Motor Listrik Indonesia Laku Keras di Senegal

Reporter : Dwi Ratih
Jumat, 11 Juni 2021 06:14
Motor Listrik Indonesia Laku Keras di Senegal
Motor buatan Indonesia ini jadi armada ojek di Senegal. Warga Senegal berbondong membelinya.

Dream - Motor listrik bikinan Indonesia, Gesits, mulai dikenalkan ke luar benua. Pada Selasa 8 Juni 2021, motor produksi PT WIKA Industri Manufaktur itu dikenalkan di Senegal.

Dubes LBBP RI Dakar, Dindin Wahyudin, mempromosikan langsung motor Gesits di Promenade de Thiessois, Thies, Senegal. Dindin juga memperkenalkan Indonesia sebagai negara maju berpenduduk mayoritas Muslim yang demokratis.

Promenade de Thiessois merupakan wujud nyata pelaksanaan diplomasi ekonomi untuk menembus pasar non-tradisional (prospektif) di wilayah Afrika Barat serta bentuk konkrit dukungan program “ BUMN Go-Global”.

Turut hadir dalam kesempatan ini Menteri Transformasi Sektor Kerajinan dan Informal Senegal, Gubernur Region Thies, Kepala Transportasi Wilayah Thies, Direktur Kerja Sama Kota Thies, Ketua KADIN Thies, Ketua Divisi Transportasi Region Thies, Direktur Ndiaye Transport, Konsul Kehormatan RI di Guinea-Bissau, Wakil Direktur Jenderal Bank of Africa, dan sejumlah calon pembeli motor GESITS.

Dalam sambutannya, Didin menyampaikan bahwa motor Gesits lahir dari mimpi atas produk motor yang ramah lingkungan dan modern bagi masyarakat Indonesia dan dunia.

1 dari 3 halaman

Support Ndiaye Transport

Dubes LBBP RI Dakar, Dindin Wahyudin© GESITS

Oleh karenanya, Indonesia turut mengajak negara sahabat, termasuk Senegal, turut menggunakan teknologi ramah lingkungan pada kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Indonesia sebagai negara anggota G-20 terbukti mampu memproduksi produk berteknologi tinggi lainnya, seperti pesawat CN-235 produksi PT Dirgantara Indonesia, yang telah dibeli dan dipergunakan oleh Angkatan Udara Senegal sebanyak 3 unit.

Mengingat sejumlah kesamaan dan sejarah panjang hubungan baik di antara kedua negara, Didin yakin bahwa motor Gesits dapat diterima masyarakat Senegal dengan baik.

Selain itu, Didin menyampaikan apresiasi kepada Direktur Ndiaye Transport, Makhtar Ndiaye, atas dukungan penyelenggaraan kegiatan ini.

Ndiaye Transport, sebagai pelopor layanan taksi motor modern di kota Thies, sekaligus pengguna motor Gesits pertama di Senegal, diharapkan dapat mengikuti jejak kesuksesan Gojek Indonesia sebagai perusahaan transportasi yang progresif dan inovatif.

2 dari 3 halaman

Aman, murah, dan ramah lingkungan

GESITS© GESITS

Penggunaan motor Gesits dan berkembangnya Ndiaye Transport diyakini dapat mendukung Senegal menyediakan transportasi yang cepat, aman, murah, dan ramah lingkungan, serta dapat membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat neara itu.

Promosi ini mendapatkan respons sangat positif dari masyarakat Senegal. Lebih dari 200 orang mengisi formulir pemesanan motor Gesits dan setidaknya 200 unit motor Gesits direncanakan tiba di Senegal pada kuartal ke III tahun ini.

KBRI Dakar akan memfasilitasi dan memantau pengiriman motor Gesits tersebut ke Senegal agar tiba dengan baik dan sesuai dengan jadwal.

3 dari 3 halaman

Kerjasama Indonesia dan Thies

Dubes LBBP RI Dakar, Dindin Wahyudin© GESITS

Saat ini, KBRI Dakar juga sedang memfasilitasi pembentukan kerjasama sister city antara kota Bogor dan kota Thies.

Kegiatan promosi motor listrik Gesits ini juga merupakan perwujudan dari rencana kerja sama tersebut, terlebih mengingat pabrik motor Gesits berada di wilayah Kabupaten Bogor.

Selain itu, diharapkan ke depannya PT WIKA Industri Manufaktur dapat turut membuka pabrik motor Gesits di kota Thiès. Jika hal ini terwujud, tidak hanya di Senegal, namun diyakini penyediaan motor ramah lingkungan Gesits akan mampu menembus pasar Afrika lainnya, khususnya di wilayah Afrika Barat.

Kegiatan yang berlangsung secara meriah dan sukses ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Beri Komentar