Camkan! Pemilik Kendaraan Tak Otomatis Libur Bayar Cicilan Karena Wabah Corona

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 6 April 2020 19:46
Camkan! Pemilik Kendaraan Tak Otomatis Libur Bayar Cicilan Karena Wabah Corona
Ada syarat yang harus dipenuhi.

Dream – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih menerima keluhan tentang debt collector atau para penagih utang dari perusahaan pembiayaan yang masih mendatangi konsumen karena dianggap telah menunggak cicilan. OJK menegaskan keringanan cicilan pembayaran leasing tidak secara otomatis menghapus tunggakan yang memang sudah seharusnya dilunasi.

“ Debitur atau nasabah wajib mengajukan permohonan kepada bank/leasing,” kata Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 6 April 2020.

Sekar mengatakan bank atau lembaga pembiayaan wajib melakukan asesemen dalam memberikan keringanan terhadap nasabah. Keringanan cicilan pembayaran kredit/pembiayaan dapat diberikan dalam jangka waktu maksimum sampai dengan satu tahun.

“ Bentuk keringanan antara lain penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit/pembiayaan, konversi kredit/pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara dan/atau lainnya sesuai kesepakatan baru,” kata dia.

1 dari 6 halaman

Kendaraan Tetap Bisa Ditarik?

Sekar mengatakan penarikan kendaraan atau jaminan kredit bagi debitur yang macet dan tidak mengajukan keringanan sebelum dampak virus corona masih bisa terjadi. Penarikan ini bisa dilakukan sepanjang bank/perusahaan pembiayaan melakukannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

OJK juga meminta untuk menghentikan sementara penagihan kepada masyarakat yang terdampak virus coroba, terutama di sektor informal atau penghasilan harian.

“ Namun untuk debitur yang memiliki penghasilan tetap dan masih mampu membayar tetap harus memenuhi kewajibannya sesuai yang diperjanjikan,” kata dia.

2 dari 6 halaman

Panggil Gojek dan Grab

Seminggu yang lalu OJK sudah memanggil perusahaan yang mempekerjakan pengemudi online, seperti GOJEK dan GRAB untuk memberikan data pengemudi dan data kendaraannya (nomor mesin dan nomor rangka). Hal ini juga berlaku untuk perusahaan rental kendaraan yang mempekerjakan pengemudinya yang meminjam melalui perusahaan pembiayaan.

“ OJK meminta kerja sama dengan perusahaan ini untuk memudahkan pengajuan keringanan dilakukan secara kolektif oleh perusahaan dimaksud,” kata Sekar.

Sementara kaitan viral video pengemudi online yg akan ditarik kendaraannya, OJK telah melakukan pengecekan bahwa yang bersangkutan meminjam/melalukan cicilan dari perusahaan jasa rental kendaraan yang merupakan bukan Lembaga Jasa Keuangan di bawah pengawasan OJK.

“ Perusahaan ini merupakan mitra kerja dari perusahaan yang mempekerjakan pengemudi online. OJK akan memanggil perusahaan online maupun perusahaan jasa rental kendaraan yang melakukan kegiatan leasing untuk mengklarifikasi video yang viral tersebut,” kata dia. 

3 dari 6 halaman

Berlaku 30 Maret, Ini Cara Ajukan Keringanan Kredit ke Leasing

Dream – Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengeluarkan edaran jenis dan tata cara restrukturisasi (keringanan) kepada nasabah leasing yang mengalami kesulitan keuangan sebagai akibat penyebaran virus corona. APPI bersama seluruh anggota perusahaan pembiayaan menawarkan restrukturisasi kepada debitur yang mengalami kesulitan keuangan.

Keringanan yang diberikan tersebut dalam bentuk tiga jenis. Ketiganya yaitu perpanjangan jangka waktu, penundaan sebagian pembayaran, dan jenis restrukturisasi lainnya yang ditawarkan oleh perusahaan pembiayaan (leasing).

 

 © Dream

 

Debitur yang bisa mendapat keringanan adalah mereka yang terkena dampak langsung corona Covid-19 dengan nilai pembiayaan di bawah Rp10 miliar dan para pekerja sektor informal dan atau pengusaha UMKM.

" Debitur tersebut juga tidak memiliki tunggakan sebelum 2 Maret 2020 atau saat Pemerintah RI mengumumkan virus corona," kata Ketua Umum APPI, Suwandi Wiratno, dikutip dari Liputan6.com, Senin 30 Maret 2020.

4 dari 6 halaman

Tata Cara Restrukturisasi

Pengajuan restrukturisasi berlaku mulai tanggal 30 Maret 2020 dan dapat dilakukan dengan cara:

  1. Pengajuan permohonan restrukturisasi (keringanan) dapat dilakukan dengan cara mengisi formulir yang dapat di-download dari website resmi perusahaan pembiayaan;
  2. Pengembalian formulir dilakukan melalui email (tidak perlu mendatangi kantor perusahaan pembiayaan);
  3. Persetujuan permohonan restrukturisasi (keringanan) akan diinformasikan oleh perusahaan pembiayaan melalui email.

5 dari 6 halaman

Ogah Kasih Keringanan Karena Ini

Sebelumnya, penangguhan kredit kendaraan bermotor bagi pengemudi transportasi online, belum diberikan sebagian besar perusahaan pembiayaan (leasing) di tengah wabah virus corona Covid-19.

Hal tersebut disampaikan langsung Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia, Igun Wicaksono. Sejumlah leasing beralasan belum mendapatkan surat resmi dari pemerintah perihal penangguhan atau keringanan membayar cicilan.

" Menurut perusahaan leasing belum ada aturan tertulis, jadi mereka tetap melakukan penagihan," kata Igun, dikuti Merdeka.com.

6 dari 6 halaman

Justru Berikan Surat kepada Kreditur

Sebaliknya, Igun menyebut, perusahaan pembiayaan justru memberikan surat kepada kreditur terkait penagihan yang akan tetap dilakukan seperti biasa.

Fakta yang terjadi di lapangan tentu berbanding terbalik dengan kebijakan pemerintah yang meminta perusahaan pembiayaan memberikan keringanan kepada pengemudi transportasi online sebagai kompensasi dari penyebaran virus Corona atau Covid-19.

" Mereka (leasing) menerbitkan surat kepada debiturnya," kata Igun.

Sumber: Liputan6.com/Tira Santia

Beri Komentar
Miris! Warga & PKL Tumpah Ruah di Pasar Tanah Abang Meski PSBB