Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Membaca Al Quran (Foto: Freepik.com)
Dream – Surah An Naba merupakan surat di dalam al Quran yang mengawali juz 30. Surah ke-78 ini berjumlah 40 ayat dan tergolong surat Makiyyah karena diturunkan di Kota Makkah. Surah An Naba diturunkan setelah surah Al Ma’arij. Surat ini disebut juga ‘amma yatasa alun’ sebagaimana diambil dari ayat pertama.
BACA JUGA: Contoh ikhfa, macam-macam huruf dan contohnya
Asbabun nuzul surah An Naba menurut riwayat Ibnu Abbas, adalah ketika Al Quran diturunkan, orang-orang kafir Quraisy sering mempertanyakan satu sama lain tentang berita yang terdapat di dalamnya. Di antara mereka ada yang membenarkan dan ada pula yang mendustakan. Maka turunlah surah An Naba ini.
Tak hanya itu, Surah An Naba menceritakan tentang pengingkaran orang musyrik terhadap hari kebangkitan serta ancaman Allah Swt terhadap mereka. Surah An Naba juga menceritakan bahwa Allah menunjukkan kekuasaan-Nya saat hari kebangkitan.
Selain itu di dalam Surah An Naba juga dijelaskan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi saat hari kebangkitan, azab bagi orang yang mendustakan, dan kenikmatan yang akan diterima bagi orang yang bertakwa.
Memahami kandungan surah An Naba akan membuat umat muslim semakin yakin bahwa hari kiamat pasti datangnya dan akhirat nyata adanya. Sehingga hatinya tenang dan tidak mempertanyakan hal-hal yang sudah diyakini pasti terjadi
Dilansir dari quran.kemenang.go.id, berikut adalah surah An Naba ayat 21-40 arab, latin dan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia.
Asbabun nuzul surah An Naba salah satunya diriwayatkan oleh Ibnu JUraji dan Ibnu Abi Haatim dari Hasan Al Basri dalam Kitab Lubaabun Nuquul karya Imam Suyuthi.
Diriwayatkan oleh Ibnu Juraji dan Ibnu Abi Haatim dari Al Hasan Al Basri beliau berkata: “ Ketika Nabi shallallhu ‘alaihi wa sallam diutus, mereka (kafir quraisy) saling bertanya-tanya, maka Allah Subhanahu wata’ala menurunkan (surah) ‘amma yatasaa aluun ‘anin nabail ‘adzim.”
Itulah salah satu riwayat yang menyebutkan tentang asbabanun nuzul surah An Naba. Selanjutnya mari kita pahami terjemahannya.
Berikut surah an Naba ayat 21-30 lengkap dengan artinya dalam Bahasa Indonesia.

Sungguh (neraka) Jahannam itu (sebagai) tempat mengintai (bagi penjaga yang mengawasi isi neraka).

Menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas.

Mereka tinggal di sana dalam masa yang lama.

Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman.

Selain air yang mendidih dan nanah.

Sebagai pembalasan yang setimpal.

Sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan.

Dan mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami.

Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab (buku catatan amalan manusia).

Maka karena itu rasakanlah! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab.
Berikut surah an Naba ayat 31 sampai dengan 40 lengkap dengan artinya dalam Bahasa Indonesia.

Sungguh orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan.

(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur.

dan gadis-gadis montok yang sebaya,

dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).

Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun (perkataan) dusta.

Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu.

Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Maha Pengasih, mereka tidak mampu berbicara dengan Dia.

Pada hari ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, dan dia hanya mengatakan yang benar.

Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barang siapa menghendaki, niscaya dia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.

Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, dan orang kafir berkata, ‘alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah.’
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya