Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023

Ekonomi | Senin, 12 Oktober 2026 21:52

Reporter : Syahid Latif

Salah satu wilayah kerja yang hak partisipasinya diakuisi Pertamina Hulu Energi pernah disebut sebagai temuan cadangan gas terbesar tahun 2023

DREAM.CO.ID - Aset milik anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bakal makin gemuk. Tambahan itu datang dari keberhasilan Subholding Upstream Pertamina itu yang mengakuisi hak partisipasi (participating interest/PI) pada tiga Wilayah Kerja (WK) Minyak Bumi dan Gas (Migas) strategis yaitu North Ganal, Rapak, dan East Sepinggan di Kalimantan Timur (Kaltim).

Melalui akuisisi ini PHE memiliki 10% PI di WK North Ganal dan Rapak, serta penambahan PI di WK East Sepinggan dari sebelumnya 15% menjadi 25%.

Kepastian diperoleh setelah PHE dan perusahaan Migas asal Italia, Eni S.p.A menandatangani kesepakatan jual beli (sale and purchase agreement/SPO) pada Oktober 2026.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi, Sunaryanto mengatakan akuisisi ini merupakan bagian dari strategi PHE untuk terus memperkuat portofolio hulu migas melalui investasi pada aset yang memiliki fundamental kuat, potensi sumber daya yang besar, serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan negara.

"Kehadiran Pertamina di wilayah kerja ini juga akan semakin memperkuat sinergi pengembangan migas di Kalimantan Timur,” ujar Sunaryanto dalam keterangan resminya yang dikeluarkan pada Selasa, 12 Oktober 2026.

Selain memberikan tambahan produksi dan cadangan, investasi ini juga memiliki arti strategis dalam mendukung optimalisasi pemanfaatan infrastruktur gas, LPG dan LNG di Kaltim, termasuk mendukung keberlanjutan rantai pasok gas domestik dan pemanfaatan fasilitas LNG nasional.

Akuisisi tersebut juga membuka peluang bagi Pertamina untuk berpartisipasi lebih aktif dalam program pengembangan lapangan dan eksplorasi di kawasan tersebut. Potensi sumber daya yang masih dapat dikembangkan diharapkan menjadi salah satu sumber pertumbuhan produksi PHE dalam jangka menengah dan panjang.

Informasi mengenai akuisisi 3 WK Migas ini juga terkonfirmasi dari keterangan tertulis Eni S.p.A. Mengutip laman resmi perusahaan, aset-aset yang hak partisipasinya diakuisi PHE ini termasuk ladang gas Merakes dan East Merakes yang sudah berproduksi, serta penemuan gas Geng North-Gehem, yang saat ini sedang dikembangkan melalui proyek gas North Hub, yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional.

 

2 dari 3 halaman

Ada di Wilayah Ladang Migas Raksasa

Mengutip laman esdm pada Juni 2021, proyek pengembangan Lapangan Merakes di WK East Sepinggan yang dibangun dengan investasi senilai US$ 1,3 miliar telah rampung. Proyek ini mulai onstream pada April 2021 dan akan mengalirkan produksi gas sebesar 368 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada saat puncak produksi.

Lapangan Merakes yang terletak di 35 km Tenggara dari Floating Production Unit (FPU) Jangkrik merupakan pengembangan lapangan gas laut dalam di lepas pantai Kutei Basin dengan kedalaman air kurang lebih 1500 meter. Dengan target total Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 31,72%, proyek ini akan menghasilkan pendapatan pemerintah sebesar US$ 1,6 miliar serta akan membantu pemenuhan pasokan kebutuhan gas pipa di Kaltim serta kebutuhan LNG baik domestik maupun ekspor.

Lapangan Merakes dioperasikan oleh Eni East Sepinggan Limited (65%) yang bekerja sama dengan PT Pertamina Hulu Energi East Sepinggan (15%) dan Neptune Energi East Sepinggan B.V. (20%). Pengembangan lapangan Merakes dirancang untuk masa produksi 20 tahun.

Empat tahun kemudian, Eni S.p.A mengumumkan telah memulai produksi gas dari ladang Merakes East, di cekungan Kutei, lepas pantai Indonesia. Ladang ini berada di blok East Sepinggan dan akan berkontribusi hingga 100 MMSCFD gas atau sekitar 18.000 boepd untuk produksi Eni.

Pengoperasian awal ini merupakan contoh lain dari pengembangan jalur cepat karena ladang tersebut mulai berproduksi sekitar 2 tahun setelah Keputusan Investasi Akhir (FID). Setelah pemrosesan awal di atas FPU, gas akan ditransfer melalui jaringan pipa untuk memasok pasar domestik dan pabrik pencairan Bontang, yang memasok LNG untuk pasar domestik dan untuk ekspor.

Keberhasilan transaksi ini sejalan dengan strategi PHE dalam menjalankan pertumbuhan organik maupun anorganik, melalui kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan eksisting serta akuisisi aset migas strategis yang mampu memberikan nilai tambah dan memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Terkait WK North Ganal, pada 3 Oktober 2023, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang kala itu dijabat Dwi Sutjipto pernah menyebut temu cadangan gas North Ganal masuk dalam tiga besar temuan eksplorasi dunia di tahun 2023.

Temuan cadangan migas di sumur Geng North – 1 WK North Ganal tersebut, punya perkiraan awal discovered resources sebesar +/- 609 MMBOE (recoverable).

3 dari 3 halaman

Kedepenkan Prinsip GCG dan ESG

Dengan dilaksanakannya akusisi tiga WK Migas di Kaltim, Sunaryanto memastikan PHE akan terus mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG), kehati-hatian investasi, serta penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dalam setiap kegiatan operasional dan investasi perusahaan.

Melalui langkah strategis ini, Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pencapaian target produksi migas nasional serta memastikan ketersediaan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia.

PHE juga memastikan akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas yang berkelanjutan sesua prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). PHE juga senantiasa menjunjung tinggi integritas melalui penguatan budaya kepatuhan, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta upaya pencegahan fraud untuk mewujudkan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan beretika.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id