6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Andrew Harding Bersama Mawardah Priyanka
Dream - Peristiwa sepuluh tahun silam yang melanda kota Serambi Mekah telah meninggalkan duka bagi masyarakat Aceh. Gelombang air laut yang menyapu bersih serta meluluhlantahkan kehidupan saat itu, menuai cerita dari sederet anak-anak korban Tsunami.
Andrew Harding merupakan seorang wartawan BCC yang kembali usai peristiwa mengerikan itu. Hampir satu dekade dia tak mengunjungi Aceh. Semua telah berubah, jalanan yang dulu berlumpur dan penuh puing-puing serta mayat korban Tsunami berubah menjadi jalan aspal dan gedung pertokoan.
Andrew kembali bukan untuk sekadar liputan mencari cerita baru usai peristiwa 10 tahun silam. Kedatangannya juga bermaksud ingin bertemu kembali dengan salah satu gadis kecil yang selamat dari tsunami yakni Mawardah Priyanka.
Pertemuannya dengan Mawardah pertama kali saat di tenda darurat depan masjid. Saat itu ia berusia 11 tahun. Keadaannya sangat miris, kotor, penuh lumpur dan kelelahan. Kedua orangnya meninggal akibat gelombang tsunami.
Beruntung, Mawardah bertemu dengan kedua kakaknya beberapa hari kemudian. Kehidupan kakak beradik itu pasca tsunami berangsur membaik mereka menempati rumah yang telah disediakan oleh salah satu lembaga amal.
Kini, Aceh telah bangkit, wajahnya kini tak lagi sendu seperti Minggu 26 Desember 2004 silam. Andrew akhirnya bertemu dengan Mawardah. Gadis kecil kerudungan itu kini sudah beranjak dewasa. Terlihat lebih tinggi dan tegar. Sosok Mawardah di usianya yang ke 21 tahun lebih tegar, cerdas dan berambisi. Terbukti, dia mendapatkan beasiswa dari sejumlah perusahaan Semen di Aceh dan tengah menyelesaikan kuliah di salah satu perguruan tinggi di Banda Aceh jurusan bahasa Inggris.
Penasaran dengan kisah pertemuan wartawan dan anak korban tsunami ini? Yuk simak kisahnya Baca di sini (Ism)
Kirimkan kisah nyata inspiratif di sekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
