Sederet Alasan untuk Investasi Emas 'Hijau'

Dinar | Jumat, 2 Oktober 2026 16:06

Reporter : Mutia Nugraheni

Saat ini aspek sustainability jadi hal yang sangat penting untuk jadi pertimbangan dalam membeli sesuatu termasuk Logam Mulia.

DREAM.CO.ID - Emas masih jadi investasi jangka panjang favorit banyak orang. Terutama emas yang berbentuk logam mulia (LM), karena termasuk investasi yang aman, nilainya cenderung stabil, tahan terhadap laju inflasi dan likuiditasnya cukup tinggi.

Beberapa waktu lalu bahkan gerai-gerai penjual resmi logam mulia diserbu oleh masyarakat yang ingin membeli meskipun harga emas sedang sangat tinggi. Booth penjualan LM di mal juga dipenuhi konsumen yang antre hingga mengular.

Tak dipungkiri, baik kaum milenial maupun gen Z sangata tertarik menjadikan emas logam mulia sebagai investasi. Biasanya, mereka yang baru mulai investasi, LM emas dibeli dalam gramasi kecil. Bagi mereka yang tak suka pakai aksesori atau perhiasan emas, namun ingin berinvestasi, LM memang jadi pilihan tepat.

Ingin menambah koleksi LM untuk ivestasi? Saat membeli LM pastinya kamu memiliki banyak pertimbangan. Mulai dari harga yang sedang berlaku, keaslian sertifikat, kondisi packaging, tempat penyimpanan, kepercayaan pada penjual. Satu hal yang juga harus diperhatikan adalah aspek sustainability atau keberlanjutan.

 

2 dari 4 halaman

Good Mining Practice

Saat ini aspek sustainability jadi hal yang sangat penting untuk jadi pertimbangan dalam membeli sesuatu termasuk Logam Mulia. Seperti kita tahu, dampak pertambangan begitu besar pada lingkungan dan sosial, sehingga dalam proses pengerjaannya harus menerapkan prinsip Good Mining Practice.

Dikutip dari ESDM.go.id, Good Mining Practice (GMP) atau kaidah teknik pertambangan yang baik adalah serangkaian prinsip, aturan, dan prosedur standar yang wajib diterapkan dalam industri pertambangan agar kegiatan penambangan berjalan secara bertanggung jawab, aman, dan berkelanjutan. Di Indonesia, aturan ini didasarkan pada ketentuan Kementerian ESDM (seperti pada Peraturan Menteri ESDM No. 26 Tahun 2018).

Untuk GMP ini, dikutip dari Mind.id,  memiliki 5 aspek utama, yaitu: Aspek Teknik Pertambangan, Aspek Konservasi, Aspek Keselamatan Pertambangan, Aspek Perlindungan Lingkungan, Aspek Standarisasi & Usaha Jasa.

 

3 dari 4 halaman

Emas "Hijau"

Penerapan Good Mining Practices (GMP) tersebut ini, dilakukan oleh PT Antam Tbk. Seperti dikutip dari Antam.com  GMP diberlakukan sejak tahap eksplorasi, penambangan, pengolahan, hingga rencana pascatambang. Penerapannya mencakup tanggung jawab lingkungan, K3, pengembangan masyarakat, identifikasi risiko, pemantauan lingkungan, ANTAM Green Standard (AGS), serta sistem manajemen lingkungan ISO 14001.

Dalam kegiatan bisnisnya, BUMN ini dikutip dari Ima-api.org, membuat peta jalan keberlanjutan untuk periode 2025–2030. Beberapa inisiatif utama dalam peta jalan tersebut meliputi:

1. Aksi dekarbonisasi melalui peningkatan pemanfaatan energi terbarukan
2. Rehabilitasi ekosistem sungai dan reklamasi lahan pascatambang
3. Program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi
4. Peningkatan bauran energi terbarukan sebesar 10 persen dari baseline business as usual tahun 2023

Komitmen ANTAM pada praktik keberlanjutan tersebut, membuat PT ANTAM (Persero) Tbk pada April 2026 lalu mendapat penghargaan PROPER Hijau yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penghargaan ini diraih oleh lima unit operasi ANTAM, yaitu Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Emas, UBP Bauksit Kalimantan Barat, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia, UBP Nikel Kolaka, serta entitas anak PT Indonesia Chemical Alumina (ICA).

Penghargaan PROPER Hijau adalah predikat dan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bagi perusahaan yang kineja pengolahan lingkungannya telah melampaui batas minimum kepatuhan (beyond compliance).

4 dari 4 halaman

Lalu pada Juni 2026 lalu ANTAM terpilih sebagai konstituen tiga indeks Environmental, Social, and Governance (ESG) terkemuka di pasar modal Indonesia, yaitu Indeks SRI-KEHATI, Indeks ESG Quality 45 IDX KEHATI, dan Indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI untuk periode Juni–November 2026.

Sementara pada 2025, ANTAM  mendapat penghargaan Gold Rank untuk Laporan Keberlanjutan 2024 dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT). Penghargaan diberikan oleh National Center for Corporate Reporting (NCCR) bekerja sama dengan Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP).

ANTAM memang berkomitmen untuk terus menghadirkan produk emas ramah lingkungan atau dikenal dengan istilah "emas hijau". Pertimbangan sustainability ini tentunya jadi aspek penting ketika membeli emas karena berdampak jangka panjang dan sangat besar. Setuju?

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id