr, karena diambil dari kata al Fajr yang terletakk pada ayat pertama.

Meskipun berada di dalam juz amma, namun surah Al Fajr memiliki ayat yang banyak sehingga membuat surah ini menjadi terkesan panjang. Namun banyak juga imam masjid yang membaca surah ini ketika sholat berjamaah. Sebab memiliki keutamaan dan isi kandungan yang luar biasa.

Secara umum, surah Al Fajr menjelaskan bahwa Allah Swt menyalahkan orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu kemuliaan, dan kemiskinan suatu kehinaan. Tetapi sebanrnya keduanya merupakan ujian dan cobaan yang datang dari Allah Subhanahu wata’ala bagi hamba-Nya yang mau memahami.

Supaya lebih jelas, berikut Dream paparkan surah Al Fajr ayat 17-30 arab, terjemahan, asbabun nuzul dan isi kandungan seperti dikutip dari berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

Quran Surah Al Fajr Ayat 17-30

Dikutip dari quran.kemenag.go.id, berikut quran surah Al Fajr ayat 17-30:

Ilustrasi© dream.co.id

Tidak demikian, bahkan kalian tidak memuliakan anak yatim,

Ilustrasi© dream.co.id

bahwa kalian tidak bersegera memberi makan kaum miskin,

Ilustrasi© dream.co.id

bahwa kalian menghabiskan harta benda secara serakah;

Ilustrasi© dream.co.id

bahwa kalian mendambakan harta benda secara berlebihan;

Ilustrasi© dream.co.id

maka jangan demikian! Apabila bumi hancur berkeping-keping,

Ilustrasi© dream.co.id

sehingga hadirlah Tuhanmu diiringi para malaikat yang berkedudukan,

Ilustrasi© dream.co.id

bahwasanya pada Hari itu Jahannam diperlihatkan, pada Hari itu manusia akan tersadar akan tetapi tidak berguna lagi kesadarannya baginya pada saat itu,

Ilustrasi© dream.co.id

orang itu mengatakan: " Alangkah baiknya, sekiranya dahulu aku berjuang untuk kehidupan ini"

Ilustrasi© dream.co.id

maka pada Hari itu tiada yang menghantam sebagaimana HantamanNya,

Ilustrasi© dream.co.id

serta tiada yang membelenggu sebagaimana belengguNya.

Ilustrasi© dream.co.id

" Wahai jiwa yang tenang!

Ilustrasi© dream.co.id

kembalilah kepada Tuhanmu disertai hati yang ridla dan diridlai-Nya,

Ilustrasi© dream.co.id

maka masuklah bersama hamba-hamba-Ku,

Ilustrasi© dream.co.id

serta masuklah ke dalam Surga-Ku."

2 dari 3 halaman

Asbabun Nuzul Surah Al Fajr

Ilustrasi© freepik.com

Surah Al Fajr memiliki latar belakang diturunkan ke muka bumi melalui perantara Nabi Muhammad Saw. Diriwayatkan OLEH Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Buradah bahwa firman Allah Swt surah Al Fajr turun berkenaan dengan Hamzah (yang gugur sebagai syahid).

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Juwaibir, dari Ad-Dlahak yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda: “ Siapa yang akan membeli sumur rumat untuk melepaskan dahaga. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosanya.” Sumur itupun dibeli oleh Utsman. Nabi Saw bersabda: “ Apakah engkau rela sumur itu dijadikan sumber minum bagi semua orang?” Utsman menyiyakannya. Maka Allah menurunkan ayat ini (surah AL Fajr ayat 27) berkenaan dengan sikap Utsman yang dermawan.

3 dari 3 halaman

Kandungan Pokok Surah Al Fajr

Surah Al Fajr terdiri atas 30 ayat dan tergolong surah Makkiyah. Surah al Fajr diturunkan sesudah surah Al Lail. Nama Al Fajr sendiri diambil dari kata ‘fajr’ yang artinya waktu fajar pada ayat pertama. Berikut Kandungan pokok surah Al Fajr yang bisa diambil pelajaran:

  1. Allah bersumpah bahwa azab terhadap orang-orang kafir tidak akan dapat dielakkan.
  2. Beberapa contoh umat yang sudah dibinasakan karena mendapat azab dari Allah.
  3. Kenikmatan hidup atau bencana yang dialami manusia bukanlah tanda penghormatan atau penghinaan dari Allah, melainkan cobaan atau ujian belaka.
  4. Celaan terhadap orang-orang yang tidak memelihara anak yatim dan tidak mau memberi makan fakir miskin.
  5. Kecaman terhadap orang-orang yang memakan harta warisan dengan campur aduk dan orang yang mencintai hartanya secara berlebihan.
  6. Malapetaka yang akan dihadapi orang-orang kafir di hari kiamat.
  7. Orang-orang yang berjiwa tenang akan mendapat kemuliaan di sisi Allah Swt.
Beri Komentar