Dari Halaman Rumah Menuju Global Branding

Reporter : Editor Dream.co.id
Minggu, 27 April 2014 07:10
Dari Halaman Rumah Menuju Global Branding
Kisah Ibu Nurhayati ini pantas ditiru. Keluar dari perusahaan raksasa, lalu bikin usaha sendiri. Dari nol. Dari rumah sendiri. Jatuh bangun berkali sudah. Kini meraksasa dengan ribuan pekerja.

Dari halaman rumah di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dengan pekerja pertama hanya seorang pembantu rumah tangga pada 1985, Nurhayati Subakat memulai bisnis ini. Kosmetik. Pekerjaan itu ditekuni setelah dia keluar dari sebuah perusahaan kosmetik ternama dan meninggalkan gaji yang terhitung besar. Merek pertama yang dibesut adalah Putri. Pekerjaan itu ditekuni. Kerja keras dan pantang menyerah. 

Dan kita semua tahu apa yang dia petik 25 tahun kemudian. Wardah Cosmetic kini menjadi yang terbesar di segmennya. Jumlah karyawannya kini 4000 orang. Memiliki pabrik seluas 6 hektare di Tangerang, Banten. Setumpuk penghargaan pun sudah diraih.

" Tahun lalu kami dapat penghargaan ICSA (Indonekini membangun kerajaan bisnis kosmetik Wardah Cosmetics.sia Customer Satisfaction Award), Superbrand, Top Brand, dan Economic Challenges," ujar Nurhayati saat berbincang dengan Dream.co.id di kediamannya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2014).

Dari Halaman Rumah Menuju Global Branding

 

Kesuksesan itu diraih bukan tanpa kisah pahit. Pabriknya pernah kebakaran, yang memaksanya memulai lagi susah payah. Lantaran krisis dia pernah memecat 250 karyawannya. Tapi kepahitan itu adalah obat yang memberinya pelajaran dan membuat perusahaannya kini meraksasa. 

Dari modal yang hanya Rp 2 juta, saat ini kosmetik bergenre halal di bawah payung PT Paragon Technology and Innovation sudah memiliki omzet mencapai Rp 200 miliar perbulan. Angka yang sangat fantastis.

Pasar lokal telah ditaklukkan Wardah. Merk-merk kosmetik dunia berhasil disusul bahkan dilampaui. Pertumbuhan Wardah juga tidak tanggung-tanggung.  Sukses meraih keyakinan pasar lokal, kini Wardah berusaha merangsek ke pasar dunia.  " Kami sedang persiapkan," ujar wanita berdarah Minang ini.

Dari Halaman Rumah Menuju Global Branding

Duta-duta Wardah Cosmetic

Kesuksesan itu, kata Nurhayati, karena pertolongan dari Maha Kuasa, juga karena didukung penuh oleh keluarga. Pada usianya yang ke 63 tahun, Nurhayati lebih banyak memberi arahan saja. Pengendali bisnis kini diserahkan kepada kedua anaknya dan para profesional.

Kedua anaknya yang juga lulusan ITB, memegang peranan penting di perusahaan. Bos pemasaran dan petinggi produksi. Dua sektor penting yang menjadi ujung tombak kesuksesan perusahaan.

Nurhayati tidak akan pernah lupa cerita tentang kedua anaknya itu saat pertama kali bekerja di perusahaan ini. " Anak saya protes karena gajinya kecil banget. Saya bilang, kalau kamu naik gaji maka semua karyawan juga harus naik. Alhasil, staf-staf saya berterima kasih kepada anak saya karena semua gaji dinaikkan, ha-ha-ha," kisahnya sembari tertawa. (ism)

Beri Komentar