Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Mengemudi (Foto: Shutterstock)
Dream – Di Indonesia, terutama di kota-kota besar, berkendara dengan mobil-mobil pribadi menjadi suatu hal yang biasa dilakukan oleh masyarakat. Masyarakat juga menghabiskan banyak waktunya untuk berkendara di jalan raya.
Saat berkendara, segala kemungkinan bisa terjadi karena kita sebagai pengguna jalan juga berbagi dengan orang lain.
Terlebih, ketika mengendarai mobil pribadi di jalanan ibukota.
Dilansir dari Hyundai, Jumat 24 Agustus 2018, supaya tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan oleh siapapun, peganglah prinsip bahwa kamu tidak pernah tahu perangai ataupun kondisi pengemudi lain di sekitar.
Ketika sedang mengemudi, tak perlu cepat emosi. Kalau mengemudi dalam keadaan marah, akal sehat menjadi tertutup amarah yang meledak-ledak.
Akibatnya, timbul hal-hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi atau bahkan merugikan kita sendiri. Penyesalan muncul setelah kerugian terjadi baik di sisi orang yang marah sendiri maupun pengguna jalan lain.
Salah satu upaya mencegah timbulnya amarah berlebihan ini adalah dengan menerapkan perilaku berkendara defensif. Bahasa kerennya adalah defense driving.
Defense driving merupakan teknik mengemudi yang mengutamakan pencegahan terhadap terjadinya berbagai kemungkinan buruk. Hal ini artinya juga kesediaan berbagi di jalan raya, mulai dari pejalan kaki sampai pengemudi truk dan bus harus dihormati.
Perilaku mengemudi defensive driving juga mengajarkan pengemudi untuk mengelola emosinya dan tak mudah terpancing perilaku pengemudi lain.
Utamanya adalah hindarilah berkendara secara agresif, karena cepat tidak berarti harus agresif! cara mengemudi yang agresif dapat mencelakakan bukan hanya diri sendiri, tapi juga pengguna jalan lain.
Kemacetan juga sering memicu kelelahan dan jadi tak sabar. Meski begitu kamu bisa menjadi pengendara yang lebih sabar dengan tidak berpindah-pindah lajur atau menyerobot jalur kendaraan lain.
Usahakan berkendara dengan pikiran yang positif agar tidak membuat lelah badanmu. Kalau badan tidak lelah, emosi bisa diredam. Perilaku mengemudi tanpa emosi berlebihan ini seharusnya mulai diterapkan sehari-hari oleh semua pengguna jalan.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui


Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains