9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Fans Jerman Di Piala Dunia 2014 (Popsugar.com)
Dream - Euforia Piala Dunia ternyata tidak berhasil menyihir pemirsa Mesir untuk mengalihkan tontonan dari acara-acara Ramadan.
Selama bertahun-tahun, Ramadan menjadi waktu puncak bagi saluran satelit dalam menggaet pemirsa untuk menyaksikan tayangan bertema Ramadan. Tapi tahun ini, Piala Dunia 2014 muncul sebagai pesaing kuat untuk dua minggu pertama bulan Ramadan.
Sebelum Ramadan, banyak yang memperkirakan bahwa perhatian penonton akan terbagi dengan Piala Dunia, di mana pemirsa laki-laki menonton sepakbola dan penonton perempuan menyaksikan sinetron Ramadan.
Namun hingga berakhirnya Piala Dunia, beberapa pengamat yakin bahwa siaran turnamen sepakbola terbesar di dunia itu telah gagal menggeser perhatian pemirsa muslim Mesir dari tayangan Ramadan.
Penulis skenario dan kritikus Mesir, Magda Khairallah berpendapat, pertandingan Piala Dunia ternyata tidak mampu menggeser pemirsa untuk menyaksikan sinetron.
Tidak seperti pertandingan sepakbola yang ditayangkan pada waktu tertentu dan hanya pada saluran tertentu, sinetron Ramadan memiliki keuntungan jadwal siaran yang lebih beragam dan ditayangkan di berbagai saluran satelit secara gratis.
" Jadwal pertandingan sepakbola tetap, dengan demikian para penggemarnya akan beralih dari menonton program Ramadan untuk beberapa waktu kemudian akan beralih ke sinetron favorit mereka pada waktu yang berbeda," kata Khairallah.
Pengamat olah raga Mahmoud Sabry setuju dengan Khairallah, dengan menambahkan serial Ramadan menang atas pertandingan Piala Dunia.
" Tidak semua orang mampu berlangganan saluran yang menayangkan siaran Piala Dunia 2014. Ini merupakan keuntungan bagi sinetron Ramadan yang disiarkan pada saluran free-to-air," katanya.
Sabry mengatakan kepada Al Arabiya News, Senin 14 Juli 2014, tarif berlangganan saluran Piala Dunia mahal sehingga berdampak pada jumlah penonton. Sehingga mereka akan menonton drama TV dan mengikuti hasil pertandingan nanti.
" Sebagian besar keluarga tidak mampu membayar tarif berlangganan saluran yang menayangkan Piala Dunia," kata Sabry.
Dengan demikian, kelompok pemirsa usia tertentu akan pergi ke warung-warung kopi yang memutar pertandingan, di mana sebagian besar waktunya berbarengan dengan jam berbuka.
Tapi bagi kebanyakan orang Mesir, menghabiskan Ramadan di pertemuan keluarga tetap merupakan cara terbaik untuk menjalani bulan suci.
" Saya lebih memilih untuk menghabiskan lebih banyak waktu di rumah bersama keluarga di mana aku bisa merasakan semangat Ramadan atau berkumpul dengan teman-teman untuk buka," kata Sara Sabry, warga Mesir yang bekerja di Uni Emirat Arab. (Ism)
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar