Untuk Suami Istri, Inilah yang Lebih Indah daripada Jimak

Reporter : Puri Yuanita
Rabu, 12 Juli 2017 18:02
Untuk Suami Istri, Inilah yang Lebih Indah daripada Jimak
Ada yang lebih indah dari jima. Keindahan di luar jima ini memang bisa semakin menyempurnakan keindahan dan kenikmatan jima.

Dream - Ketika jimak hanya merupakan aktivitas biologis yang cuma memberi kepuasan, tak heran jika hari ini kita masih sering mendengar banyak orang sibuk menjadikan topik pembicaraan seputar seks. Obrolannya hampir cenderung menekankan kepada aspek fisik.

Perbincangan soal jimak lagi-lagi jarang menyentuh soal aspek jiwa. Setiap hari orang sibuk berbicara tentang seks. Media massa memberi porsi yang besar soal seks karena banyak dibaca publik. 

Publik sibuk menawarkan cara, misalnya suami-istri bepergian ke satu hotel dan melakukan hubungan seks di sana, tanpa mendengar keceriaan tawa anak-anak yang mengganggu.

Pada saat yang sama, manusia juga disibukkan untuk mempercantik diri. Sebagian dari mereka disibukkan dengan obsesi menjadi cantik demi mempertahankan daya tarik di hadapan suami. Kita sering membaca banyak orang yang melakukan operasi plastik untuk memancungkan hidung dan memontokkan payudara.

Kondisi ini tentu saja ironi bagi kemanusiaan. Di saat manusia semakin " terdidik" , mereka justru mengalami kemerosotan dalam kehidupan psikisnya. Mereka terjebak pada aspek fisik yang sangat zahir, sehingga keelokan rupa yang menjadi perhatian utama. Padahal sesungguhnya, ada yang lebih berarti dari sekadar jimak.

1 dari 1 halaman

Yang Paling Penting dari Segala-galanya

Adakalanya orang aktif secara seksual, tetapi mereka tidak menemukan kesejukan dalam rumahnya. Rumah berhenti sebagai bangunan yang beratap dan berpintu. Mereka aktif bertasabbub, istri melahirkan anak hampir setiap dua tahun sekali, anak mereka sampai lebih dari lima orang, tetapi tak ada kedamaian di rumah.

Hubungan antara suami dan istri tidak akrab, apalagi mesra kecuali saat berjimak.

Ini berarti, ada yang lebih indah dari jimak. Keindahan di luar jima ini memang bisa semakin menyempurnakan keindahan dan kenikmatan jimak. Tetapi keindahan itu bukan terletak pada tercapainya kepuasan saat berhubungan intim.

Ada kesenangan hidup dalam rumah tangga (semoga Allah memberikan kesenangan itu kepada keluarga kita). Dan kesenangan itu bukan terletak pada kecantikan wajah–yang membuat sebagian orang merasa cemas dan dilanda ketakutan ketika usia mendekati 40 tahun.

Kata Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, " Allah menjadikan penyebab kesenangan adalah keberadaan istri. Andaikata penyebab tumbuhnya cinta adalah rupa yang elok, tentunya yang tidak memiliki keelokan tidak akan dianggap baik sama sekali.

Kadangkala kita mendapatkan orang yang lebih memilih pasangan yang lebih buruk rupanya, padahal dia juga mengakui keelokan yang lain. Meski begitu tidak ada kendala apa-apa di dalam hatinya. Karena kecocokan akhlak merupakan sesuatu yang paling disukai manusia, dengan begitu kita tahu bahwa inilah yang paling penting dari segala-galanya. Memang bisa saja cinta tumbuh karena sebab-sebab tertentu. Tetapi cinta itu akan cepat lenyap dengan lenyapnya sebab."

Ulasan selengkapnya baca di sini.   

Beri Komentar